Vokaloka, Bandung- Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bandung menggelar apel pagi pada Senin (22/09/2025). Dalam amanatnya, pembina apel H. Andy Mohammad Arief selaku Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) menyampaikan informasi terkait perkembangan transisi penyelenggaraan haji dan umrah setelah diresmikannya Kementerian Haji dan Umrah pada 26 Agustus 2025.
Dalam kesempatan tersebut, disampaikan bahwa seluruh urusan haji yang sebelumnya berada di bawah Kementerian Agama akan beralih ke Kementerian Haji dan Umrah. Namun, proses transisi dipastikan memerlukan waktu panjang karena menyangkut regulasi turunan, pengalihan aset, hingga penyesuaian sumber daya manusia (SDM).
"Kami diminta segera mendata aset dan pegawai yang ada di seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU). Laporan tersebut paling lambat disampaikan besok," ujar Andy Mohammad Arief dalam amanatnya.
Selain itu, disebutkan pula bahwa dalam satu tahun pertama, kantor Kementerian Haji di tingkat kabupaten/kota masih akan menggunakan gedung Kementerian Agama, termasuk di Kota Bandung. "Mekanismenya apakah sewa, berbagi gedung, atau bentuk lain, masih dalam pembahasan pusat," tambahnya.
Di sisi lain, persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 juga mulai dilakukan. Di awal September 2025, jamaah haji sudah diarahkan untuk melakukan perekaman biometrik serta pengurusan paspor bekerja sama dengan Kantor Imigrasi Kelas I Bandung.
Sementara itu, menurut Agus Saparudin, Kepala Seksi Humas Kemenag Kota Bandung, apel pagi memiliki tujuan penting bagi aparatur sipil negara (ASN). "Pelaksanaan apel ditujukan bagi seluruh ASN, baik PNS maupun PPPK, agar terbiasa disiplin hadir tepat waktu serta mendapatkan pembinaan langsung dari pimpinan," ungkapnya.
Agus menambahkan, apel pagi juga menjadi sarana menyampaikan informasi terbaru terkait kebijakan dan program Kemenag. "Secara umum, apel berfungsi sebagai sarana pembinaan kedisiplinan, peningkatan kinerja, serta penguatan komitmen pegawai dalam mendukung program-program Kementerian Agama," jelasnya.
Melalui apel pagi ini, seluruh ASN di Kemenag Kota Bandung dapat lebih memperkuat kedisiplinan, meningkatkan kinerja, serta berperan aktif dalam menyukseskan program-program yang sedang berjalan, termasuk mendukung proses transisi penyelenggaraan haji ke kementerian baru.
Reporter: Arif Kusuma Putra
Dalam kesempatan tersebut, disampaikan bahwa seluruh urusan haji yang sebelumnya berada di bawah Kementerian Agama akan beralih ke Kementerian Haji dan Umrah. Namun, proses transisi dipastikan memerlukan waktu panjang karena menyangkut regulasi turunan, pengalihan aset, hingga penyesuaian sumber daya manusia (SDM).
"Kami diminta segera mendata aset dan pegawai yang ada di seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU). Laporan tersebut paling lambat disampaikan besok," ujar Andy Mohammad Arief dalam amanatnya.
Selain itu, disebutkan pula bahwa dalam satu tahun pertama, kantor Kementerian Haji di tingkat kabupaten/kota masih akan menggunakan gedung Kementerian Agama, termasuk di Kota Bandung. "Mekanismenya apakah sewa, berbagi gedung, atau bentuk lain, masih dalam pembahasan pusat," tambahnya.
Di sisi lain, persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 juga mulai dilakukan. Di awal September 2025, jamaah haji sudah diarahkan untuk melakukan perekaman biometrik serta pengurusan paspor bekerja sama dengan Kantor Imigrasi Kelas I Bandung.
Sementara itu, menurut Agus Saparudin, Kepala Seksi Humas Kemenag Kota Bandung, apel pagi memiliki tujuan penting bagi aparatur sipil negara (ASN). "Pelaksanaan apel ditujukan bagi seluruh ASN, baik PNS maupun PPPK, agar terbiasa disiplin hadir tepat waktu serta mendapatkan pembinaan langsung dari pimpinan," ungkapnya.
Agus menambahkan, apel pagi juga menjadi sarana menyampaikan informasi terbaru terkait kebijakan dan program Kemenag. "Secara umum, apel berfungsi sebagai sarana pembinaan kedisiplinan, peningkatan kinerja, serta penguatan komitmen pegawai dalam mendukung program-program Kementerian Agama," jelasnya.
Melalui apel pagi ini, seluruh ASN di Kemenag Kota Bandung dapat lebih memperkuat kedisiplinan, meningkatkan kinerja, serta berperan aktif dalam menyukseskan program-program yang sedang berjalan, termasuk mendukung proses transisi penyelenggaraan haji ke kementerian baru.
Reporter: Arif Kusuma Putra
Tidak ada komentar
Posting Komentar