Tampilkan postingan dengan label Vokanews. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Vokanews. Tampilkan semua postingan

Bakti Sosial Sentra Abiyoso Buka Ruang Ekspresi bagi Penyandang Disabilitas

 


Vokaloka, Cimahi - Fashion show, penampilan menyanyi, dan kebersamaan keluarga mewarnai Bakti Sosial bagi Penyandang Disabilitas yang digelar Sentra Abiyoso Cimahi, Sabtu (17/10/2026). Kegiatan ini menjadi ruang bagi penyandang disabilitas untuk berekspresi dan tampil di hadapan keluarga serta tamu undangan.

Anak-anak Down syndrome yang didampingi orang tua mengikuti rangkaian acara, mulai dari nonton bareng di Bioskop Berbisik, fashion show, hingga menyanyi. Di sisi lain, layanan fisioterapi dan terapi wicara gratis juga disediakan oleh tenaga profesional di tempat terapi.

Dalam sesi fashion show, para peserta berjalan penuh percaya diri di hadapan keluarga yang menyaksikan dari tempat duduk. Tepuk tangan mengiringi setiap langkah mereka. Pada sesi menyanyi, penyandang disabilitas Down syndrome menampilkan suara mereka dengan semangat dan senyum lebar.

Fatur, Humas Sentra Abiyoso Cimahi, mengatakan kegiatan ini bertujuan menghadirkan kebahagiaan sekaligus mendorong partisipasi penyandang disabilitas.

“Kami ingin memberi ruang agar mereka bisa berekspresi, berinteraksi, dan merasa dihargai dalam suasana yang inklusif.” ujar Fatur.

Menurutnya, kegiatan seperti ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri peserta serta mempererat hubungan antar keluarga yang memiliki anak penyandang disabilitas.

Orang tua peserta, Sinta, mengaku terharu menyaksikan anaknya tampil di atas panggung.

“Melihat anak saya tampil percaya diri, rasanya bangga sekali. Kami berharap kegiatan seperti ini terus ada.” ungkap Sinta.

Suasana kebersamaan terasa sepanjang acara. Para orang tua saling berbagi cerita dan memberi semangat satu sama lain, sementara anak-anak menikmati rangkaian kegiatan dengan penuh keceriaan.

Di balik setiap senyum para peserta, terdapat harapan agar penyandang disabilitas terus mendapat perhatian, kesempatan, dan dukungan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.

Menutup kegiatan, keluarga besar Sentra Abiyoso Cimahi bersama Wali Kota Cimahi menyampaikan ucapan Selamat Ulang Tahun kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.


Reporter : Mutiara Dalia Ulfa


UPTD Industri Logam Jabar Produksi Komponen dengan Teknologi CNC

 

Vokaloka, Bandung — UPTD Industri Logam Jawa Barat memproduksi berbagai komponen dengan memanfaatkan teknologi Computer Numerical Control (CNC) untuk memenuhi kebutuhan pelanggan pada Rabu (30/09/2026). Produksi tersebut meliputi spare part kendaraan, matras, hingga berbagai komponen sesuai permintaan, dengan proses pengerjaan yang disesuaikan dengan jenis dan tingkat kesulitan produk.

Salah satu petugas bagian CNC UPTD Industri Logam Jawa Barat, Luqman, mengatakan jenis produksi yang dikerjakan cukup beragam. Material yang digunakan antara lain aluminium, besi, plastik, dan nylon sesuai kebutuhan produk.

“Dari mulai material, dari mulai gambar, datang dulu gambarnya, terus lihat estimasi pengerjaannya,” ujar Luqman.

Setelah menerima gambar atau desain dari pelanggan, pihak UPTD melakukan estimasi waktu pengerjaan dan memeriksa apakah benda kerja dapat diproduksi menggunakan fasilitas serta mesin yang tersedia. Material kemudian diukur dan disiapkan sesuai gambar sebelum diproses menggunakan mesin CNC.

“Kalau materialnya sudah ada, kita ukur dulu sesuai gambar. Setelah itu baru kita proses menggunakan mesin sampai sesuai ukuran yang diminta,” kata Luqman.

Lama pengerjaan setiap produk berbeda-beda, tergantung tingkat kesulitan pekerjaan. Satu produk dapat dikerjakan mulai dari sekitar 10 menit hingga 30 menit, sedangkan produksi spare part dalam satu hari dapat menghasilkan sekitar 20 pcs dan pengerjaan matras membutuhkan waktu lebih lama.

“Kalau yang paling cepat itu sekitar 10 menit, tapi kalau matras bisa sampai 30 menit, tergantung tingkat kesulitannya,” ujar Luqman.

Dalam proses produksi, terdapat tiga bagian yang terlibat, yaitu quality control (QC), programmer, dan operator. Setiap bagian memiliki tugas masing-masing untuk memastikan proses produksi berjalan sesuai gambar dan kebutuhan pelanggan. Perawatan mesin juga dilakukan secara berkala setiap bulan, meliputi pengecekan oli, kelistrikan, sumbu X dan Y, serta angin.

“Di sini ada QC, programmer, sama operator. Jadi masing-masing punya tugas sesuai dengan bagian dan mesinnya,” ujar Luqman.

Kualitas produk dijaga dengan memperhatikan kondisi tool dan pisau pemotong serta memastikan ukuran produk sesuai dengan gambar yang diberikan pelanggan. Seiring perkembangan teknologi, beberapa mesin CNC di UPTD telah menggunakan layar sentuh dan sistem otomatis, sementara mesin lama masih menggunakan sistem manual.

“Kalau harapan saya mah, mungkin mesinnya di-upgrade lagi, ditambah lagi yang lebih baru. Soalnya sekarang kita masih pakai mesin tiga axis, sedangkan di tempat lain sudah ada yang empat sampai lima axis,” ujar Luqman.

Reporter: Sipa Latipatul Uluwiyah

UPTD Industri Logam Jabar Gunakan Desain Digital Sebelum Produksi

 

Vokaloka, Bandung — UPTD Industri Logam Jawa Barat melakukan proses perancangan desain sebelum produk masuk ke tahap permesinan, baik menggunakan CNC milling maupun CNC bubut, (02/10/2026). Proses tersebut dilakukan dengan mengukur benda, membuat gambar dua dimensi (2D), kemudian mengembangkan desain tiga dimensi (3D) sebelum dibuat menjadi program oleh programmer.

Petugas bagian desain UPTD Industri Logam Jawa Barat, Taufiqurrahman, mengatakan desain produk dapat berasal dari pelanggan maupun dibuat berdasarkan sampel produk. Jika pelanggan memberikan gambar 3D, desain dapat langsung dibuat menjadi program, sedangkan gambar 2D atau sampel perlu dikembangkan terlebih dahulu.

“Kalau dari pelanggan misalnya sudah ada tiga dimensinya 3D, sudah bisa langsung dibuat programnya. Ada juga yang baru gambar dua dimensinya 2D, kemudian saya buatkan tiga dimensinya 3D,” ujar Taufiqurrahman.

Dalam proses perancangan, ketepatan ukuran menjadi salah satu hal yang diperhatikan. Pengukuran sampel harus dilakukan secara teliti dengan menggunakan alat ukur yang sudah terkalibrasi untuk menghindari kesalahan. Hasil pengukuran kemudian dikonfirmasi kembali kepada pelanggan sebelum diproses lebih lanjut.

“Yang pertama itu ukurannya jelas, jadi ketika mengukur sampel produk itu harus benar-benar teliti, kemudian alat ukurnya juga harus yang sudah terkalibrasi sehingga tidak ada kesalahan dalam pengukuran,” kata Taufiqurrahman.

Material yang digunakan dalam produksi berasal dari pelanggan karena UPTD tidak menyediakan bahan baku. Pihak UPTD kemudian memberikan informasi mengenai ukuran bahan baku yang dibutuhkan berdasarkan desain yang akan dikerjakan.

“Kalau jenis material itu kita kembalikan lagi ke pelanggan, jadi kita di sini tidak menyediakan bahan baku mentah, tapi bahan baku mentah itu disediakan oleh customer,” ujar Taufiqurrahman.

Apabila desain dari pelanggan belum dapat langsung diterapkan pada mesin, pihak UPTD akan melakukan penyesuaian setelah melakukan konfirmasi kepada pelanggan. Proses desain dilakukan secara manual pada tahap sketsa, sedangkan pembuatan gambar 2D dan 3D sudah menggunakan perangkat lunak Computer Aided Design (CAD).

“Customer memberikan gambar, ternyata gambar itu masih perlu banyak penyesuaian untuk dilakukan permesinan. Kita konfirmasi lagi ke pelanggan,” kata Taufiqurrahman.

Kendala dalam proses desain biasanya muncul ketika gambar 2D dari pelanggan tidak mencantumkan ukuran secara lengkap. UPTD juga pernah menyesuaikan desain part untuk cetakan cokelat dengan menambahkan radius pada sudut atau memperbesar ukuran lubang agar dapat dikerjakan dengan mesin milling.

“Kalau harapannya ketika sarana-prasarana di UPTD ini lebih dilengkapi lagi seperti pengadaan mesin 3D scan, jadi ketika membuat desain itu kita tidak perlu mengukur manual,” ujar Taufiqurrahman. Menurutnya, penggunaan 3D scanner dapat membuat proses pengukuran lebih praktis dan menghasilkan desain yang lebih presisi.

Reporter: Sipa Latipatul Uluwiyah

Pengunjung Apresiasi Layanan UPTD Industri Logam Jabar di Jabar Kabisa

 

Vokaloka, Bandung — Stan UPTD Industri Logam Jawa Barat menjadi tempat konsultasi bagi pengunjung dalam acara Jabar Kabisa pada Kamis (8/10/2026). Layanan yang tersedia meliputi konsultasi jasa permesinan logam, Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), serta pembinaan Industri Kecil dan Menengah (IKM) melalui sinergi dengan YDBA.

Salah satu pengunjung, Dandi, mendatangi stan tersebut untuk mencari informasi mengenai tata cara pengurusan sertifikat TKDN yang berkaitan dengan pengadaan barang pemerintah. Setelah mendapatkan penjelasan dari petugas, ia mengaku memperoleh informasi yang lebih luas daripada yang diperkirakan sebelumnya.

“Alhamdulillah, kebetulan ini dari UPTD Industri Logam, lebih dari ekspektasi ya memberikan masukan dan informasinya,” ujar Dandi.

Menurut Dandi, informasi yang diberikan petugas mencakup beberapa pilihan jalur pengurusan sertifikat TKDN. Pilihan tersebut meliputi jalur program pemerintah maupun pengurusan secara mandiri atau swadaya.

“Dari asalnya kita menanyakan bagaimana untuk mengurus sertifikat TKDN, ternyata di sini banyak. Ada yang jalur program pemerintah, ada yang jalur bisa swadaya dan lain sebagainya, itu kan sangat lengkap,” katanya.

Selain mendapatkan informasi mengenai TKDN, Dandi juga mengetahui berbagai layanan lain yang tersedia di UPTD Industri Logam Jawa Barat. Penjelasan tersebut memberinya gambaran mengenai fasilitas yang dapat dimanfaatkan oleh instansi maupun pihak yang membutuhkan layanan industri logam.

Salah satu layanan yang menarik perhatiannya adalah penyewaan mesin yang sudah dilengkapi dengan operator. Menurutnya, fasilitas tersebut dapat menjadi alternatif bagi pihak yang membutuhkan peralatan untuk menunjang proses produksi.

“Yang pertama mungkin ini saya baru lihat, ini ada layanan untuk sewa mesin termasuk operatornya,” ungkap Dandi.

Ia menambahkan, layanan tersebut juga dapat menjadi pilihan bagi pihak yang ingin membuat peralatan dengan spesifikasi khusus. Dengan adanya fasilitas tersebut, ia melihat peluang untuk memanfaatkan layanan UPTD Industri Logam Jabar sesuai kebutuhan. 

“Nah, ini juga kalau kita akan membuat peralatan tertentu yang custom, kita juga bisa berpikir ke sini ya, nggak jauh-jauh,” tuturnya.

Dandi menilai konsultasi yang dilakukan selama acara Jabar Kabisa memberikan informasi yang bermanfaat, terutama mengenai prosedur pengurusan TKDN melalui program pemerintah maupun secara mandiri. Ia mengapresiasi penjelasan yang diberikan karena membantunya memahami pilihan layanan yang sebelumnya belum banyak diketahui.

Melalui stan dalam acara Jabar Kabisa, UPTD Industri Logam Jawa Barat memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk mengenal layanan serta berkonsultasi secara langsung. Pengalaman Dandi menjadi salah satu gambaran manfaat kegiatan tersebut dalam mempertemukan kebutuhan pengunjung dengan informasi dan layanan yang tersedia di UPTD Industri Logam Jabar.

Reporter: Sipa Latipatul Uluwiyah

DKP Jabar dan KKP Gandeng UMKM Perikanan Pasok Protein Ikan untuk Program MBG

 

Vokaloka, Bandung — Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Barat berkolaborasi dengan Direktorat Pemberdayaan Usaha Ditjen PDS PKP Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggelar kegiatan kampanye jaminan mutu dan keamanan hasil kelautan dan perikanan, pada Jumat (2/10/2026) di Aula DKP Jawa Barat, Bandung.

Kegiatan ini mempertemukan langsung para pelaku UMKM perikanan lokal dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Langkah ini dilakukan guna memperkuat rantai pasok protein ikan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), sekaligus mendongkrak angka konsumsi ikan masyarakat Jawa Barat yang terbilang masih rendah.

Kepala DKP Provinsi Jawa Barat, Rini Cempaka, mengungkapkan bahwa pola konsumsi protein masyarakat Jawa Barat saat ini masih didominasi oleh telur dan daging ayam, sehingga tingkat konsumsi ikannya masih tertinggal jika dibandingkan dengan wilayah Indonesia bagian timur.

"Konsumsi ikan di Jawa Barat saat ini masih rendah. Kalau dibandingkan dengan Indonesia bagian timur, ini sangat jauh.

Jawa Barat terkenal masyarakatnya senang makan telur, ayam, dan daging, sementara untuk ikan masih kurang," ujar Rini.

Melalui sinergi bersama SPPG, Pemprov Jabar menargetkan menu berbasis ikan segar dapat disajikan secara rutin kepada anak-anak sekolah setiap minggunya.

"Fungsi SPPG ini memastikan ikan hadir dan dimakan oleh anak-anak di piringnya setiap minggu," tambah Rini.

Untuk mengatasi keengganan anak-anak mengonsumsi ikan akibat takut tertelan duri, DKP Jabar mengimbau para pelaku UMKM dan dapur pengolah untuk memvariasikan bentuk olahan ikan, seperti penggunaan teknologi duri lunak (presto) hingga produk filet ikan nila dan patin yang kini mulai menjadi favorit di sejumlah dapur MBG.

Sementara itu, Direktur Pemberdayaan Usaha Ditjen PDS PKP KKP, Ali Rahmat Iman Santoso, menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk memfasilitasi UMKM perikanan agar mampu memenuhi kualifikasi standar rantai pasok nasional. 

Selain penerapan rantai dingin (cold chain) yang ketat, UMKM pemasok diwajibkan mengantongi sertifikasi mutu seperti HACCP atau Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP).

"Nanti kita bisa berkolaborasi bersama-sama melihat keberhasilan UMKM. Kita dorong pembiayaan dan pendampingan agar pasokan ikan terjamin dan berkualitas," tegas Ali.

Melalui kegiatan ini, DKP Jabar dan KKP berharap pasokan bahan baku dari nelayan dan pembudidaya lokal dapat terserap secara optimal, sekaligus mendukung terbentuknya generasi muda yang sehat dan cerdas lewat pemenuhan gizi protein ikan.

"Mari kita cerdaskan bersama, karena Jawa Baratnya saja sudah cerdas, insyaallah se-Indonesia pun ikut cerdas," tutup Rini .

Reporter: Muhammad Naufal Fathoni

Usir Bosan Saat Mengantri, Warga Apresiasi Pojok Baca Digital dan Arena Bermain di MPP Bandung

 

Vokaloka, Bandung - Kehadiran fasilitas Pojok Baca Digital (POCADI) dan arena bermain anak di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bandung mendapat respon positif dari masyarakat. Fasilitas ini dinilai efektif mengatasi rasa jenuh warga saat menunggu antrean pelayanan yang panjang.

Fasilitas yang dihadirkan atas kerja sama Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) dengan Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung tersebut menyajikan dua opsi layanan bacaan, yakni koleksi buku fisik dan e-book digital. Pengunjung dapat mencari judul buku yang diinginkan secara mandiri melalui layar penelusuran digital yang telah disediakan.

"Kalau pada ngantri gitu kan kadang kita suka bosen terus main HP. Nah kalo ada pojok baca gini, bosannya itu jadi ada manfaatnya" ujar Ahmad, salah satu pengunjung saat ditemui di lokasi pelayanan.

Selain fasilitas membaca, tersedianya arena bermain, turut membantu para orang tua yang membawa balita. Keberadaan mainan anak dinilai mampu mencegah anak saat rewel di ruang tunggu.

Meskipun menempati sudut area yang ringkas, masyarakat menilai fasilitas penunjang di MPP Kota Bandung ini sudah sangat memadai dan berharap keberadaannya terus dipertahankan demi kenyamanan publik.

“Mutu pelayanan nya bisa ditingkatkan lagi, lebih bagus kalau sambil baca buku itu ada kopi atau makanan ringan gitu, kita nunggu antrian sambil baca buku, sambil ngemil, otak terisi perut-pun terisi begitu hahaha” gurau Ahmad diakhir.

Reporter: Chalilla Salsabila

Integrasikan 32 Layanan Publik, MPP Kota Bandung Panen Apresiasi Warga Hingga Sabet Penghargaan Tertinggi

 Vokaloka, Bandung - Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bandung terus menunjukkan kinerjanya dalam menyatukan berbagai urusan administrasi masyarakat dalam satu atap. Berawal dari 28 instansi saat dibuka pada tahun 2022, kini MPP Kota Bandung telah berkembang mengintegrasikan 32 instansi dan bertahap menuju 35 layanan publik.

Ketua Tim Kerja MPP Kota Bandung, Dicky Surya Lora, menjelaskan bahwa latar belakang pendirian MPP adalah memberikan kemudahan serta aksesibilitas bagi warga agar tidak perlu berpindah-pindah kantor untuk mengurus berbagai dokumen.

"Latar belakangnya untuk memberikan kemudahan ke masyarakat. Menyatukan seluruh layanan dalam satu jangkauan, jadi tidak usah pindah-pindah kantor. Dahulu mau ngurus izin usaha ke Cianjur, perdagangan ke Dinas Perdagangan, bangunan ke ATR/BPN, hingga ekspor-impor ke Bea Cukai. Sekarang di sini semuanya bisa langsung dan paralel," ujar Dicky.

Dicky menambahkan, kunci keberhasilan dan pengembangan MPP Kota Bandung terletak pada komitmen pimpinan daerah serta kolaborasi antar-instansi, baik secara formal maupun informal. Atas konsistensi tersebut, MPP Kota Bandung berhasil meraih penghargaan kategori 5 penghargaan tertinggi pelayanan publik dari Deputi Pelayanan Publik KemenPAN-RB secara berturut-turut (back-to-back).

Manfaat integrasi layanan di MPP Kota Bandung dirasakan langsung oleh masyarakat. Ina, Santi, dan Nia, warga yang sedang mengurus Kartu Identitas Anak (KIA) serta akta, mengaku sangat terbantu dengan kepraktisan dan keramahan petugas.

Ina, yang juga aktif sebagai pengurus RW, mengungkapkan bahwa lokasi MPP sangat strategis dan memangkas birokrasi yang rumit. Ia bahkan kerap mengarahkan warga di lingkungannya untuk mengurus dokumen langsung ke MPP.

"Ke sini lebih praktis dan dekat dibanding ke kantor kecamatan. Prosedurnya mudah, kalau ada berkas yang kurang gitu selalu dibimbing dan petunjuknya jelas. Petugasnya juga gercep (gerak cepat) dan ramah, jadi kita ga takut kalo mau nanya, bikin betah," puji Ina.

Selain kemudahan prosedur, kepastian waktu pelayanan juga menjadi nilai tambah. Dokumen sering kali dapat diproses cepat dan langsung dikirimkan melalui surel (email) pada hari yang sama.

Meskipun mendapat respon positif dari masyarakat, pihak pengelola menyadari adanya tantangan dalam hal pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM). Dicky berharap ke depannya MPP Kota Bandung dapat bertransformasi dari struktur kesekretariatan menjadi Satuan Kerja (Satker) atau unit pelayanan khusus agar mandiri secara pengelolaan anggaran dan operasional.

Sementara itu, warga berharap kualitas pelayanan yang ramah, efisien, dan solutif ini dapat menular ke tingkat pelayanan dasar lainnya seperti kelurahan, sehingga masyarakat tidak lagi enggan atau malas dalam mengurus dokumen kependudukan.

Reporter: Chalilla Salsabila

Ketua Posyandu Mawar A Cipadung Nilai Rembuk Stunting di Kecamatan Cibiru Tambah Pemahaman Kader


 Vokaloka, Bandung – Kegiatan Rembuk Stunting yang diselenggarakan Kecamatan Cibiru di Aula Kantor Kecamatan Cibiru, Kamis (15/10/2026), memberikan tambahan pemahaman bagi kader posyandu mengenai upaya pencegahan dan penanganan stunting. Kegiatan tersebut diikuti perwakilan posyandu dari seluruh wilayah Kecamatan Cibiru.

Salah satu peserta, Elia Astuti, Ketua Posyandu Mawar A RW 15 Cipadung, mengatakan bahwa keikutsertaannya dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawabnya sebagai ketua posyandu. Ia perlu mengetahui perkembangan kondisi stunting di wilayahnya, termasuk jumlah kasus dan kemungkinan penurunannya.

“Karena kegiatan ini sesuai dengan tugas saya sebagai ketua posyandu. Saya perlu mengetahui kondisi stunting di wilayah sendiri, termasuk jumlah kasusnya dan apakah ada penurunan atau tidak,” ujar Elia.

Menurut Elia, kegiatan Rembuk Stunting memberikan informasi mengenai berbagai upaya dan solusi yang dapat dilakukan untuk menurunkan angka stunting. Ia juga memperoleh kesempatan untuk mengetahui perkembangan kondisi stunting di wilayah Cipadung yang disebutnya telah mengalami penurunan.

“Dari kegiatan ini, saya mendapatkan informasi mengenai upaya dan solusi yang bisa dilakukan untuk menurunkan angka stunting. Alhamdulillah, angka stunting di wilayah kami sudah mengalami penurunan,” katanya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut membantu meningkatkan pemahamannya mengenai langkah-langkah pencegahan stunting. Meskipun edukasi serupa juga sering diperoleh melalui kelurahan dan puskesmas, kegiatan di tingkat kecamatan tetap memberikan tambahan informasi bagi kader posyandu.

Elia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan agar upaya pencegahan stunting semakin optimal dan angka stunting terus mengalami penurunan.

“Harapannya, angka stunting bisa terus menurun dan semakin banyak anak yang terbebas dari stunting. Mudah-mudahan upaya yang sudah dilakukan bisa memberikan hasil yang lebih baik,” pungkasnya.

Reporter: Idah Nurhamidah


Dorong Pencegahan dan Penanganan Stunting, Kecamatan Cibiru Gelar Rembuk Stunting


 Vokaloka, Bandung – Kecamatan Cibiru menggelar kegiatan Rembuk Stunting di Aula Kantor Kecamatan Cibiru, Kamis (15/10/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Kecamatan, Mohamad Afghan Ridho, S.H., M.H. yang mewakili Camat Cibiru, anggota DPRD Kota Bandung Dapil 3, Bapak Aswan Asep Wawan, S.E, Lurah di wilayah Kecamatan Cibiru, Kepala UPT Puskesmas, serta perwakilan posyandu dari seluruh wilayah Kecamatan Cibiru.

Kegiatan tersebut menjadi forum untuk membahas upaya pencegahan dan penanganan stunting melalui keterlibatan berbagai pihak, khususnya kader posyandu. Dalam kegiatan ini, para kader juga didorong untuk menyampaikan gagasan dan masukan terkait kebutuhan serta kondisi di wilayah masing-masing.

Dalam sambutannya, anggota DPRD Kota Bandung Dapil 3, Bapak Aswan, mendorong penguatan dukungan anggaran bagi PKK dan Posyandu. Ia menyampaikan bahwa dirinya akan memperjuangkan penganggaran bagi kedua lembaga tersebut pada 2027 sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan para kader di masyarakat.

“Insyaallah nanti saya berjuang untuk mengagendakan anggaran PKK dan Posyandu di 2027,” ujar Bapak Aswan.

Selain mendorong dukungan anggaran, Bapak Aswan berharap kegiatan Rembuk Stunting tidak hanya dilaksanakan di tingkat kecamatan, tetapi juga diagendakan hingga tingkat kelurahan. Menurutnya, kegiatan tersebut perlu menghasilkan laporan perkembangan stunting di setiap wilayah agar upaya penanganan dapat dipantau dan dievaluasi.

“Jadi ini saya harap kegiatan ini tidak hanya skala kecamatan saja, kalau bisa di kelurahan juga agendakan Rembuk Stunting ini. Jadi hasilnya jelas berapa sih di setiap RW-nya dan di setiap kelurahannya,” ungkapnya.

Dari sisi peserta, Elia Astuti, Ketua Posyandu Mawar A RW 15 Cipadung, menilai kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi kader posyandu, terutama dalam menambah informasi mengenai langkah yang dapat dilakukan untuk menurunkan angka stunting. Menurutnya, kegiatan ini juga memberikan tambahan pemahaman mengenai solusi pencegahan stunting.

“Iya cukup membantu. Setidaknya saya mendapatkan tambahan pemahaman mengenai langkah-langkah dan solusi yang bisa dilakukan untuk mencegah serta menurunkan angka stunting,” ujar Elia.

Elia berharap berbagai upaya yang dilakukan melalui kegiatan tersebut dapat memberikan hasil yang lebih baik dan mendorong penurunan angka stunting. Ia juga menilai edukasi kepada masyarakat perlu terus dilakukan karena pemahaman orang tua balita mengenai stunting masih beragam.

“Harapannya lebih baik lagi ya untuk penghapusan stunting, maunya sih begitu. Tapi ya bagaimana kondisi juga. Jadi harapannya ya minimal ada penurunan angka stunting,” pungkasnya.

Reporter: Idah Nurhamidah


Dorong UMKM Naik Kelas, DKP Gelar Bazar Ikan dan Pembinaan secara Gratis

 

Vokaloka, Bandung - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jawa Barat menggelar bazar produk kelautan dan perikanan secara rutin setiap bulan pada Jumat pertama sebagai ruang pemasaran dan pembinaan gratis bagi UMKM di Jawa Barat (02/10/26). Kegiatan tersebut digelar untuk membantu pelaku usaha memperkenalkan produk sekaligus memperluas pasar.

 “Bazar Promosi Produk Kelautan dan Perikanan Ini untuk digelar rutin tiap hari Jumat pertama di setiap bulan guna memasarkan produk perikanan di Jawa Barat dan membantu usaha-usaha kecil agar bisa naik kelas,” ujar Analis Pasar Hasil Perikanan Ahli Pertama, Nur Sabani Komarudin.

Dalam pelaksanaannya, DKP menyediakan sekitar 30 stan untuk pelaku usaha perikanan dan 20 stan bagi pelaku usaha lainnya. Keikutsertaan serta fasilitas stan tersebut diberikan tanpa dipungut biaya. “Pelaku usaha kecil yang mengikuti bazar tidak perlu membayar,” jelas Sabani.

Selain menyediakan tempat pemasaran, DKP memberikan pembinaan terkait penanganan bahan baku, pengolahan, pengemasan, pemasaran hingga pencatatan usaha. Pendampingan juga dilakukan untuk memastikan produk yang dipasarkan memenuhi standar kualitas. “Tugas Kami hanya memfasilitasi dan mengawasi, memberikan pembinaan serta melakukan pemeriksaan,” ujar Sabani.

Salah satu pelaku UMKM, Apri Dwi Harini, telah mengikuti bazar tersebut dalam waktu yang cukup lama melalui kelompok usaha kecil perikanan. Ia menjual berbagai produk olahan perikanan, seperti makanan frozen, otak-otak dan bakso ikan. “Saya sudah lama ikut dan biasanya mendapat undangan melalui kelompok usaha kecil perikanan,” ujar Apri.

Menurut Apri, otak-otak menjadi produk yang paling banyak diminati pelanggan. Meskipun jumlah pengunjung belakangan lebih sedikit dibanding sebelumnya, penjualan tetap berlangsung melalui pemesanan setelah bazar. “Banyak yang pesan untuk nanti dikirim, ada juga yang membeli untuk dijual lagi ke komunitas atau kelompok mereka,” ujarnya.

Keikutsertaan dalam bazar juga membantu produk Apri dikenal oleh konsumen dari sejumlah daerah, seperti Bekasi, Bandung dan Bogor. Ia mengatakan produknya juga kerap dibeli pelanggan untuk dijadikan oleh-oleh. “Alhamdulillah, ini sangat membantu saya, jadi seakan usaha saya ini jadi makin terkenal, dan ga hanya jualan, kami juga dibina dan diarahkan, dan itu semua tanpa dipungut biaya,” ujar Apri.

Sabani mengatakan bazar tidak hanya ditujukan untuk memperoleh keuntungan dari transaksi selama kegiatan berlangsung. Pelaku usaha didorong menggunakan kesempatan tersebut untuk memperkenalkan produk dan membangun jaringan pelanggan. “Stan ini diberikan secara gratis, tetapi tujuannya bukan untuk mencari uang di sini, melainkan mencari pasar,” ujarnya.

Kegiatan tersebut mulai berkembang menjadi agenda rutin bulanan sejak tahun 2015 setelah pelaku usaha meminta adanya kegiatan berkelanjutan untuk memasarkan produk mereka. Dalam salah satu pelaksanaan, total penjualan seluruh pelaku usaha disebut pernah mencapai sekitar Rp200 juta. “Kami yang menyelenggarakan kegiatannya, pendapatannya milik mereka, bukan kembali pemerintah, kami tidak pernah mengambil keuntungan sepeserpun karena tugas kami disini hanya memfasilitasi dan membantu membina” tegas Sabani.

Meski memberikan manfaat bagi UMKM, pelaksanaan bazar masih menghadapi sejumlah kendala, seperti keterbatasan lahan parkir, kualitas produk yang belum konsisten dari sebagian pelaku usaha baru, keterbatasan anggaran dan persoalan sampah. Bagi Apri, jarak dari rumahnya ke tempat bazar juga menjadi tantangan karena ia harus berangkat pada malam hari. “Kalau hambatan mungkin terkait jarak ya, karena saya dari Bekasi, jadi harus dari malam perjalanan menuju kesini,” ujarnya.

Apri berharap bazar tetap digelar setiap bulan dan tidak dihentikan karena kegiatan tersebut menjadi salah satu ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk dan mendapatkan pelanggan baru. “Harapannya sih kegiatan bazar ini tetap ada setiap bulan, jangan sampai dihentikan, karena sangat membantu bagi kita para pengusaha kecil untuk bisa naik kelas” ujar Apri. 

Reporter: Muhammad Naufal Fathoni

DKP Jabar dan KKP Gandeng UMKM Perikanan Pasok Protein Ikan untuk Program MBG

 

Vokaloka, Bandung — Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Barat berkolaborasi dengan Direktorat Pemberdayaan Usaha Ditjen PDS PKP Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggelar kegiatan kampanye jaminan mutu dan keamanan hasil kelautan dan perikanan, pada Jumat (2/10/2026) di Aula DKP Jawa Barat, Bandung.

Kegiatan ini mempertemukan langsung para pelaku UMKM perikanan lokal dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari Badan Gizi Nasional (BGN). Langkah ini dilakukan guna memperkuat rantai pasok protein ikan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), sekaligus mendongkrak angka konsumsi ikan masyarakat Jawa Barat yang terbilang masih rendah.

Kepala DKP Provinsi Jawa Barat, Rini Cempaka, mengungkapkan bahwa pola konsumsi protein masyarakat Jawa Barat saat ini masih didominasi oleh telur dan daging ayam, sehingga tingkat konsumsi ikannya masih tertinggal jika dibandingkan dengan wilayah Indonesia bagian timur.

"Konsumsi ikan di Jawa Barat saat ini masih rendah. Kalau dibandingkan dengan Indonesia bagian timur, ini sangat jauh. Jawa Barat terkenal masyarakatnya senang makan telur, ayam, dan daging, sementara untuk ikan masih kurang," ujar Rini.

Melalui sinergi bersama SPPG, Pemprov Jabar menargetkan menu berbasis ikan segar dapat disajikan secara rutin kepada anak-anak sekolah setiap minggunya.

"Fungsi SPPG ini memastikan ikan hadir dan dimakan oleh anak-anak di piringnya setiap minggu," tambah Rini.

Untuk mengatasi keengganan anak-anak mengonsumsi ikan akibat takut tertelan duri, DKP Jabar mengimbau para pelaku UMKM dan dapur pengolah untuk memvariasikan bentuk olahan ikan, seperti penggunaan teknologi duri lunak (presto) hingga produk filet ikan nila dan patin yang kini mulai menjadi favorit di sejumlah dapur MBG.

Sementara itu, Direktur Pemberdayaan Usaha Ditjen PDS PKP KKP, Ali Rahmat Iman Santoso, menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk memfasilitasi UMKM perikanan agar mampu memenuhi kualifikasi standar rantai pasok nasional. 

Selain penerapan rantai dingin (cold chain) yang ketat, UMKM pemasok diwajibkan mengantongi sertifikasi mutu seperti HACCP atau Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP).

"Nanti kita bisa berkolaborasi bersama-sama melihat keberhasilan UMKM. Kita dorong pembiayaan dan pendampingan agar pasokan ikan terjamin dan berkualitas," tegas Ali.

Melalui kegiatan ini, DKP Jabar dan KKP berharap pasokan bahan baku dari nelayan dan pembudidaya lokal dapat terserap secara optimal, sekaligus mendukung terbentuknya generasi muda yang sehat dan cerdas lewat pemenuhan gizi protein ikan."Mari kita cerdaskan bersama, karena Jawa Baratnya saja sudah cerdas, insyaallah se-Indonesia pun ikut cerdas," tutup Rini .

Reporter: Muhammad Naufal Fathoni

Pemdes Cibiru Hilir Bahas Tupoksi dan Anggaran Bersama Lembaga Desa

 


Vokaloka, Bandung - Pemerintah Desa Cibiru Hilir menggelar rapat koordinasi bersama lembaga desa pada Rabu (7/10/2026), di Gedung Serba Guna Desa Cibiru Hilir. Kegiatan ini bertujuan memperkuat koordinasi dan sinergi dalam mendukung pembangunan desa.

Kasi Pemerintahan Desa Cibiru Hilir, Wahyu, menjelaskan bahwa rapat tersebut menjadi sarana untuk menyamakan persepsi antara pemerintah desa dan lembaga desa.

“Intinya koordinasi itu menyatukan persepsi antara pemerintah desa dan lembaga-lembaga desa, baik itu di bidang kemasyarakatannya, pembangunannya, dan lain sebagainya yang terkait dengan desa,” ujar Wahyu.

Agenda rapat meliputi penyampaian permohonan maaf kepala desa atas kekurangan koordinasi, penguatan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) lembaga, serta pembahasan anggaran dalam Daftar Rincian Kegiatan (DRK). Wahyu menjelaskan bahwa pembahasan tupoksi bertujuan memperjelas tugas setiap lembaga desa.

“Kemudian, selanjutnya pemaparan kaitan tupoksi, penguatan lagi bahwasannya lembaga desa itu tupoksinya seperti apa,” jelas Wahyu.

Selain itu, pemerintah desa memaparkan alokasi anggaran kepada masing-masing lembaga agar pembagiannya diketahui secara jelas.

“Misalkan di lembaga A mendapat anggarannya segian, itu disampaikan ke lembaganya langsung, ke lembaga B mendapat sekian,” kata Wahyu.

Rapat tersebut melibatkan sejumlah lembaga, di antaranya PKK, LPMD, Puskesos, PSM, RDS, Pos KB, dan Karang Taruna. Setiap lembaga memiliki tugas berbeda dalam mendukung kegiatan desa. Wahyu menyebutkan bahwa peran lembaga disesuaikan dengan bidang masing-masing, mulai dari sosial hingga pembangunan.

“Puskesos di sosialnya, LPMD di pembangunannya, BUMDES di usahanya,” ungkap Wahyu.

Dalam pembahasan anggaran, perbedaan alokasi menjadi salah satu hal yang dibicarakan. Penentuan anggaran mempertimbangkan kewenangan desa dan skala prioritas, sehingga menurut Wahyu, kendala yang muncul tidak terlalu mendesak.

“Jadi kalau secara kendala lah, ya Alhamdulillah nggak begitu urgent,” tutur Wahyu.

Secara umum, mayoritas peserta menyetujui hasil pembahasan, meskipun beberapa hal masih perlu didiskusikan kembali. Melalui musyawarah dan koordinasi, pemerintah desa berharap seluruh lembaga dapat bersinergi dan berkolaborasi dalam membangun Desa Cibiru Hilir.

Reporter : Syifa Apiah Bilqis

Apel Pagi Bernuansa Sunda, Kantah Kota Bandung Perkuat Kedisiplinan dan Pelayanan

 


Vokaloka, Bandung– Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Bandung menggelar apel pagi dengan mengenakan pakaian adat Sunda pada Kamis (8/10/2026) di halaman kantor. Kegiatan ini dipimpin Kepala Kantor Pertanahan Kota Bandung, Yayat Ahadiat Awaludin, S.SiT., M.H., dan diikuti pegawai serta peserta magang.

Para pegawai laki-laki mengenakan pakaian Sunda lengkap dengan iket, sedangkan sejumlah pegawai perempuan memakai kebaya. Kegiatan rutin setiap Kamis ini menjadi salah satu upaya melestarikan budaya lokal sekaligus mempererat kebersamaan di lingkungan kerja.

Dalam arahannya, Yayat mengingatkan pegawai untuk bertanggung jawab dalam mengelola dokumen pertanahan, terutama saat menerima permintaan data atau keterangan dari pihak berwenang. Ia menegaskan pentingnya menjaga data yang dipercayakan masyarakat.

“Ingat, kita bukan sebagai saksi fakta, kita adalah saksi data, pengampu data amanat yang diberikan oleh masyarakat kepada kita,” tegas Yayat.

Selain itu, Yayat mengapresiasi dedikasi pegawai yang tetap berupaya menyelesaikan pekerjaan, termasuk ketika harus bekerja hingga malam hari. Menurutnya, kontribusi seluruh pegawai berperan penting dalam menghadapi berbagai persoalan pelayanan pertanahan.

“Saya ucapkan terima kasih banyak atas kontribusinya, atas dedikasinya dalam melaksanakan tugas,” ujarnya.

Melalui apel pagi tersebut, Yayat berharap seluruh pegawai terus meningkatkan kualitas pelayanan, menjaga tanggung jawab, serta menjalankan tugas sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan ketentuan yang berlaku.

Reporter : Silvi Angraini Piliang



Kepala Kantah Kota Bandung Tekankan Ketertiban Administrasi dan Pelayanan Publik

 

Vokaloka, Bandung – Kepala Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Bandung, Yayat Ahadiat Awaludin, S.SiT., M.H., menyampaikan sejumlah arahan dalam apel pagi pada Kamis (08-10-2026). Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya ketertiban administrasi, penjagaan dokumen pertanahan, serta peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Yayat mengingatkan pegawai agar segera menanggapi surat dan permintaan data yang berkaitan dengan tugas kantor, terutama yang berasal dari pemegang hak, kuasanya, maupun instansi pemerintah terkait. Ia menilai ketepatan dalam memberikan jawaban merupakan bagian dari tanggung jawab pelayanan.

“Saya berharap teman-teman, terutama para Kasi, Kasub, jika ada surat yang meminta jawaban, apalagi data, kalau misalnya yang bersangkutan adalah pemegang haknya atau kuasanya atau instansi pemerintah yang berkaitan dengan tugas dan fungsinya, APH, segera jawab.”

Selain itu, Yayat mengingatkan bahwa dokumen pertanahan harus dijaga karena menjadi amanah yang dipercayakan kepada kantor. Warkah dan buku tanah merupakan bagian penting dari data pertanahan sehingga pengelolaannya perlu dilakukan secara bertanggung jawab.

“Ingat, kita bukan sebagai saksi fakta, kita adalah saksi data, pengampu data amanat yang diberikan oleh masyarakat kepada kita, ya, oleh instansi pemerintah, oleh badan hukum. Warkah dan buku tanah itu adalah amanah yang diberikan.”

Dalam arahannya, Yayat juga menyinggung penerapan kebijakan baru, termasuk penggunaan sistem geotagging. Ia memahami bahwa pelaksanaan kebijakan baru dapat menghadapi kendala pada tahap awal. Karena itu, persoalan yang muncul perlu disikapi dengan baik agar proses penerapannya dapat berjalan lebih lancar.

“Tidak apa-apa, sebenarnya itu hal yang biasa, gitu ya, dalam mengimplementasikan kebijakan baru pasti akan selalu ada... apa, ada guncangan sedikit, gitu. Dan itu pasti akan dialami.”

Yayat turut menekankan pentingnya kerja sama antara Kantah Kota Bandung dan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) dalam menghadapi kendala pelayanan. Menurutnya, komunikasi dan diskusi menjadi langkah penting untuk mencari penyelesaian bersama, dengan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat.

“Kita sama-sama mitra, ya. Kami melayani, kami puas, Anda juga puas, gitu kan, masyarakat juga puas. Kalau misalnya ada kendala, kita diskusikan bersama-sama.”

Melalui arahan tersebut, Yayat mengingatkan agar pegawai tetap menjalankan tugas sesuai prosedur dan peraturan yang berlaku. Ia berharap koordinasi yang baik, pengelolaan dokumen yang bertanggung jawab, serta komunikasi dengan pihak terkait dapat mendukung pelayanan pertanahan yang lebih baik kepada masyarakat.

Reporter : Silvi Angraini Piliang

Program SKB Beri Harapan Baru bagi Anak Putus Sekolah

 


Vokaloka, Cimahi – Ridwan (17), remaja putus sekolah asal Kelurahan Utama, bersama dua adiknya mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) di Sentra Abiyoso, Ridwan mengikuti program pendidikan kesetaraan Paket A yang setara sekolah dasar (SD), Cimahi, Sabtu (10/10/2026). Kegiatan itu dibuka Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono secara virtual. Mereka kembali belajar lewat jalur pendidikan kesetaraan setelah sekian lama berhenti sekolah, dan tawaran itu datang dari pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) yang mendatangi rumah mereka.

Ridwan sempat mengira jalannya kembali ke sekolah sudah tertutup. Ia pernah mengikuti pendidikan kesetaraan di sebuah PKBM di kampungnya. Setelah semua rampung, ijazahnya tak pernah diberikan, dan gurunya pun ikut menghilang. Ia berhenti dan tak tahu harus ke mana lagi.

Jalan menuju SKB tidak langsung mulus. Seorang kerabat pernah menawarinya masuk SKB, tetapi ia menolak. Alasannya sederhana: ia belum punya teman di sana. “Nanti aja, Pak,” begitu kira-kira jawabnya waktu itu. Belakangan ia berubah pikiran. “Sangat bahagia, senang,” katanya saat ditanya perasaannya bisa kembali bersekolah.

Soal masa depan, Ridwan tak berbelit. Ia ingin menjadi tentara dan membahagiakan orang tuanya. “Harapannya senang terus, bisa jadi cita-cita,” ujarnya.
Di balik semangat Ridwan ada ibunya, Asri Nova. Ia tak hanya mengantar Ridwan. Dua adik Ridwan, Riki Adhikara (14) dan Muhammad Abdul Rahman yang hampir berusia 7 tahun, juga ikut belajar di Paket A. Tiga anaknya kini bersekolah di tempat yang sama.

Asri Nova mengenal SKB dari pendamping PKH. Petugas itu datang ke rumah, bertanya apakah anak-anaknya benar tidak sekolah, lalu menawarkan mereka belajar di sentra. “Kebetulan anaknya mau, semangat,” kata Asri Nova.

Sebelumnya, anak-anaknya sempat rajin belajar bersama seorang pengajar di kelurahan. Setelah pengajar itu pindah, kegiatan belajar terhenti. Mereka sesekali ikut belajar seminggu sekali di pasar, tetapi tak bertahan lama. Karena itu tawaran SKB dianggapnya datang pada waktu yang tepat. “Ini kesempatan emas buat anak-anak untuk menggapai mimpi,” ujarnya.

Ibu delapan anak laki-laki ini tak muluk-muluk soal harapan. Ia ingin anak-anaknya menjadi anak yang pintar dan cita-citanya tercapai. Baginya, akses pendidikan adalah hal yang sangat penting. Ia juga menitipkan terima kasih kepada Menteri Sosial karena program ini menyentuh anak-anak yang putus sekolah.

Dalam sambutannya, Wamensos Agus Jabo menyebut masih ada sekitar 4,1 juta anak di Indonesia yang belum bersekolah, menurut data BPS. SKB hadir untuk membantu mereka kembali belajar. “Tugas kita membantu mewujudkan impian anak-anak. Setelah didampingi, mereka bisa membanggakan dan mengangkat derajat orang tuanya,” katanya. Bagi Ridwan dan adik-adiknya, harapan itu kini mulai berjalan.

Reporter : Muhammad Aqila Diaurrahman


Petugas Kebersihan RW 09 Kecamatan Cibiru Jalankan Pengangkutan Sampah Setiap Pekan


 Vokaloka, Bandung – Di tengah meningkatnya jumlah sampah di lingkungan masyarakat, petugas kebersihan RW 09 Kecamatan Cibiru menjalankan tugas pengangkutan sampah pada Selasa (13/10/2026) sebagai upaya dalam menjaga kebersihan lingkungan warga.

Pengangkutan sampah dilakukan satu kali dalam seminggu dengan menyasar empat RT di wilayah RW 09. Sampah yang berasal dari rumah warga, kos-kosan, dan warung dikumpulkan menggunakan mobil pengangkut untuk kemudian dibawa ke tempat pembuangan akhir di Pangaritan.

Bayo, salah satu petugas kebersihan, mengatakan bahwa volume sampah saat ini semakin meningkat, terutama karena bertambahnya jumlah mahasiswa yang tinggal di wilayah tersebut. Kondisi ini terkadang membuat kapasitas mobil tidak mencukupi sehingga sebagian sampah harus menunggu pengangkutan berikutnya.

“Sekarang kan sampahnya banyak, karena mahasiswanya juga banyak. Kadang yang lainnya enggak ke angkut semua. Kalau enggak ke angkut, berarti diangkutnya di minggu depannya lagi,” ujar Bayo.

Di sisi lain, Bayo berharap masyarakat mulai memiliki kesadaran untuk memilah sampah sejak dari rumah. Menurutnya, pemisahan sampah basah dan kering serta organik dan anorganik dapat mempermudah pekerjaan petugas dan membuat proses pengangkutan lebih efektif.

“Harapan saya sebagai pengangkut sampah, masyarakat harus lebih paham mana sampah basah, mana sampah kering, organik dan nonorganik, harus dipilah. Jadi lebih memudahkan pengangkutan,” ungkap Bayo.

Saat ini, terdapat tiga petugas yang menangani pengangkutan sampah di RW 09, dengan pembagian satu orang sebagai sopir dan dua orang lainnya bertugas mengangkut sampah. Bagi Pak Bayo, pekerjaan tersebut juga menjadi sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. “Yang pertama karena kebutuhan. Terus yang kedua, karena enggak ada lagi orang yang mau di wilayah ini yang terjun angkut sampah, jadi itu intinya,” pungkasnya.

Reporter: Idah Nurhamidah


Kepengurusan Baru RT dan RW 15 Desa Cibiru Hilir Resmi Dilantik

 


Vokaloka, Bandung - Pemerintah Desa Cibiru Hilir, Kabupaten Bandung, melantik lima Ketua RT dan RW 15 pada Kamis (01/10/2026) di Aula Serba Guna Desa Cibiru Hilir. Pelantikan tersebut dilakukan setelah proses pemilihan dan penetapan kepengurusan baru untuk mengesahkan ketua RT dan RW terpilih agar dapat menjalankan tugas di wilayahnya.

Wahyu, Kasi Pemerintahan Desa Cibiru Hilir, menjelaskan pelantikan merupakan bagian dari proses pengesahan bagi Ketua RT dan Ketua RW yang telah terpilih. Pengesahan dilakukan melalui penerbitan Surat Keputusan (SK) dan pelantikan oleh Kepala Desa.

"Ketika sudah terpilih, proses pengesahannya itu kan SK sama pelantikan. Jadi ketika dilantik sama Kepala Desa, itu otomatis dia sudah sah menjabat sebagai Ketua RT dan Ketua RW," ujar Wahyu.

Pelantikan kali ini hanya dilakukan untuk kepengurusan RT dan RW 15 karena masa jabatan kepengurusan sebelumnya telah berakhir pada 3 September 2026. Kepengurusan RT dan RW lainnya belum mengikuti pelantikan karena masa jabatannya masih berlangsung.

"Yang habis masa jabatannya cuma RW 15, Ketua RT sama RW 15. Jadi yang dilantik pada saat itu yang Ketua RT RW 15," kata Wahyu.

Lima orang yang dilantik terdiri atas Ketua RT 1, Ketua RT 2, Ketua RT 3, Ketua RT 4, dan Ketua RW 15. Sebelumnya, pemilihan Ketua RT dan Ketua RW 15 telah dilaksanakan pada 26 September 2026.

"Di pemilihan dulu, tanggal 26 September itu pemilihan Ketua RT sama Ketua RW. Terpilih Ketua RT sama Ketua RW, di SK kan tanggal 28 September," ujar Wahyu.

Setelah pemilihan, kepengurusan terpilih ditetapkan melalui SK bertanggal 28 September 2026. SK tersebut ditetapkan terlebih dahulu untuk memenuhi kebutuhan pelaporan kepada DPMD dan pengajuan insentif yang batas waktunya tidak melewati September. Selanjutnya, para ketua mengikuti pelantikan pada 1 Oktober 2026.

"Masa jabatannya lima tahun. Terhitung dari SK terbit, SK terbit itu tanggal 28 September, berarti lima tahun berikutnya tanggal 28 September 2031," kata Wahyu.

Pelantikan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, mulai dari pembukaan dan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan pengucapan sumpah, penandatanganan berita acara, sambutan Kepala Desa, sambutan Ketua RW lama dan Ketua RW baru, hingga serah terima jabatan.

"Sumpahnya menyatakan bahwasannya dia tuh bersedia untuk menjadi Ketua RT dengan sejujur-jujurnya, seadil-adilnya, berdasarkan undang-undang yang berlaku bagi negara, daerah sama desa," ujar Wahyu.

Masa jabatan para Ketua RT dan RW yang dilantik berlangsung selama lima tahun, terhitung sejak tanggal penerbitan SK pada 28 September 2026 hingga 28 September 2031. Ketentuan tersebut mengacu pada Permendagri Nomor 18 Tahun 2018 tentang Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD).

Setelah dilantik, para Ketua RT dan RW bertugas mengurus wilayah serta warga di lingkungan masing-masing. Pemerintah desa juga menempatkan RT dan RW sebagai bagian yang membantu Kepala Desa dalam urusan administrasi pada tingkat wilayah terkecil.

"Harapannya mudah-mudahan bisa sinergi, kolaborasi, bisa sama-sama membangun wilayah-wilayahnya di Desa Cibiru Hilir," kata Wahyu.


Repoter: Syifa Apiah Bilqis


Bermodal Konsistensi dan Rasa Lelah Tim Senam SRMP Sentra Abiyoso Tembus Podium Kota Cimahi

 


Vokaloka, Cimahi – Lima siswi Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) Sentra Abiyoso, yakni Hasna, Ainun, Agnia, Nabilah, dan Natasha, meraih juara dua dalam lomba senam tingkat Kota Cimahi di Alun-alun Kota Cimahi, Minggu (27/9/2026).

Lomba tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) ke-43 tingkat Kota Cimahi Tahun 2026. Acara diselenggarakan Disbudparpora Kota Cimahi bersama KORMI Kota Cimahi dan dibuka langsung oleh Wali Kota Cimahi Ngatiyana.

Juara dua itu diraih lewat persiapan yang tidak mudah. Para siswi berlatih setiap hari sepulang sekolah selama sekitar dua setengah minggu, dengan semangat yang kadang naik turun.

"Banyak banget perjuangannya. Lumayan capek juga," ujar Hasna.
Meski belum meraih juara pertama, para siswi tidak menyembunyikan rasa bangga. Mereka juga mengaku tidak menduga akan sampai pada hasil tersebut.

"Bangga banget bisa bawa nama baik sekolah. Tapi kaget juga, enggak nyangka," ucap Agnia.
Tim ini dilatih oleh dua guru pendamping, Fiya, yang juga guru Informatika, dan Tamara. Fiya menuturkan, pembentukan tim dimulai dari kemauan siswi sendiri, bukan penunjukan. Ia memulai dari siapa yang bersedia, lalu menyeleksi dan membagi mereka ke dalam tim.

"Kalau kita tunjuk, belum tentu anaknya mau," ujar Fiya.
Latihan digelar konsisten pukul 15.30 hingga 17.00, langsung setelah pulang sekolah. Waktunya dibatasi karena para siswi tinggal di asrama dan harus bersiap setelah pukul 17.00.

"Karena jam lima sudah masuk jam asrama. Anak-anak harus ganti baju, mandi, dan lain sebagainya," kata Fiya.
Menurut Fiya, tantangan terbesar dalam melatih ada pada suasana hati anak. Semangat para siswi tinggi di minggu pertama, lalu mulai menurun di minggu kedua karena lagu dan gerakan yang sama diulang terus.

"Minggu pertama anak-anak semangat. Minggu kedua mulai turun, mungkin bosan," tutur Fia.
Persiapan juga diwarnai kendala lain. Sejumlah siswi sempat sakit akibat cuaca yang tidak menentu, dan aturan lomba berubah saat technical meeting sehingga tim harus menyiapkan ulang dalam waktu tiga hari.

"Anak-anak banyak yang sakit, demam. Kadang panas, kadang hujan. Ternyata aturannya berubah lagi, jadi harus menyiapkan ulang dalam waktu tiga hari," kata Fiya.
Meski begitu, tim mampu menyesuaikan diri dan tampil hingga meraih podium.
"Alhamdulillah ternyata bisa," lanjutnya.

Ke depannya, Fiya berharap semangat para siswi tetap terjaga dan makin konsisten di lomba-lomba berikutnya. Ia juga berharap semua tim yang diberangkatkan sekolah bisa membawa pulang piala.
"Semoga anak-anak masih semangat mengikuti berbagai macam lomba, lebih konsisten lagi," tutur Fiya.

Para siswi pun berharap pengalaman bertanding di Alun-alun Cimahi bisa menjadi bekal untuk tampil lebih baik di lomba berikutnya.

Reporter: Muhammad Aqila Diaurrahman




Festival Band Pelajar Se-Jawa Barat 2026 Hadirkan 10 Finalis Terbaik

image.png

 

Vokaloka, Bandung – Festival Band Pelajar se-Jawa Barat 2026 resmi dibuka oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DISPUSIPDA) Provinsi Jawa Barat, Kusmana Hartadji, Kamis (17/9/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian Festival Literasi Jawa Barat 2026.

Sebanyak 10 band tingkat SMA/SMK dari berbagai daerah di Jawa Barat tampil dalam babak grand final. Mereka akan bersaing memperebutkan juara pertama, kedua, dan ketiga.

Kesepuluh finalis tersebut terdiri atas Starwave dari SMAN 1 Cibadak, Ardiyasa Tone dari SMAN 1 Parigi, SMAN 3 Music Unity dari SMAN 3 Bogor, Ensamble Technique dari SMKN 2 Banjar, Renjana Band dari SMKN 10 Bandung, Roses of Ruin dari SMAN 1 Cineam, Api & Lentera dari SMAN 1 Kota Sukabumi, Afterschool Band dari SMAN 1 Pangandaran, Dua Bernada dari SMAN 2 Cimahi, serta Nuansa dari SMAN 1 Ciamis.

Festival tersebut turut dihadiri pendukung dari berbagai sekolah dan masyarakat umum yang ingin menyaksikan penampilan para finalis. Kehadiran penonton membuat suasana kompetisi semakin meriah.

Salah seorang penonton, Jauhar, mengaku terkesan dengan penampilan para peserta. Ia menilai setiap band memiliki penampilan yang menarik sehingga sulit menentukan siapa yang akan menjadi juara.

“Keren-keren sih penampilannya. Aku aja bingung yang mana yang bisa jadi juara, saking bagus-bagus semuanya,” ujar Jauhar.

Reporter: Adit Tiya Lingga R.S. & Raiqatul Mardhiyah

 

 

Hari Pertama Festival Literasi Jawa Barat 2026 Diisi Gelar Wicara, Bedah Buku, dan “Gada Membaca”

image.png

Vokaloka, Bandung– Rangkaian kegiatan hari pertama Festival Literasi Jawa Barat 2026 diisi dengan gelar wicara, bedah buku, dan kegiatan Gada Membaca di Aula Graha Pustaloka, Selasa (15/9/2026).

Kegiatan diawali dengan gelar wicara yang dimoderatori oleh Hanindyo. Gelar wicara tersebut menghadirkan Deputi Bidang Sumber Daya Perpustakaan Perpustakaan Nasional RI, Adin Bondar, dan Wakil Ketua Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat, Siti Muntamah, sebagai narasumber. Kegiatan mengangkat tema “Literasi untuk Semua, Kolaborasi untuk Negeri”.

Setelah gelar wicara, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan bedah buku karya Daddy Rohanady Kartadipura, yang juga merupakan anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat. Dua buku yang dibahas dalam kegiatan tersebut yaitu Kertajati dan Antara Perut dan Maut. Bedah buku menghadirkan Ateng Kusnandar dan Hening Widiatmoko sebagai pembahas.

Rangkaian kegiatan berikutnya diisi dengan “Gada Membaca” bersama Agus Munawar. Kegiatan tersebut kembali dimoderatori oleh Hanindyo dan menjadi bagian dari rangkaian Festival Literasi Jawa Barat 2026.

Beragam kegiatan pada hari pertama tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan Festival Literasi Jawa Barat 2026 yang mengusung tema “Ngawanohkeun baheula, ngawangun jaga” atau “Mengenal Masa Lalu, Membangun Masa Depan”.

Reporter: Adit Tiya Lingga R.S dan Raiqatul Mardhiyah

Iklan Vokaloka
Iklan Vokaloka
Iklan Kiri Vokaloka
Iklan Kanan Vokaloka