Vokaloka, Bandung- Warkop Sari Rasa di kawasan Cibiru Hilir menjadi salah satu lokasi yang cukup sering dikunjungi mahasiswa dari berbagai kampus di sekitarnya. Meski tampil dengan bangunan sederhana dan deretan menu umum khas warung kopi, tempat ini memiliki fungsi sosial yang jauh lebih luas dibanding sekadar sebagai penyedia makanan dan minuman murah. Keberadaannya menjadi ruang alternatif bagi mahasiswa untuk beristirahat, berdiskusi, hingga menyelesaikan tugas kuliah.
Syahdan, mahasiswa Ilmu Hukum angkatan 2023, termasuk salah satu pengunjung yang memanfaatkan tempat ini secara rutin. Ia menilai Warkop Sari Rasa menawarkan kenyamanan dan aksesibilitas yang sulit ditemukan pada warung serupa di area tersebut. Menurutnya, faktor utama yang membuat ia memilih tempat ini adalah suasananya yang kondusif dan jam operasional yang tidak terbatas.
Dalam aktivitas akademik yang padat, mahasiswa sering membutuhkan tempat yang memungkinkan mereka bekerja dalam waktu fleksibel. Syahdan menjelaskan bahwa suasana di Warkop Sari Rasa mendukung kebutuhan tersebut. Ia kerap menjadikan warkop ini sebagai lokasi untuk mengerjakan tugas, berdiskusi kelompok, atau sekadar beristirahat sejenak dari rutinitas perkuliahan.
"Suasananya santai. Bisa dipakai diskusi, ngerjain tugas, atau sekadar istirahat setelah kuliah," tambahnya.
Dari sisi konsumsi, Syahdan menyebutkan beberapa menu yang paling sering ia pesan. Pilihan tersebut merupakan hidangan sederhana yang umum dijumpai di warung Indomie, tetapi tetap menjadi favorit karena porsinya yang cukup dan harganya yang terjangkau.
"Biasanya saya pesan Indomie rebus atau nasi goreng. Untuk minumnya, es jeruk atau kopi hitam. Rasanya lumayan dan porsinya mengenyangkan," jelasnya.
"Pelayanannya ramah. Kalau datang malam pun tetap ramai karena banyak mahasiswa dari kampus sekitar. Rasanya seperti punya basecamp sendiri," ucapnya.
Kehadiran Warkop Sari Rasa dalam keseharian mahasiswa cukup signifikan. Syahdan mengaku hampir setiap minggu ia meluangkan waktu untuk datang, baik untuk kebutuhan akademik maupun kegiatan sosial.
"Hampir setiap minggu pasti ada waktunya buat mampir. Kadang untuk ngobrol, kadang untuk belajar," tuturnya.
Reporter: Arif Kusuma Putra (KPI A)
Syahdan, mahasiswa Ilmu Hukum angkatan 2023, termasuk salah satu pengunjung yang memanfaatkan tempat ini secara rutin. Ia menilai Warkop Sari Rasa menawarkan kenyamanan dan aksesibilitas yang sulit ditemukan pada warung serupa di area tersebut. Menurutnya, faktor utama yang membuat ia memilih tempat ini adalah suasananya yang kondusif dan jam operasional yang tidak terbatas.
"Tempatnya sederhana, tapi nyaman. Harganya cocok buat kantong mahasiswa, dan yang paling penting, buka 24 jam," ungkapnya, Rabu (19/11/2025).
Dalam aktivitas akademik yang padat, mahasiswa sering membutuhkan tempat yang memungkinkan mereka bekerja dalam waktu fleksibel. Syahdan menjelaskan bahwa suasana di Warkop Sari Rasa mendukung kebutuhan tersebut. Ia kerap menjadikan warkop ini sebagai lokasi untuk mengerjakan tugas, berdiskusi kelompok, atau sekadar beristirahat sejenak dari rutinitas perkuliahan.
"Suasananya santai. Bisa dipakai diskusi, ngerjain tugas, atau sekadar istirahat setelah kuliah," tambahnya.
Dari sisi konsumsi, Syahdan menyebutkan beberapa menu yang paling sering ia pesan. Pilihan tersebut merupakan hidangan sederhana yang umum dijumpai di warung Indomie, tetapi tetap menjadi favorit karena porsinya yang cukup dan harganya yang terjangkau.
"Biasanya saya pesan Indomie rebus atau nasi goreng. Untuk minumnya, es jeruk atau kopi hitam. Rasanya lumayan dan porsinya mengenyangkan," jelasnya.
Selain menu dan kenyamanan, ia menggarisbawahi bahwa pelayanan di warkop ini menjadi pembeda dari warmindo lain. Pelayanannya dinilai ramah dan responsif, sementara suasana warkop tidak pernah benar-benar sepi, terutama pada malam hari. Hal ini disebabkan banyaknya mahasiswa sekitar yang menjadikan tempat tersebut sebagai titik pertemuan informal.
"Pelayanannya ramah. Kalau datang malam pun tetap ramai karena banyak mahasiswa dari kampus sekitar. Rasanya seperti punya basecamp sendiri," ucapnya.
Kehadiran Warkop Sari Rasa dalam keseharian mahasiswa cukup signifikan. Syahdan mengaku hampir setiap minggu ia meluangkan waktu untuk datang, baik untuk kebutuhan akademik maupun kegiatan sosial.
"Hampir setiap minggu pasti ada waktunya buat mampir. Kadang untuk ngobrol, kadang untuk belajar," tuturnya.
Reporter: Arif Kusuma Putra (KPI A)
Tidak ada komentar
Posting Komentar