Surat Pembaca: Sekolah Kecil di Ujung Gang dan Nasib Guru yang Terlupakan




Kepada Redaksi,

Izinkan saya menyampaikan kegelisahan yang mungkin tak banyak terlihat, tetapi nyata dirasakan oleh kami yang mengenal dekat MTs Baabussalam, sebuah sekolah kecil yang berada di dalam gang sempit di Kota Bandung. Sekolah ini sudah puluhan tahun berdiri, menjadi tempat anak-anak belajar agama, karakter, dan ilmu dasar. Namun, semakin hari, kondisinya semakin memprihatinkan.

Salah satu persoalan yang paling terasa adalah jumlah murid yang semakin sedikit. Banyak orang tua lebih memilih sekolah yang berada di jalan besar, mudah diakses, atau memiliki fasilitas yang lebih lengkap. Alhasil, kelas-kelas di MTs Baabussalam sering kali hanya terisi beberapa siswa. Suara belajar yang dulu ramai kini berubah menjadi sepi, nyaris seperti ruang yang menunggu sesuatu yang hilang.

Sedikitnya murid bukan hanya soal bangku kosong — tetapi berdampak langsung pada kesejahteraan guru. Para guru di sekolah ini sudah lama mengajar dengan dedikasi, tetapi honor yang diterima sangat jauh dari kata layak. Dengan jumlah murid yang minim, pemasukan sekolah pun terbatas. Banyak guru akhirnya bekerja sambilan atau menerima gaji yang bahkan tidak cukup untuk kebutuhan dasar. Tetapi mereka tetap datang setiap pagi, mengajar dengan senyum yang kadang menutupi beban di rumah.

Yang membuat hati semakin pilu, perjuangan itu terjadi di sekolah yang berada di ujung gang sempit. Akses yang sulit, fasilitas terbatas, dan bangunan yang tidak besar membuat sekolah ini sering luput dari perhatian pemerintah maupun masyarakat. Padahal di dalam kelas kecil itu, ada guru-guru yang mengajar bukan karena honor, tetapi karena cinta pada ilmu dan anak-anak.

Melalui surat ini, saya ingin mengajak pemerintah kota, dinas terkait, dan masyarakat untuk melihat keberadaan sekolah kecil seperti MTs Baabussalam. Sekolah-sekolah dalam gang bukan berarti sekolah yang tidak layak diperhatikan. Mereka justru menjadi benteng moral dan pendidikan dasar bagi banyak anak dari keluarga sederhana.

Kami berharap ada bantuan yang lebih nyata: peningkatan insentif guru, program pengembangan sekolah kecil, atau dukungan fasilitas yang membuat sekolah ini kembali diminati masyarakat. Anak-anak di lingkungan kami berhak mendapatkan pendidikan yang baik, dan guru-guru berhak dihargai dengan layak.

Semoga suara kecil ini bisa terdengar dan membuka mata banyak pihak bahwa pendidikan tidak hanya berkembang di jalan raya—tetapi juga di gang-gang sempit tempat para guru berjuang tanpa pamrih.

Hormat saya,
Lutfiah Nurrahma Faisal, Astana Anyar, Kota Bandung 

2 komentar

Jule mengatakan...

Bapak ibu, memang harus ada jalan keluar yang bijak ya

Jule mengatakan...

pashmina viscose nour nya the best bgt

© all rights reserved
made with by templateszoo