Keluhan Masyarakat terhadap Perokok yang Tidak Tahu Tempat

Ada satu hal yang benar-benar membuat saya lelah dan kesal: orang yang merokok di sembarang tempat seolah-olah udara ini hanya milik mereka. Saya sudah terlalu sering bertemu orang yang menyalakan rokok sambil berkendara motor, bahkan ketika berada di dalam angkutan umum. Rasanya seperti tidak ada ruang aman untuk sekadar bernapas tanpa asap. Yang paling membekas adalah kejadian saat saya naik angkutan umum beberapa waktu lalu. Di tengah perjalanan, seorang penumpang tiba-tiba menyalakan rokok begitu saja. Dalam hitungan menit, isi angkot penuh asap. Napas saya mulai terasa berat, dada sesak, dan setelah sampai rumah kondisi saya semakin memburuk hingga akhirnya harus masuk IGD. Di sana dokter menyatakan saya mengalami pneumonia. Ironis sekali rasanya, saya yang tidak pernah merokok justru harus menanggung akibat dari orang lain yang tidak peduli.

Yang membuat saya tambah heran, setiap kali saya menegur seseorang yang merokok di tempat umum, reaksi yang keluar malah marah. Pernah suatu kali saya duduk di sebuah ruang tunggu, sudah lebih dulu berada di sana, dan seseorang menyalakan rokok di dekat saya. Ketika saya menyampaikan keberatan dengan sopan, orang itu justru berkata, 

"Kalau nggak kuat, ya jangan disini, ini kan umum ." 

Padahal saya tidak mengganggu siapa pun. Begitu juga dengan kejadian yang sering saya lihat di jalan. Banyak pengendara motor merokok sambil berkendara, abunya beterbangan ke belakang, mengenai wajah dan mata pengendara lain. Saya sempat menonton sebuah video yang viral tentang seseorang yang ditegur karena merokok sambil mengendarai motor; alih-alih meminta maaf, ia justru marah, merasa dirinya paling benar.

Saya tidak mengerti kenapa orang yang ingin menghirup udara bersih justru dianggap ribut, sedangkan mereka yang merokok merasa paling berhak atas ruang publik. Saya bukan sedang meminta dunia berhenti merokok. Saya hanya berharap ada kesadaran. Kalau ingin merokok, lakukanlah di tempat yang semestinya, bukan di angkutan umum, bukan saat sedang berkendara, dan bukan di dekat orang yang jelas-jelas terganggu. Tidak semua orang punya paru-paru yang kuat, dan tidak semua orang bisa menolak dampak asap rokok yang terhirup tanpa sengaja.

Saya menulis ini sebagai bentuk kelelahan dan harapan. Saya hanya ingin ruang publik terasa sedikit lebih aman untuk bernapas, tanpa harus takut sesak atau masuk rumah sakit lagi hanya karena seseorang tidak mau menahan diri sebatang saja.

Saninatun Nazwa Slamet

Bandung, Jawa Barat

1 komentar

uzuya mengatakan...

Hebat, sangat bermanfaat

© all rights reserved
made with by templateszoo