Bagi sebagian orang, basket hanyalah olahraga biasa yang dimainkan di lapangan dengan bola dan ring. Namun bagi Rifael Bayu , basket telah menjadi bagian dari perjalanan hidup nya yang membentuk kepribadian, cara berpikir, bahkan mengubah pandangan hidupnya.
Bermula awal menekuni basket sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama, dari awal kekaguman nya dengan bola oren tersebut, Dari sekadar aktivitas ekstrakulikuler sekolah, basket tumbuh menjadi ruang kebersamaan, perjuangan, dan pembelajaran hidup yang tak tergantikan.
Dari lapangan, Rifael Bayu belajar arti kebersamaan, bagaimana menjalani komunikasi diantara tim, menjaga kepercayaan, dan solidaritas yang terbentuk bukan hanya lewat passing atau dribble , tapi lewat perjuangan bersama menghadapi kekalahan dan kemenangan.
Rutinitas yang Membentuk Karakter
Saat masih aktif di tim basket ekstrakulikuler sekolah, basket bukan hanya hobi, tapi juga bagian dari rutinitas harian. Rutinitas itu bukan sekadar soal stamina kekuatan fisik, tapi juga soal disiplin dan semangat kerja kersama dengan tim lainnya .
Kini, saat kesibukan kuliah mulai padat, ia mengakui basket lebih menjadi ruang pelarian di waktu penat "Sekarang basket cuma jadi hobi. Kalau ada waktu senggang, ya shooting-shooting atau dribble-dribble aja."
Namun, meski waktu bermain basket di lapangan tak se sering dulu, makna yang ia pelajari dari basket tetap melekat dalam hidupnya. Bagi Rifael Bayu basket bukan hanya soal skor atau menang-kalah. Dari setiap latihan dan pertandingan, ia belajar tentang perjuangan, kebersamaan, dan ketulusan.
"Banyak banget filosofi yang saya ambil. Dari melihat orang yang merasa kalah, yang merasa menang, saya jadi belajar arti perjuangan latihan capek bareng-bareng, berjuang bareng, berchemistry bareng." ujar Rifael Bayu
Semua proses dalam olahraga basket ini membentuk suatu kepribadian yang menjadi lebih kuat dan dewasa, tak hanya secara fisik namun mengubah karakter dan pandangan akan hidup seorang Rifael. Dari awal kekaguman yang tumbuh menarik seorang Rifael kepada dunia basket .
seiring berjalannya waktu, kekaguman itu tumbuh jadi kecintaan. Sebuah kegiatan yang sehat namun turut dibangun menjadi pengalaman yang mendalam dan kerja keras sehingga menjadikan basket menjadi bagian dari perjalanan kehidupan .
Puncak perjalanan panjangnya menganggumi olahraga ini membuah kan hasil yang menjadi impiannya sejak lama saat Rifael dan timnya meraih kemenangan dalam kejuaraan 3x3 DBL. "Waktu saya menang 3x3 kejuaraan DBL itu, rasanya sangat luar biasa, Setelah enam tahun menekuni basket , akhirnya saya bisa memegang piala hasil penantian sejak SMP." ujar Rifael
Baginya, momen itu bukan sekadar trofi, tapi simbol perjalanan dari latihan , keringat, kekalahan, hingga akhirnya kemenangan yang di dapat.
Reporter: Devita Maharani, Komunikasi Penyiaran Islam, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung
1 komentar
semoga terus menginspirasi👍🏻
Posting Komentar