Keresahan Terhadap Macet Bunderan Cibiru

Kepada Yth. Redaksi
Melalui kolom surat pembaca ini, saya sebagai mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung ingin menyampaikan keluh kesah mengenai kemacetan yang terjadi di Bunderan Cibiru. Kemacetan di titik ini sudah menjadi rutinitas yang sangat mengganggu aktivitas perkuliahan kami setiap hari.
Sebagai mahasiswa yang tinggal di sekitar kampus, saya hampir setiap hari harus melewati Bunderan Cibiru untuk menuju ke kampus yang berlokasi di Jalan A.H. Nasution No. 105, Cipadung. Perjalanan yang seharusnya hanya memakan waktu 15-20 menit, sering kali berubah menjadi 45 menit bahkan lebih dari satu jam, terutama pada jam-jam sibuk pagi dan sore hari.
Bunderan Cibiru merupakan simpul penting yang menghubungkan Bandung dengan Kabupaten Bandung, Sumedang, Garut, dan Tasikmalaya. Lonjakan volume kendaraan dari berbagai arah ini membuat bunderan tersebut menjadi titik kemacetan yang sangat parah. Sebagai mahasiswa yang bergantung pada transportasi umum seperti angkot Cicaheum-Cileunyi atau Damri Cibiru-Kebon Kalapa, kami sering kali terlambat masuk kuliah karena terjebak kemacetan yang tidak terduga.
Beberapa faktor yang saya amati menjadi penyebab kemacetan di Bunderan Cibiru antara lain:
Pertama, adanya perlintasan sebidang kereta api yang sering membuat kendaraan harus berhenti dan menunggu cukup lama. Hal ini menciptakan antrian panjang yang membutuhkan waktu lama untuk kembali normal.
Kedua, perilaku pengemudi angkutan umum yang terkadang sembrono, seperti berhenti mendadak untuk menurunkan atau menaikkan penumpang di tengah jalan, serta tidak menggunakan lampu sein saat berbelok.
Ketiga, banyaknya kendaraan pribadi baik dari masyarakat Bandung maupun dari luar kota yang bekerja atau kuliah di wilayah ini. Mahasiswa UIN sendiri datang dari berbagai daerah, sehingga menambah kepadatan lalu lintas di pagi dan sore hari.
Saya sangat mengapresiasi upaya pemerintah yang telah mengumumkan rencana pembangunan underpass di Bunderan Cibiru dengan anggaran Rp200 miliar. Jika proyek ini dapat segera terealisasi, saya yakin kemacetan di titik ini akan berkurang signifikan. Namun, hingga saat ini belum ada kepastian kapan pembangunan tersebut akan dimulai.
Selain pembangunan infrastruktur jangka panjang, saya juga mengusulkan beberapa solusi jangka pendek yang dapat segera diterapkan:
1. Peningkatan pengaturan lalu lintas oleh petugas di jam-jam sibuk, terutama saat kereta api melintas
2. Penertiban angkutan umum agar lebih tertib dalam berhenti dan berlalu lintas
3. Sosialisasi jalur alternatif bagi kendaraan yang tidak perlu melewati bunderan
4. Penambahan armada transportasi publik seperti BRT untuk mengurangi kendaraan pribadi
Kemacetan di Bunderan Cibiru bukan hanya merugikan mahasiswa UIN Bandung, tetapi juga ribuan masyarakat yang setiap hari harus melewati titik tersebut. Kami berharap pemerintah kota, khususnya Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung yang baru, dapat segera memberikan perhatian serius dan solusi nyata untuk mengatasi masalah ini.
Semoga surat ini dapat menjadi masukan bagi pihak terkait agar Bandung, khususnya kawasan Cibiru, menjadi lebih nyaman untuk aktivitas belajar dan bekerja.
Terima kasih.
Cantika Maesto Octavia 

Tidak ada komentar

© all rights reserved
made with by templateszoo