Kondisi warga terdampak banjir di Sumatra menunjukkan betapa beratnya perjuangan para penyintas yang harus mengungsi dalam keterbatasan. Banyak yang menempuh perjalanan berjam-jam dengan sampan untuk mencari tempat aman, namun setibanya di pengungsian tetap menghadapi kekurangan makanan, air bersih, penerangan, dan tempat tinggal yang layak.
Bantuan pemerintah memang mulai hadir, tetapi distribusinya masih belum merata dan belum mampu menjangkau seluruh kebutuhan mendesak. Banyak pengungsi masih berada di lokasi darurat dengan fasilitas yang sangat minim. Pada situasi genting seperti ini, kehadiran negara diperlukan secara cepat, nyata, dan menyeluruh agar warga tidak merasa ditinggalkan.
Di tengah keterbatasan penanganan resmi, solidaritas masyarakat justru bergerak paling awal. Influencer, komunitas, relawan, hingga platform donasi digital seperti Kitabisa.com mampu menghimpun bantuan besar, salah satunya penggalangan oleh Ferry Irwandi yang berhasil mencapai sekitar Rp10 miliar. Gerakan "dari rakyat untuk rakyat" ini memperlihatkan betapa kuatnya kepedulian publik. Ketika masyarakat dapat saling menguatkan, negara semestinya mampu bergerak lebih sigap untuk memastikan keselamatan dan martabat seluruh penyintas bencana.
Reporter: Mila Aulia/Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung/KPI 5B
Tidak ada komentar
Posting Komentar