Vokaloka. Bandung - Posyandu di Kelurahan Cipadung Wetan, Kecamatan Panyileukan, Kota Bandung, meningkatkan layanan kesehatan masyarakat dengan menerapkan program Integrasi Layanan Primer (ILP). Program ini melayani seluruh siklus hidup, mulai bayi, remaja, hingga lansia, dalam satu kegiatan terpadu.
Ketua PKK RW 3 Cipadung Wetan, Ika Alian Rusika, mengatakan, ILP berbeda dengan layanan sebelumnya yang hanya fokus pada balita.
"Sekarang sudah ILP, yaitu Integrasi Layanan Primer. Artinya melayani seluruh siklus hidup, dari ompong ke ompong, dari bayi sampai lansia, termasuk remaja," ujarnya, Rabu (08/10/2025).
Program ILP di wilayah ini sudah berjalan enam pertemuan sejak April 2025. Layanan mencakup pemantauan tumbuh kembang anak, pemeriksaan kesehatan remaja, serta pengecekan penyakit tidak menular pada lansia.
"Kalau remaja ada pemberian tablet tambah darah, kalau lansia diperiksa tekanan darah, gula, asam urat, dan kolesterol," jelas Ika.
Pemantauan gizi anak kini menggunakan eventing, yaitu laporan elektronik penimbangan yang terkoneksi ke puskesmas. Anak dengan berat badan tidak sesuai usia akan terdeteksi gizi kurang dan ditindaklanjuti melalui Dashat (Dapur Sehat Atasi Stunting). Bantuan gizi ini berasal dari BOK yang dikelola puskesmas dan APBD yang dikelola Dinas Kesehatan.
Beberapa kendala sempat muncul selama enam bulan pelaksanaan, terutama penyesuaian jadwal gabungan antara balita dan lansia.
"Awalnya lumayan kewalahan, karena yang biasanya dua jadwal, sekarang disatukan. Tapi lama-lama terbiasa," katanya.
Kendala lain berasal dari kehadiran balita yang belum merata. Para kader bahkan harus menjemput langsung ke rumah.
"Kadang ada yang belum mandi atau masih tidur. Jadi kami sweeping pagi-pagi sambil waro-waro keliling mengingatkan ibu-ibu untuk datang," ujarnya.
Meski begitu, antusiasme masyarakat cukup tinggi. Lebih dari 70 persen warga mendukung, dan jumlah lansia yang hadir mencapai lebih dari 60 orang setiap kegiatan. Setiap bulan, Posyandu menyiapkan 120 porsi PMT untuk anak-anak.
Beberapa warga mengaku mendapat manfaat langsung dari kegiatan Posyandu, termasuk Yesi yang rutin datang sejak bayi anaknya dan Irma yang sudah rutin hadir selama 4 tahun anaknya.
"Jadi tahu berat badan bayi, tahu kekurangan gizinya," ujar Yesi.
"Timbangan anak jadi terpantau naik turun. Pelayanan juga lancar," ujar Irma.
Program ini juga menekankan edukasi makanan sehat bagi anak balita, tidak hanya untuk keluarga ekonomi menengah ke bawah. Posyandu juga menyediakan layanan Posyandu Siaga, siap antar-jaga kapan pun, termasuk untuk ibu hamil yang suaminya tidak ada di rumah.
Dengan penerapan ILP, Posyandu Cipadung Wetan diharapkan menjadi contoh layanan kesehatan terpadu berbasis masyarakat di wilayah Bandung timur, menjangkau semua usia dan kebutuhan kesehatan warga.
7 komentar
Peningkatan layanan kesehatan adalah prioritas utama. Salut untuk upaya yang dilakukan demi kesejahteraan dan kesehatan warga.
Ide yang keren banget! Bikin layanan kesehatan makin dekat ke warga, fokus ke pencegahan. Semoga wilayah lain bisa ikutin.
Program ILP yang di adakan sangat membantu, tidak hanya untuk balita, tetapi lansia dan remaja juga. Berharap setiap daerah bisa mengikuti.
program ILP ide yg keren banget, kita bisa lihat dan kenal lebih pertumbuhan anak anak
Setuju
wahh ide nya menarik ni
Posting Komentar