Peningkatan minat baca masyarakat Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Data BPS tahun 2024 mencatat Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) nasional mencapai 72,44, angka tertinggi dalam lima tahun terakhir. Tren ini menandakan bahwa budaya membaca masih mendapat tempat penting, bahkan di tengah dominasi aktivitas digital.
Meski demikian, capaian tersebut belum merata. Ketimpangan literasi antarwilayah masih terlihat jelas, dengan Yogyakarta menempati posisi tertinggi, sementara Papua Pegunungan berada di titik terendah. Perbedaan infrastruktur literasi, akses terhadap buku yang berkualitas, serta ekosistem pendidikan menjadi faktor yang memperlebar jarak. Di saat yang sama, generasi muda, khususnya Gen Z menjadi kelompok yang berperan besar dalam peningkatan ini, dengan kecenderungan kuat terhadap membaca buku fisik.
Kondisi ini menunjukkan perlunya upaya yang lebih terarah untuk pemerataan literasi. Penguatan fasilitas baca, peningkatan kualitas pendidikan, dan program literasi berbasis komunitas harus diprioritaskan agar seluruh daerah merasakan manfaatnya. Dengan pemerataan akses yang lebih baik, peningkatan minat baca dapat menjadi modal kuat untuk mendorong kemajuan dan daya saing Indonesia.
Reporter: Mila Aulia/Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung/KPI 5B
4 komentar
Keren! Minat baca Gen Z naik nih. Yuk, bikin membaca jadi kebiasaan keren!
Gen Z yang gemar baca buku fisik jadi harapan. jadi, ayo tingkatkan fasilitas baca!
KERENNNN
kerennn
Posting Komentar