Vokaloka, Bandung- Madrasah Tsanawiyah (MTs) Kifayatul Achyar Bandung Timur kembali mengaktifkan program tahfidz Al-Qur'an sebagai kegiatan rutin untuk mewadahi potensi siswa. Program ini, yang sempat terhenti akibat pandemi , kini berjalan kembali di tahun ajaran 2025/2026. Kegiatan tahfidz dilaksanakan setiap hari rabu, pukul 14.00, setelah Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) usai , dan mengandalkan metode tikrar (pengulangan) untuk menguatkan hafalan siswa.
Pembina Tahfidz MTs Kifayatul Achyar, Sholihin, menjelaskan bahwa program ini tidak diwajibkan, melainkan dibuka bagi anak-anak yang memiliki potensi dan kemauan untuk menjadi hafiz. Meskipun bersifat sukarela, tanggapan siswa dan orang tua tergolong bagus dan sangat mendukung. Saat ini, partisipasi siswa mencapai sekitar 15 orang dari semua kelas, meskipun terbilang sedikit, pihak sekolah tetap memfasilitasi para siswa dengan menyediakan wadah kegiatan rutin dan guru pembina tahfidz.
Metode utama yang ditekankan Pembina tahfidz dalam proses menghafal para siswa adalah tikrar, yaitu mengulang-ulang hafalan.
"Yang saya tegaskan itu metodenya tikrar. Jadi misalkan dari ayat 1 sampai 5 An-Naba itu mereka bolak-balik, berulang-ulang bisa sampai 40 kali," jelas Sholihin (8/10/2025).
Metode ini juga dinilai efektif oleh siswa. Salah seorang anggota tahfidz, Davina, merasakan manfaatnya, terutama untuk mengatasi masalah hafalan yang mudah hilang.
"Efektif banget sih, soalnya kalau dari murajaah, udah hafal, hilang lagi. sistem kayak gini, efektif," kata Davina (8/10/2025).
Program tahfidz ini memberikan dampak positif yang signifikan pada siswa, terutama terlihat dari sisi karakter atau akhlak. Selain itu, rata-rata siswa yang mengikuti tahfidz juga menonjol di bidang akademik di kelas mereka.
Target minimal hafalan yang ditentukan sekolah adalah satu juz selama siswa menempuh pendidikan di MTs Kifayatul Achyar. Namun, sampai saat ini sudah ada siswa yang berhasil menghafal hingga dua juz.
Untuk jangka panjang, pihak sekolah memiliki harapan besar terkait program tahfidz. Keinginan utama adalah dapat menyelenggarakan wisuda tahfidz di masa mendatang. Hal ini bertujuan untuk memberikan kebanggaan kepada orang tua di rumah. Pihak sekolah mendorong agar siswa dapat fokus pada program tahfidz ini, agar memiliki hafalan yang berkualitas juga pencapaian yang maksimal.
Reporter : Nabella Putri Sanrissa KPI/5B
Tidak ada komentar
Posting Komentar