Vokaloka, Bandung - Madrasah Aliyah Negeri 2 Kota Bandung berhasil mengatasi persoalan klasik parkir kendaraan dengan membangun fasilitas parkir basement yang mampu menampung ratusan kendaraan siswa dan guru. Fasilitas parkir basement yang mulai beroperasi efektif pada 2011 ini menjadi solusi atas kondisi area parkir sebelumnya yang becek saat hujan dan berdebu saat panas. Pembangunan yang dimulai pada akhir 2009 memakan waktu sekitar dua tahun dengan pertimbangan matang agar struktur bangunan benar-benar kering dan kokoh.
Agus Mulyana, salah satu petugas keamanan yang bertugas sejak masa pembangunan, mengungkapkan latar belakang pembangunan fasilitas ini. Menurutnya, inisiasi pembangunan parkir basement ini berangkat dari kebutuhan sekolah akan area parkir yang lebih memadai seiring bertambahnya jumlah kendaraan siswa dan guru. Kondisi parkir lama yang masih berupa tanah membuat kendaraan terkena hujan dan kotor saat musim penghujan.
"Sebelumnya parkir masih tanah, kalau hujan kotor dan becek. Sekarang dengan basement ini lebih tertata, tidak kebasahan saat hujan dan tidak terburu-buru keluar pakai jas hujan," ujar Agus Mulyana saat ditemui di area parkir basement MAN 2 Kota Bandung pada (8/10/2025).
Parkir basement MAN 2 Kota Bandung mampu menampung sekitar 400 motor dan 15 mobil. Penataan area parkir dibagi menjadi zona khusus, dengan dua barisan paling depan untuk kendaraan guru dan barisan belakang untuk siswa. Terdapat pula area parkir kedua di belakang kompleks sekolah dekat Madrasah Tsanawiyah Almisbah dengan kapasitas yang hampir sama.
Pengelolaan parkir basement melibatkan empat personel satpam yang bekerja secara bergantian dengan sistem shift. Meski idealnya terdapat petugas parkir khusus, saat ini satpam yang menjalankan fungsi ganda sebagai pengamanan sekaligus menertibkan area parkir dengan arahan dari pihak sekolah.
Sistem akses masuk ke area parkir basement juga diatur ketat. Siswa yang ingin memarkir kendaraan di dalam kompleks sekolah wajib memiliki stiker parkir khusus yang dikeluarkan oleh guru Bimbingan Konseling. Stiker ini hanya diberikan kepada siswa yang telah memiliki Surat Izin Mengemudi sebagai bentuk tanggung jawab dan keselamatan berkendara.
"Tidak semua siswa boleh parkir di dalam. Harus punya stiker dari guru Bimbingan Konseling. Stiker itu tanda bahwa siswa sudah punya Surat Izin Mengemudi. Yang tidak punya stiker parkir di luar kompleks," jelasnya.
Keberadaan fasilitas parkir basement memberikan manfaat langsung bagi warga sekolah, terutama dari sisi keamanan. Siswa dan guru dapat belajar dan mengajar dengan tenang tanpa khawatir kehilangan kendaraan. Area parkir yang tertutup dan terpantau Closed Circuit Television juga meminimalkan risiko kehilangan barang.
Agus Mulyana menyampaikan bahwa selama fasilitas ini beroperasi, belum ada laporan kehilangan kendaraan yang signifikan. Kendala yang ada hanya persoalan kecil seperti kendaraan saling menghalangi saat hendak keluar, namun hal tersebut dianggap wajar.
Dana pembangunan parkir basement berasal dari pusat sebagai dana pembangunan yang dialokasikan untuk pengembangan fasilitas sekolah. Keputusan membangun parkir basement dibanding memperluas lahan terbuka didasarkan pada efisiensi ruang dan perlindungan maksimal terhadap kendaraan dari cuaca.
Fasilitas parkir basement MAN 2 Kota Bandung menjadi salah satu yang terdepan di antara sekolah-sekolah di Bandung. Berbeda dengan sekolah lain yang umumnya menggunakan lapangan upacara sebagai area parkir, MAN 2 Kota Bandung memisahkan fungsi lapangan dan parkir sehingga kedua aktivitas tidak saling mengganggu.
Reporter: Highcall Ziqrul Illahi, KPI/5B
2 komentar
andai saja, kampus UIN juga dibangun parkir basement
angle berita yang menarik
Posting Komentar