Bentuk Rasa Syukur, Warga Cibiru Wetan Pertahankan Tradisi Nyeker

Vokaloka, Bandung - Di tengah zaman yang serba modern, warga Desa Cibiru Wetan, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, masih setia menjaga tradisi unik yang disebut nyeker berjalan tanpa alas kaki (05/10/2025).  Tradisi ini bukan sekadar kebiasaan lama, tapi bentuk rasa syukur dan penghormatan terhadap alam yang telah memberi kehidupan bagi warga.

Kegiatan nyeker digelar di Kawasan wisata Seribu Tangga, yang terletak di kaki Gunung Manglayang. Tempat ini menjadi simbol kedekatan warga dengan alam, udara yang sejuk dan pemandangan hujau menambah makna di setiao langkah tanpa alas kaki yang mereka lakukan.

Tradisi nyeker dilakukan saat kegiatan adat. Warga dari anak-anak hingga orang tua melepas sandal dan berjalan bersama di jalan tanah sekitar area wisata.

"Kita jangan takut kotor ketika menginjak tanah tanpa alas kaki, karena kita berasal dari tanah, dan suatu saat kita akan Kembali lagi ke tanah", Ujar pak rendi 

Bagi warga Cibiru Wetan, nyeker bukan hanya tentang berjalan tanpa alas kaki, tetapi juga tentang kebersamaan dan kesederhanaan. Saat semua orang nyeker, taka da yang sama lebih tinggi atau rendah semua sama, menapak tanah yang sama. Pemerintah Desa Cibiru Wetan pun mendukung penuh pelestarian tradisi ini.

Dengan langkah sederhana tanpa alas kaki di kaki Gunung Manglayang, warga Cibiru Wetan terus menapak tanah leluhur dengan rasa syukur menjaga hubungan antara manusia, alam, dan tradisi yang menjadi jati diri mereka. 

Reporter : Jajang Shofar Khoerudin KPI 5A  

Tidak ada komentar

© all rights reserved
made with by templateszoo