Vocaloka, Bandung - Kabut tipis masih menggantung di antara barisan pohon pinus ketika puluhan wisatawan mulai berdatangan ke kawasan wisata alam Batu Kuda, Minggu pagi (13/10). Terletak di kaki Gunung Manglayang, tepatnya di Desa Cibiru Wetan, Kabupaten Bandung, Batu Kuda menyuguhkan panorama alam yang tak hanya menyejukkan mata, tetapi juga menghadirkan ketenangan bagi siapa pun yang datang.
"Tempat ini bukan hanya indah, tapi punya cerita dan suasana yang bikin betah," kata Rafi Ardiansyah (28), seorang pengunjung asal Jakarta yang datang bersama istrinya. Menurutnya, Batu Kuda menawarkan ketenangan yang sulit ditemukan di wisata kota.
Tak seperti tempat wisata modern lainnya, Batu Kuda mempertahankan konsep alami. Tidak ada wahana permainan buatan, tidak ada musik keras. Hanya bentangan pohon pinus, udara sejuk, dan suasana yang tenang.
Menurut Nurrahman Majid (24), mahasiswa asal UIN Bandung, Batu Kuda adalah tempat favoritnya untuk mencari inspirasi. "Saya sering ke sini untuk menulis. Duduk di bawah pohon, dengar angin, lihat kabut rasanya seperti alam sedang bercerita," tuturnya.
Di akhir pekan, kawasan ini bisa dikunjungi oleh ratusan orang, mulai dari pendaki pemula, komunitas pecinta alam, hingga keluarga yang ingin sekadar berpiknik. Namun meskipun ramai, suasananya tetap tertib dan jauh dari kesan bising.
Selain sebagai tempat wisata, Batu Kuda juga menjadi titik awal jalur pendakian ke Gunung Manglayang. Jalur ini cocok untuk pendaki pemula karena tidak terlalu curam, namun tetap menantang. Beberapa pengunjung memilih untuk berkemah di area camping ground yang tersedia. Dengan tiket masuk yang terjangkau dan akses jalan yang relatif mudah, Batu Kuda terus menjadi pilihan alternatif wisata alam yang menyejukkan, terutama bagi warga Bandung dan sekitarnya. Di tengah padatnya aktivitas dan polusi kota, tempat ini menjadi oase yang mengembalikan kedekatan manusia dengan alam.
Tidak ada komentar
Posting Komentar