Vokaloka, Kabupaten Bandung – Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menghadirkan program KWH gratis untuk masyarakat kurang mampu. Program ini bertujuan membantu warga yang kesulitan mengakses listrik karena terbatasnya biaya pemasangan, sekaligus mendukung pemerataan energi di seluruh wilayah provinsi.
Pelaksanaan program ini melibatkan pemerintah desa sebagai ujung tombak di lapangan. Salah satu desa yang aktif ikut serta adalah Desa Cileunyi Kulon, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung. Pemerintah desa bertugas melakukan pendataan, memverifikasi kelayakan calon penerima, serta memastikan bantuan sampai tepat sasaran.
Iyus, Kepala Seksi Kesejahteraan Desa Cileunyi Kulon menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap masyarakat kecil.
"Program KWH gratis ini sangat membantu warga kami, terutama bagi mereka yang selama ini terbatas dalam mengakses listrik. Pemerintah desa hanya meneruskan dan memfasilitasi sesuai data yang disampaikan oleh Pemprov Jabar," ujar Iyus.
Warga yang berhak menerima bantuan adalah mereka yang tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sebagai kategori kurang mampu. Pendaftaran dibuka hingga 15 Oktober 2025. Bagi masyarakat yang ingin mendaftar, dapat langsung mendatangi ketua RT/RW setempat atau verifikator desa. Verifikator akan mengecek dokumen dan menilai kelayakan calon penerima sebelum diajukan ke pemerintah provinsi. Dokumen yang diperlukan antara lain Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP), dan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) yang bisa diterbitkan di desa.
"Proses ini penting agar bantuan benar-benar sampai ke warga yang membutuhkan. Jadi masyarakat cukup melapor ke RT, RW, atau verifikator desa dengan membawa dokumen yang disyaratkan. Selanjutnya desa akan menindaklanjuti," jelas Iyus.
Program KWH gratis disambut antusias oleh warga Cileunyi Kulon. Banyak keluarga merasa terbantu karena biaya pemasangan listrik selama ini cukup besar dan sulit dijangkau.
"Kami berharap kuota penerima ke depan bisa lebih banyak, karena masih ada warga lain yang juga membutuhkan," tambah Iyus.
Keberadaan listrik tidak hanya meringankan beban ekonomi, tetapi juga diharapkan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Anak-anak bisa belajar lebih nyaman di rumah, usaha kecil menjadi lebih lancar, dan aktivitas rumah tangga sehari-hari berjalan lebih mudah.
Dengan dukungan pemerintah desa, program ini tidak hanya membuka akses listrik bagi masyarakat kurang mampu, tetapi juga memberi peluang baru untuk meningkatkan kesejahteraan. Langkah ini menjadi bukti nyata upaya pemerintah provinsi dalam mewujudkan pemerataan energi, baik di desa maupun kota.
Reporter: Muhamad Alan Azizal KPI 5 A
Pelaksanaan program ini melibatkan pemerintah desa sebagai ujung tombak di lapangan. Salah satu desa yang aktif ikut serta adalah Desa Cileunyi Kulon, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung. Pemerintah desa bertugas melakukan pendataan, memverifikasi kelayakan calon penerima, serta memastikan bantuan sampai tepat sasaran.
Iyus, Kepala Seksi Kesejahteraan Desa Cileunyi Kulon menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap masyarakat kecil.
"Program KWH gratis ini sangat membantu warga kami, terutama bagi mereka yang selama ini terbatas dalam mengakses listrik. Pemerintah desa hanya meneruskan dan memfasilitasi sesuai data yang disampaikan oleh Pemprov Jabar," ujar Iyus.
Warga yang berhak menerima bantuan adalah mereka yang tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sebagai kategori kurang mampu. Pendaftaran dibuka hingga 15 Oktober 2025. Bagi masyarakat yang ingin mendaftar, dapat langsung mendatangi ketua RT/RW setempat atau verifikator desa. Verifikator akan mengecek dokumen dan menilai kelayakan calon penerima sebelum diajukan ke pemerintah provinsi. Dokumen yang diperlukan antara lain Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP), dan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) yang bisa diterbitkan di desa.
"Proses ini penting agar bantuan benar-benar sampai ke warga yang membutuhkan. Jadi masyarakat cukup melapor ke RT, RW, atau verifikator desa dengan membawa dokumen yang disyaratkan. Selanjutnya desa akan menindaklanjuti," jelas Iyus.
Program KWH gratis disambut antusias oleh warga Cileunyi Kulon. Banyak keluarga merasa terbantu karena biaya pemasangan listrik selama ini cukup besar dan sulit dijangkau.
"Kami berharap kuota penerima ke depan bisa lebih banyak, karena masih ada warga lain yang juga membutuhkan," tambah Iyus.
Keberadaan listrik tidak hanya meringankan beban ekonomi, tetapi juga diharapkan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Anak-anak bisa belajar lebih nyaman di rumah, usaha kecil menjadi lebih lancar, dan aktivitas rumah tangga sehari-hari berjalan lebih mudah.
Dengan dukungan pemerintah desa, program ini tidak hanya membuka akses listrik bagi masyarakat kurang mampu, tetapi juga memberi peluang baru untuk meningkatkan kesejahteraan. Langkah ini menjadi bukti nyata upaya pemerintah provinsi dalam mewujudkan pemerataan energi, baik di desa maupun kota.
Reporter: Muhamad Alan Azizal KPI 5 A
Tidak ada komentar
Posting Komentar