Wiga Ratu Nuraini : Menenun Kata, Mengharumkan Sekolah dari Lomba Carpon Tingkat Kota Bandung

Vokaloka, Bandung - Di balik bangku kelas XI.2 SMA Negeri 9 Bandung, ada seorang siswi yang diam - diam menyimpan kekuatan besar lewat kata-kata. Namanya Wiga Ratu Nuraini, remaja yang sederhana, tenang, tetapi memiliki imajinasi yang dalam. Tahun 2025 menjadi tahun yang tak akan terlupakan baginya. Dalam ajang GALAKSI (Gebyar Apresiasi Literasi dan Kompetisi Seni) tingkat Kota Bandung, Wiga berhasil meraih Juara 1 Lomba Nulis Carita Pondok (Carpon) yaitu sebuah pencapaian yang tidak hanya membanggakan bagi dirinya, tetapi juga bagi sekolahnya, SMA Negeri 9 Bandung.

Kisah inspiratif ini berawal dari kebiasaan kecil Wiga yang gemar membaca dan mencatat hal-hal sederhana di sekitarnya. Bagi Wiga, setiap orang punya cerita, setiap peristiwa punya makna, dan setiap pengalaman bisa menjadi potongan puzzle yang ia rangkai kembali menjadi sebuah kisah. Minat itu makin menguat ketika ia mulai mengenal carpon, salah satu bentuk sastra Sunda yang mengutamakan kepadatan cerita dan kekhasan bahasa. Dalam carpon, Wiga merasa menemukan rumah baru atau tempat ia bisa menumpahkan ide dan emosinya secara bebas.

Ketika sekolah mengumumkan kesempatan mengikuti Lomba Nulis Carpon GALAKSI 2025 tingkat Kota Bandung, Wiga awalnya sempat ragu. Ia tidak yakin apakah tulisannya cukup kuat untuk dibaca banyak orang. Namun dorongan guru Bahasa Sunda dan teman-temannya membuat ia berani mencoba. Dengan penuh kesungguhan, ia menghabiskan hari demi hari mengasah naskahnya, memperbaiki dialog, menguatkan karakter, dan memastikan setiap alur memiliki jiwa. Menurut Wiga, carpon bukan soal panjangnya cerita, melainkan sejauh apa cerita itu mampu menyentuh pembacanya.

Usahanya terbayar manis. Pengumuman itu datang pada suatu siang yang cerah, namanya berada di posisi puncak Juara 1 Lomba Nulis Carpon tingkat Kota Bandung 2025. Wiga tak menyangka tulisannya yang lahir dari proses panjang perenungan justru menjadi karya terbaik di mata para juri. Guru-guru SMA Negeri 9 Bandung menyambut kemenangan itu dengan rasa bangga. Mereka melihat Wiga bukan sekadar pemenang lomba, tetapi representasi dari semangat literasi generasi muda yang terus berkembang.

Bagi Wiga, kemenangan ini bukan akhir, melainkan awal perjalanan baru. Ia bertekad untuk terus menulis, memperdalam sastra Sunda, dan menginspirasi teman-temannya agar berani berkarya. Ia percaya bahwa setiap anak muda punya potensi yang bisa bersinar, selama diberi ruang, dukungan, dan kepercayaan diri untuk melangkah.

Prestasi Wiga Ratu Nuraini menjadi bukti bahwa karya sastra tetap hidup di tangan generasi muda. Di tengah derasnya arus digital, masih ada pelajar yang memilih menulis, merawat bahasa daerah, dan menghidupkan kembali budaya literasi. SMA Negeri 9 Bandung pun semakin bangga karena memiliki siswi yang bukan hanya berprestasi, tetapi juga mampu menjadi inspirasi.

Dalam diamnya, Wiga telah membuktikan bahwa kata-kata memiliki kekuatan besar yakni kekuatan untuk mengubah, menginspirasi, dan membawa seseorang menuju pencapaian yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.

Reporter : Eva Dwi, KPI/5B

Tidak ada komentar

© all rights reserved
made with by templateszoo