Vokaloka, Bandung – Matcha kini menjelma sebagai tren kuliner yang tak lekang di kafe-kafe modern. Teh bubuk hijau ini menawarkan rasa unik dengan sentuhan pahit yang smooth. Disajikan dalam bentuk panas atau dingin, matcha memiliki tingkat kafein yang lebih tinggi daripada teh hijau lainnya. Dikonsumsi dalam jumlah sedang, antioksidannya yang tinggi bisa menyehatkan tubuh dengan sifat anti kankernya. Matcha juga dianggap dapat mengurangi kecemasan dan stres.
Asal-usul matcha ditelusuri sampai ke Dinasti Tang di Cina. Dinasti Tang berlangsung dari abad ke-7 hingga ke-10. Menurut Matchaful, orang-orang Dinasti Tang mengukus daun teh untuk menghasilkan bentuk yang mirip dengan batu bata. Batu bata teh dibuat dengan memanggang dan menumbuk daunnya, kemudian mencampur bubuk teh dengan air dan garam. Dengan cara ini, hasil panen teh yang mereka dapatkan dapat diangkut dengan lebih mudah.
Di kemudian hari, para biksu Zen dari Jepang datang ke Cina. Pada saat yang sama, mereka membawa bibit tanamannya dan kue teh pulang dari Cina. Pada saat yang sama, mereka membawa bibit tanamannya dan kue teh pulang dari Cina. Dengan cara ini, mereka akan dapat menanam teh di negara asalnya.
Selain itu, para biksu Zen memulai kebiasaan minum teh mereka sendiri. Sistem prosedur untuk membudidayakan dan menyimpan teh bubuk ini secara bertahap dikembangkan di Jepang. Lalu, teh ini menjadi minuman yang paling mahal di Jepang dan hanya boleh dikonsumsi dalam upacara minuman teh tradisional yang disebut dengan Sado.
Salah satu figur yang dikenal sebagai Seno Riku dianggap telah menyempurnakan upacara minum teh dan memasukkannya ke dalam budaya Samurai. Meskipun Riku sendiri bukanlah seorang Samurai, pelajaran yang ia ajarkan sangat penting untuk membuat matcha menjadi bagian dari budaya Samurai.
Filosofi upacara minum teh biksu Zen mendorong para pejuang untuk menggabungkan waktu ketenangan dan fokus. Matcha juga bertahan dari abad ke abad dan menyeberang lautan dari Jepang ke seluruh dunia.
Matcha sekarang lebih mudah dinikmati oleh orang-orang dengan berbagai selera berkat penambahan rasa baru seperti vanila, cokelat, dan seri buah. Antioksidan yang ada dalam matcha sering ditemukan dalam produk perawatan kulit yang dapat membantu mengurangi jerawat, mencerahkan kulit, dan memperlambat tanda-tanda penuaan.
Dokter Marya Haryono, seorang Spesialis Gizi Klinik menyebut khasiat matcha dapat dirasakan jika dikonsumsi secara ideal. Meskipun tidak aturan khusus terkait mengkonsumsi matcha, namun batasannya dapat disamakan dengan meminum kopi. Satu sampai dua cup dalam sehari.
"Karena kita juga perlu nutrisi yang lain yang harus masuk ke badan kita. Jadi, untuk dapat menikmati dan dapat efek baiknya, sekitar satu sampai dua kali sehari. Kalau ada risiko anemia, jangan dikonsumsi pas mendekati saat makan", ujarnya. Fira Amarin KPI/5B
Tidak ada komentar
Posting Komentar