Vokaloka, Bandung - Di balik hiruk-pikuk Pasar Baru Kota Bandung, tepatnya di Jl. Banceuy, Braga, Kecamatan Sumur Bandung, ada satu rasa yang diam-diam menetap di ingatan banyak orang. Namanya Sate Madura Al Jihad, atau yang lebih akrab dikenal sebagai sate asin Al Jihad. Tidak mencolok, tidak berisik, tapi selalu dicari.
Tempatnya sederhana, berada di bagian belakang pasar. Tanpa papan besar, tanpa konsep kekinian. Namun justru dari kesederhanaan itu, orang-orang datang dan kembali. Di atas tikar plastik, seporsi sate tersaji dengan cara yang apa adanya: tusukan sate asin, nasi putih hangat, sambal, dan taburan koya kelapa parut yang menjadi ciri khas.
Satu porsi berisi dua karakter. Sate asin original hadir dengan rasa yang bersih dan tenang. Dagingnya empuk, asin-gurihnya pas, aroma bakaran masih menempel kuat. Tidak berusaha mencuri perhatian, tapi justru di situlah kekuatannya.
Sementara di piring sebelah, sate asin pedas tampil lebih berani. Pedasnya tidak langsung menghantam, melainkan merayap pelan, meninggalkan rasa hangat yang membuat nasi cepat habis.
Koya dan sambal bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian dari ritual makan. Ada yang memilih mencocol sate ke sambal, lalu menambahkannya dengan koya sebelum masuk ke mulut. Asin, pedas, dan gurih menyatu dalam satu gigitan.
Ada juga yang menaburkan koya langsung ke nasi, lalu menyantap sate bersama nasi yang sudah berbalut rasa. Tidak ada aturan baku—semuanya sah, semuanya nikmat.
Nasi putih yang sederhana berubah menjadi elemen penting. Dengan koya, ia menjadi gurih. Dengan sambal, ia menjadi hidup. Sate asin Al Jihad tidak mengajarkan cara makan yang benar, tetapi memberi kebebasan meracik rasa sesuai selera.
Di tengah kesibukan Pasar Baru, di gang belakang yang sering luput dari perhatian, Sate Asin Al Jihad tetap berdiri dengan caranya sendiri. Tidak mengikuti tren, tidak berubah arah. Seporsi sate, sedikit koya, sambal secukupnya—cukup untuk membuat orang pulang dengan perasaan hangat dan keinginan untuk kembali.
Reporter: Lutfiah Nurrahma Faisal Mahasiswi KPI 5 B
1 komentar
Sate asin ini Memang Juara Sabandung Raya eun,
Posting Komentar