Kopi Kape, Ngopi Rasa Kafe dari Sudut Margasih

Vokaloka, Bandung- Di Jalan Jati Utama, Margasih, berdiri sebuah kedai kecil yang nyaris luput dari hiruk-pikuk kafe besar. Tempatnya tidak luas, konsepnya sederhana, dan sebagian besar pelanggannya datang untuk satu hal: membawa pulang secangkir kopi. Namanya Kopi Kape, sebuah kedai kopi take away yang mencoba menghadirkan pengalaman ngopi ala kafe dengan harga yang tetap ramah di kantong.

Kopi Kape pertama kali membuka pintunya pada 7 Desember 2024. Hingga kini, usianya baru menginjak sekitar satu tahun. Meski terbilang muda, kedai ini sudah punya identitas yang cukup jelas. Tagline yang mereka usung "ngopi berasa di kafe" bukan sekadar slogan. Ia menjadi arah bagaimana Kopi Kape meracik rasa, menentukan menu, dan menyasar pelanggannya.

Sebagai kedai take away, Kopi Kape memang tidak menawarkan ruang duduk yang luas atau suasana berlama-lama. Namun justru di situlah kekuatannya. Kopi Kape hadir sebagai teman singgah: untuk pekerja, mahasiswa, atau siapa pun yang ingin menikmati kopi enak tanpa harus mengeluarkan banyak waktu dan biaya. Rentang harga minumannya berada di kisaran Rp10.000 hingga Rp20.000-an, menjadikannya alternatif menarik di tengah tren kopi yang semakin mahal.

Menu yang ditawarkan pun cukup beragam. Tak hanya kopi, Kopi Kape juga menyediakan minuman non-kopi bagi mereka yang tidak terlalu menyukai rasa pahit. Di sisi makanan, tersedia pilihan spaghetti, rice bowl, hingga dessert sebagai pelengkap. Kombinasi ini membuat Kopi Kape tidak hanya cocok untuk sekadar ngopi cepat, tetapi juga untuk mengisi perut.

Salah satu pelanggan, Muftia, mengaku cukup sering membeli kopi di Kopi Kape. Dari berbagai menu yang ada, ia paling menyukai varian mocca. Menurutnya, rasa mocca di Kopi Kape terasa pas dan tidak berlebihan. "Rasanya mirip kopi di kafe-kafe, tapi harganya jauh lebih murah," ujarnya. Bagi Isfa, kualitas rasa yang konsisten menjadi alasan utama ia kembali membeli.

Selain mocca, menu yang paling direkomendasikan dari Kopi Kape adalah creamy latte. Minuman ini menjadi pilihan bagi penikmat kopi yang tidak terlalu menyukai rasa kopi yang kuat. Perpaduan kopi dan tekstur creamy yang lembut membuatnya terasa ringan, namun tetap memiliki karakter. Menu ini kerap menjadi pintu masuk bagi pelanggan baru yang ingin mencoba kopi tanpa rasa pahit yang dominan.

Kehadiran Kopi Kape di Margasih menunjukkan bahwa pengalaman ngopi tidak selalu harus mahal atau dilakukan di tempat yang besar. Dengan konsep sederhana, harga terjangkau, dan rasa yang mendekati standar kafe, Kopi Kape menawarkan alternatif bagi mereka yang ingin menikmati kopi dengan cara yang praktis.

Di sudut kecil Jalan Jati Utama, Kopi Kape membuktikan bahwa secangkir kopi yang baik tidak selalu membutuhkan ruang luas atau harga tinggi. Kadang, cukup tempat kecil, rasa yang pas, dan niat untuk menghadirkan pengalaman ngopi yang jujur.

Reporter: Kahla Qolbiani Rasyad, KPI 5 B

 

2 komentar

Mingg mengatakan...

wah margaasih ada kopi caffe yakk mantaf

bayu mengatakan...

wah pengen coba matcha nya

© all rights reserved
made with by templateszoo