Vokaloka, Bandung - Kemenangan Persib Bandung atas Madura United dengan skor meyakinkan 4 – 1 bukan hanya menjadi obat kekecewaan bagi bobotoh, tetapi juga membuka pandangan baru mengenai dinamika skuad Maung Bandung. Bagi saya, pertandingan tersebut bukan sekadar soal gol dan tiga poin, tetapi menghadirkan satu catatan penting: ketika pemain pengganti diberi kesempatan, mereka mampu menjawabnya dengan sangat baik.
Debut Dewangga serta penampilan Nazril Alfaro menjadi contoh nyata. Selama ini, kedua pemain tersebut lebih sering menghuni bangku cadangan, bahkan beberapa kali sama sekali tidak mendapat menit bermain. Namun ketika akhirnya diturunkan, mereka tampil tanpa ragu, penuh energi, disiplin, dan secara mengejutkan mampu mengimbangi bahkan memperkuat ritme permainan tim. Penampilan keduanya terasa seperti hembusan angin segar yang menunjukkan bahwa kualitas skuad Persib sejatinya lebih dalam dari yang selama ini tampak.
Melihat bagaimana Dewangga tampil tenang pada debutnya, sementara Nazril menunjukkan kemampuan mengatur tempo dan menutup ruang, kita dapat melihat bahwa persoalan Persib selama ini bukan pada kualitas pemain cadangan, tetapi pada masalah kurangnya kesempatan. Inilah yang kemudian membuka perbandingan: ada pemain yang mendapatkan menit bermain jauh lebih banyak dari keduanya, namun kontribusinya masih belum terlihat signifikan. Sedangkan pemain seperti Dewangga dan Nazril justru memperlihatkan potensi besar ketika diberi ruang untuk bermain.
Mereka dalam pandangan saya merupakan kebalikan dari pemain yang rutin dimainkan tetapi belum mampu memberi dampak nyata. Hal ini bukan untuk menjatuhkan individu tertentu, tetapi untuk menegaskan bahwa kebiasaan rotasi yang tidak proporsional dapat merugikan perkembangan tim secara keseluruhan. Persib akan sulit berkembang bila menit bermain hanya berputar pada nama-nama tertentu, sementara pemain lain tidak diberi kesempatan memperlihatkan progres.
Ditengah jadwal kompetisi yang padat dan persaingan yang semakin ketat, kedalaman skuad menjadi hal yang sangat krusial. Menit bermain yang merata bukan hanya menjaga kebugaran pemain inti, tetapi juga meningkatkan rasa percaya diri pemain pelapis. Ketika setiap pemain merasa dihargai dan diberi kesempatan, maka kompetisi internal menjadi lebih sehat, dan tim akan memiliki lebih banyak opsi taktis dalam menghadapi berbagai skenario pertandingan.
Momentum kemenangan 4–1 ini seharusnya menjadi alarm sekaligus pelajaran berharga. Bahwa memberi kesempatan kepada pemain yang selama ini terpinggirkan bisa menghasilkan sesuatu yang positif. Bahwa pemain pengganti bukan sekadar pelengkap di daftar nama, tetapi bisa menjadi aset penting yang memperkaya kekuatan tim.
Harapan saya sederhana, kepercayaan dan menit bermain hendaknya diberikan berdasarkan performa dan kesiapan, bukan berdasarkan kebiasaan atau status pemain. Dengan pola pemanfaatan skuad yang lebih adil dan transparan, Persib akan menjadi tim yang tidak hanya tangguh di atas kertas, tetapi juga solid dalam praktiknya di lapangan. Semoga kemenangan ini menjadi langkah awal bagi perubahan yang lebih baik dalam manajemen rotasi tim ke depan.
Seli Siti Amaliah Putri,
Bandung.
Tidak ada komentar
Posting Komentar