Bagi mahasiswa, tidur tengah malam sering kali bukan hal yang aneh. Ada tugas yang harus diselesaikan, materi yang perlu dibaca ulang, atau pekerjaan kampus lain yang tak jarang menuntut waktu lebih panjang. Di tengah proses itu, saat fokus mulai terpecah, rasa lapar sering datang tiba-tiba.
Ketika hal itu terjadi, cuangki di kawasan Cipadung kerap menjadi pilihan. Berada di dekat Universal Cipadung, cuangki ini mudah dijangkau dan sudah dikenal sebagai makanan malam yang praktis. Gerobaknya mulai buka dari pukul 17.00 dan tutup sekitar pukul satu dini hari, mengikuti ritme aktivitas mahasiswa yang sering berakhir larut.
Cuangki disajikan dengan kuah bening yang hangat dan gurih. Rasanya ringan, tidak berlebihan, dan nyaman dinikmati malam hari. Isinya terdiri dari cuangki, tahu putih, tahu coklat dan bakso dengan tekstur kenyal, tidak lembek, dan pas saat digigit. Pembeli juga bisa menyesuaikan rasa sesuai selera, mulai dari tingkat asin, pedas, hingga tambahan saus dan bawang.
Dari sisi harga, cuangki ini tergolong ramah bagi mahasiswa. Satu porsi dibanderol sekitar Rp7.000 hingga Rp10.000, tergantung pilihan isian. Dengan harga tersebut, semangkuk cuangki sudah cukup untuk mengganjal perut sebelum kembali melanjutkan aktivitas.
Suasana di sekitar gerobak terasa santai. Penjualnya ramah dan komunikatif, membuat pembeli merasa nyaman. Bagi yang memilih makan di tempat, tersedia air mineral gratis, sebuah fasilitas sederhana yang menambah nilai lebih.
Soal jam buka, Dani sang penjual mengaku menyesuaikan dengan kebiasaan pembelinya.
"Saya buka dari mau menjelang masuk magrib sampai jam satu malam. Setiap hari di sini," ujar Dani penjual cuangki.
Bagi mahasiswa, cuangki Cipadung bukan sekadar makanan malam. Ia hadir sebagai solusi saat lapar datang di tengah tugas, sederhana, hangat, dan selalu bisa diandalkan.
Tidak ada komentar
Posting Komentar