Subang — Banjir menerjang Kampung Cibago, Desa Mayang, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, pada Kamis, 4 Desember 2025 siang. Peristiwa tersebut dipicu oleh tingginya curah hujan disertai angin kencang yang melanda wilayah setempat.
Hujan deras menyebabkan longsor di sekitar aliran Sungai Cikandai. Material longsoran sempat menahan aliran sungai hingga akhirnya jebol dan meluap, sehingga air masuk ke permukiman warga sekitar pukul 14.00 WIB.
Kepala Desa Mayang, Usman Suhendi, mengatakan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, banjir mengakibatkan ratusan warga terdampak.
"Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 212 jiwa dari 65 kepala keluarga terdampak banjir," ujar Usman saat diwawancarai Info Cisalak.
Selain itu, banjir juga menyebabkan kerusakan pada rumah warga. Tercatat sebanyak enam rumah mengalami rusak berat, 26 rumah rusak sedang, dan 35 rumah rusak ringan. Sejumlah areal persawahan serta kebun milik warga turut terdampak.
Untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan, Pemerintah Desa Mayang bersama pihak terkait telah melakukan evakuasi warga, khususnya di wilayah paling terdampak, yakni RT 13 RW 04 Kampung Cibago. Warga dievakuasi ke Aula Mayang Maslahat, Desa Mayang.
"Kami sudah melakukan evakuasi warga ke aula desa untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, termasuk potensi banjir susulan, mengingat curah hujan diperkirakan masih tinggi," jelas Usman.
Usman menambahkan, saat ini warga terdampak masih membutuhkan sejumlah bantuan mendesak, seperti alat kebersihan untuk membersihkan material banjir, tenda darurat, peralatan medis, logistik makanan, serta perlengkapan makan dan minum.
Di akhir keterangannya, ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu penanganan bencana tersebut.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi dan menyalurkan bantuan bagi warga kami yang terdampak musibah ini," pungkasnya.
Hujan deras menyebabkan longsor di sekitar aliran Sungai Cikandai. Material longsoran sempat menahan aliran sungai hingga akhirnya jebol dan meluap, sehingga air masuk ke permukiman warga sekitar pukul 14.00 WIB.
Kepala Desa Mayang, Usman Suhendi, mengatakan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, banjir mengakibatkan ratusan warga terdampak.
"Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 212 jiwa dari 65 kepala keluarga terdampak banjir," ujar Usman saat diwawancarai Info Cisalak.
Selain itu, banjir juga menyebabkan kerusakan pada rumah warga. Tercatat sebanyak enam rumah mengalami rusak berat, 26 rumah rusak sedang, dan 35 rumah rusak ringan. Sejumlah areal persawahan serta kebun milik warga turut terdampak.
Untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan, Pemerintah Desa Mayang bersama pihak terkait telah melakukan evakuasi warga, khususnya di wilayah paling terdampak, yakni RT 13 RW 04 Kampung Cibago. Warga dievakuasi ke Aula Mayang Maslahat, Desa Mayang.
"Kami sudah melakukan evakuasi warga ke aula desa untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, termasuk potensi banjir susulan, mengingat curah hujan diperkirakan masih tinggi," jelas Usman.
Usman menambahkan, saat ini warga terdampak masih membutuhkan sejumlah bantuan mendesak, seperti alat kebersihan untuk membersihkan material banjir, tenda darurat, peralatan medis, logistik makanan, serta perlengkapan makan dan minum.
Di akhir keterangannya, ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu penanganan bencana tersebut.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi dan menyalurkan bantuan bagi warga kami yang terdampak musibah ini," pungkasnya.
Reporter : Info Cisalak
Editor : Jajang Shofar Khoerudin
Tidak ada komentar
Posting Komentar