Vokaloka, Bandung – Baitulmaal Muamalat (BMM) menyalurkan sepatu Ankle Foot Orthosis (AFO) dan paket sembako untuk anak-anak penyandang disabilitas, pada Kamis (13/11) di Kantor BMM Antapani, Kota Bandung pada pukul 10.00 WIB sampai selesai. Penyaluran ini melibatkan PT Telkom Indonesia sebagai donatur sepatu AFO, BPRS Parahyangan sebagai donatur sembako, serta Yayasan Anak Bunda Istimewa sebagai mitra pendamping para penerima manfaat.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk dukungan tambahan bagi anak-anak penyandang cerebral palsy dan kondisi neurologis lainnya yang membutuhkan alat bantu orthosis. Sepatu AFO yang berfungsi menjaga posisi kaki tetap stabil, harus dibuat secara custom mengikuti kondisi masing-masing anak sehingga biayanya tidak sedikit dan sering kali sulit dipenuhi dalam waktu singkat. Melalui kolaborasi ini, sebanyak 10 anak dari Yayasan Anak Bunda Istimewa terpilih untuk menerima bantuan tersebut.
Sebagai penyelenggara, BMM menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program kolaboratif yang telah berjalan sebelumnya. BMM kembali dipercaya untuk menyalurkan bantuan dari PT Telkom Indonesia yang sebelumnya juga menyalurkan kursi roda, kaki palsu, dan tangan palsu. Menurut Lina, Ketua BMM Jawa Barat, proses penyaluran dilakukan dengan mempertimbangkan aspek kebutuhan dan ketepatan sasaran.
"Acara ini diinisiasi oleh PT Telkom Indonesia dan BMM memfasilitasi penyalurannya. Sepatu AFO yang diberikan hari ini dibuat secara custom untuk kenyamanan anak-anak. Kemudian untuk mekanisme penyalurannya, yayasan punya database lengkap, jadi kami berkoordinasi agar bantuan lebih tepat sasaran," jelasnya.
Salah satu keluarga penerima manfaat yang merasakan dampak positif dari kegiatan ini adalah keluarga Rizki (11), seorang anak yang sejak usia tiga hari telah mengalami kejang dan kemudian didiagnosis epilepsi, cerebral palsy, meningitis, speech delay, scoliosis, serta gangguan penglihatan. Kondisi kesehatan Rizki membuatnya membutuhkan pendampingan jangka panjang dan alat bantu khusus, termasuk sepatu AFO untuk menjaga stabilitas kakinya. Selama ini, proses terapi dan kebutuhan medis lainnya menjadi tanggung jawab besar yang harus dijalani keluarganya, baik secara fisik maupun emosional.
Ibunya, Nurjana, mengakui bahwa bantuan sepatu AFO yang diterima Rizki sangat berarti karena menjadi salah satu kebutuhan yang tidak mudah dipenuhi. Dengan adanya penyaluran dari BMM dan para donatur, ia berharap perkembangan motorik Rizki dapat lebih terbantu dan tidak memperburuk kondisi kakinya.
"Alhamdulillah, masya Allah. Dengan adanya sepatu AFO ini, mudah-mudahan bisa memperbaiki postur kaki Rizki atau minimal tidak memperburuk. Terima kasih untuk BMM dan para donatur yang berbaik hati, semoga dibalas oleh Allah Swt. Aamiin," ungkapnya.
Di sisi lain, dukungan dari BPRS Parahyangan melalui pemberian paket sembako menjadi unsur penting dalam membantu meringankan kebutuhan para penerima manfaat. Sebagai lembaga keuangan syariah, BPRS Parahyangan memandang keterlibatan mereka dalam kegiatan ini sebagai upaya untuk memperluas jangkauan kepedulian, terutama kepada kelompok rentan yang jarang tersentuh bantuan serupa.
Staf BPRS Parahyangan, Abdul Fattah, menuturkan bahwa program ini menjadi pengalaman pertama lembaganya dalam berpartisipasi pada kegiatan yang secara khusus mendampingi anak-anak disabilitas.
"Program BMM ini unik dan menyentuh kelompok yang belum pernah kami bantu sebelumnya. Ketika kegiatan berlangsung saya menyaksikan anak-anak dan ibu-ibu hebat. Sangat terharu melihat perjuangan mereka. Semoga sembako ini bisa sedikit membantu kebutuhan hariannya," ujarnya.
Yayasan Anak Bunda Istimewa yang menaungi para penerima manfaat turut memegang peran penting dalam proses pendataan dan penetapan penerima bantuan. Yayasan yang membina sekitar 670 anak penyandang cerebral palsy di wilayah Kota dan Kabupaten Bandung ini melakukan seleksi secara bertahap untuk memastikan bantuan diterima oleh mereka yang benar-benar membutuhkan. Dari ratusan anak yang berada dalam pendampingan yayasan, sebanyak 10 anak dipilih sebagai penerima bantuan pada kegiatan kali ini.
Ketua Yayasan Anak Bunda Istimewa, Rika Yulianti Windriani, menjelaskan bahwa sepatu AFO merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting bagi anak-anak cerebral palsy, tapi pembiayaannya sering kali menjadi kendala karena tidak ditanggung BPJS dan harus dibuat secara khusus sesuai kondisi masing-masing anak.
"Sepatu AFO itu sangat penting bagi anak-anak cerebral palsy, tetapi tidak tercover BPJS dan harus custom sehingga banyak keluarga tidak mampu memenuhinya. Oleh karena itu kami bersyukur dan berterima kasih dengan adanya bantuan dari para donatur yang dermawan ini. Sebelum penyaluran, kami melakukan seleksi berbasis database lengkap yang mencakup kondisi ekonomi, kesehatan, serta riwayat penerimaan bantuan sebelumnya. Dari data tersebut, kami menetapkan anak-anak yang paling layak menerima bantuan," jelasnya.
Di akhir kegiatan, Lina menyampaikan harapan agar penyaluran bantuan seperti ini dapat terus berkesinambungan dan menjangkau lebih banyak anak penyandang disabilitas di berbagai wilayah. Sebagai lembaga yang memfasilitasi amanah para donatur, BMM menegaskan komitmennya untuk menjaga keberlanjutan program serta memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak yang memiliki kepedulian serupa.
"Semoga Allah memudahkan langkah para donatur, dan semoga sepatu ini membawa kenyamanan bagi anak-anak. Kami berharap program seperti ini bisa terus berjalan dan memberi manfaat jangka panjang," ungkapnya.
Melalui sinergi antara BMM, PT Telkom Indonesia, BPRS Parahyangan dan Yayasan Anak Bunda Istimewa, kegiatan ini tidak hanya menghadirkan bantuan berupa sepatu AFO dan paket sembako, tetapi juga menunjukkan wujud nyata kepedulian sosial bagi keluarga penyandang disabilitas. Kolaborasi ini menjadi langkah penting dalam memperkuat dukungan bagi anak-anak istimewa dan diharapkan mampu menginspirasi lebih banyak pihak untuk turut berkontribusi dalam menebarkan kebermanfaatan bagi mereka yang membutuhkan.
Reporter: Tantia Nurwina, KPI/5B
1 komentar
Alhamdulillah! Sepatu AFO custom buat 10 anak CP dari Telkom via BMM, plus sembako BPRS. Cerita Rizki & ibunya Nurjana bikin haru. Kolaborasi mantap, semoga berkelanjutan
Posting Komentar