Pemprov Jabar Jadikan Ekowisata Sebagai Solusi Wisata Masa Kini

Vokaloka, Bandung - Jawa Barat tengah mengembangkan ekowisata sebagai solusi wisata yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Program ini mulai digulirkan sejak peluncuran Permenparekraf Nomor 9 Tahun 2021.

Mengacu pada peraturan terbaru, ekowisata kini tidak hanya fokus pada konservasi alam tetapi juga pengelolaan aspek sosial, budaya, dan ekonomi secara berkelanjutan.

Wawan Kurniawan, Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata dan Budaya menyebut saat ini beberapa destinasi di Jawa Barat seperti Kampung Naga, Geopark Ciletuh, dan kawasan Puncak masuk ke dalam program regeneratif tourism yaitu pengelolaan wisata yang mengutamakan pemulihan kondisi alam dan budaya. 

"Ini sesuai dengan komitmen Kepala Daerah, Pak Dedi Mulyadi ingin alam seperti perkebunan dan kehutanan, dikembalikan pada peruntukannya. Agar kejadian di Puncak Bogor kemarin saat alam tidak dimanfaatkan dengan sesuai, dampaknya tidak terulang lagi", tambahnya (30/09/2025).

Pemerintah daerah juga meluncurkan program pelatihan SDM dan digitalisasi untuk pengelola desa wisata agar pengelolaan destinasi lebih profesional dan berdaya saing. Di sisi lain, masalah sampah masih menjadi tantangan ekowisata.

Ahmad Efrizal, Koordinator Kehumasan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat menyebut Eco Village atau Desa Ekologi menjadi upaya yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup dalam mendukung program ekowisata Dinas Pariwisata dan Budaya.  

"Biasanya dalam satu kampung Eco Village akan ada pemetaan dari pegiat lingkungan. Misalnya, pemetaan kawasan industri atau kawasan objek wisata. Kemudian dilakukan inventarisasi terkait laju pertumbuhan industri atau wisata tersebut. Dari peran tim eco village, kita dapat memperkirakan timbulan sampah dan menyadari kerusakan-kerusakan di lingkungan", ujarnya (24/09/2025).

Beliau juga menambahkan bahwa saat ini DLH tidak hanya fokus pada pengelolaan sampah, tetapi juga mendukung program ekowisata dengan konservasi keragaman hayati serta pelestarian kembali flora dan fauna langka, khususnya di Provinsi Jawa Barat.

Untuk menyukseskan program ekowisata, keduanya juga terus bersinergi melalui forum rencana strategis pembangunan, wacana pengembangan pariwisata.  

Ayu Shinta Amalia, Analis Pariwisata Dinas Pariwisata dan Budaya berharap kedepannya pengembangan pariwisata di Jawa Barat berorientasi pada prinsip berkelanjutan dan pengelolaan yang lebih terpadu. 

"Jadi kedepannya berharapnya pengelolaan pariwisata di Jawa Barat lebih terpadu, baik dari sisi kapasitas SDM-nya, ataupun pengemasan atau inovasi produknya, dan juga strategi-strategi dalam memasarkannya", ungkapnya (30/09/2025).



Reporter: Fira Amarin, KPI/5B & Haifa Nailah, KPI/5B.

2 komentar

Inggrid Aulia mengatakan...

Setuju, ekowisata memang harus didukung oleh pemerintah

indah sari mengatakan...

yappp ekowisata menjadi peluang positif bagi banyak pihak dan memberi kebermanfaatan panjang

© all rights reserved
made with by templateszoo