Vokaloka, Bandung- Class of Yatim Mandiri merupakan ajang Olimpiade Matematika, IPA, PAI, dan Al-Qur'an yang diperuntukkan bagi anak-anak yatim dan dhuafa berprestasi se-Bandung Raya. Kegiatan ini digelar oleh Lembaga Amil Zakat Nasional Yatim Mandiri Bandung di Aula Kementerian Agama Kota Bandung pada Sabtu (27/09/2025).
Rangkaian kegiatan meliputi sejumlah lomba dan permainan edukatif seperti Ranking 1, Team Games Tournament (TGT) Arrow, TGT Hiding Case, Kupetik Bintang, serta penyerahan simbolis Iqro dan Juz Amma. Acara ditutup dengan pengumuman kejuaraan dan sesi foto bersama seluruh peserta dan panitia.
Ketua pelaksana kegiatan, Dian Permana, yang juga menjabat sebagai Lead Program Yatim Mandiri, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap anak-anak berprestasi sekaligus persiapan menuju ajang Olimpiade Matematika dan Al-Qur'an se-Bandung Raya, kemudian menuju tingkat nasional yang akan digelar di Yogyakarta pada Desember mendatang.
"Kita mengukur potensi anak-anak dan apresiasi bagi mereka yang punya prestasi. Jadi apresiasi, makanya adanya program Class of Yatim Mandiri. Nanti mereka diadu potensi, sebelum bulan depan kan ada olimpiade Matematika, sebagai persiapan. Olimpiade Matematika dan Al-Qur'an se-Bandung Raya. Nanti bulan Desember kita nasional di Yogyakarta, persiapan ajang itu," ujar Dian.
Pada kesempatan ini sebanyak 22 peserta dari berbagai sekolah dasar binaan Yatim Mandiri mengikuti kegiatan tersebut.
"Harusnya yang datang itu 30-an. Karena memang ada kendala, ada yang sakit dan sebagainya. Jadi kalau yang datang cuma 22," jelasnya.
Peserta kegiatan merupakan siswa kelas 4, 5, dan 6 sekolah dasar yang telah melalui proses seleksi berdasarkan prestasi akademik maupun nonakademik.
"Sebelumnya kita ada menawarkan ke anak-anak dulu. Siapa yang mempunyai ranking. Satu, dengan dibuktikan sertifikat, dan sebagainya. Itu tidak hanya lomba akademik, ada juga yang non-akademik. Seperti misalkan lomba antonim yang kejuaraan, pidato, dan sebagainya," ucapnya.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan Class of Yatim Mandiri juga menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait pembiayaan dan penurunan semangat belajar anak-anak di era digital.
"Yang pertama, tantangannya pastinya biaya dulu. Karena kan kalau nggak ada biaya kita nggak bisa jalan. Makanya dibutuhkan biaya dari donatur. Yang kedua, tantangannya anak sekarang udah turun dari segi pembelajarannya, yang dulunya harusnya ini misalkan di kelas 4, dia udah di kelas 6 tapi masih nggak bisa. Jadi memang dari zaman juga, potensi anak yang mau belajar juga susah. Makanya kita ada Sanggar Belajar itu untuk menumbuhkan itu, menanggulangi," katanya.
Dian juga menyampaikan harapan agar kegiatan ini dapat menjadi sarana motivasi bagi anak-anak untuk terus belajar dan mengembangkan diri.
"Harapan saya bagi anak-anak yang ikut olimpiade. Yang pertama, bisa menjadi penyemangat untuk meraih masa depannya, khususnya pembelajaran. Banyak juga kan anak yang nggak tahu kita harus ke mana arahnya. Nah dari olimpiade ini bisa muncul potensinya, bisa muncul motivasinya, bagaimana bisa mereka melanjutkan pendidikan ke jenjang kuliah dan sebagainya. Kemudian mereka juga bisa mandiri, entah itu dari segi finansial atau dari spiritual, emosinya, karakternya juga, sekarang kan karakter. Karena kan kebanyakan banyak administrasi, nama karakter kita dilupakan. Integrasi antara keislaman dan dunia teori modern saat ini kan lagi kurang. Makanya disini di Yatim Mandiri, di Class of Yatim Mandiri kita memasukkan itu, kan ada IPA, PAI, Al-Qur'an. Nah itu integrasi antara nilai spiritual dan akademisnya," pungkasnya.
Sebagai lembaga penyelenggara, Yatim Mandiri berkomitmen untuk terus mendorong kemandirian anak yatim dan dhuafa melalui berbagai program pendidikan.
"Kita menuju kepada visi kita, memandirikan yatim dan dhuafa. Itu sangat jauh sebenarnya karena memang menuju ke visi kita. Karena kalau perencanaan harus visioner juga bagaimana cara anak-anak bisa menumbuhkan potensi masing-masing. Kalau kita kan dari jenjang SD ada Sanggar Belajar, SMP ada ICMBS (Insan Cendekia Mandiri Boarding School) di Sidoarjo, SMA juga ICMBS, kuliahnya juga ada, kerja juga nanti ditempatkan di Yatim Mandiri," tutur Dian.
Reporter: Arif Kusuma Putra KPI A
Tidak ada komentar
Posting Komentar