Dalam kegiatan ini, para penyuluh pertanian dan Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) DKPP Kota Bandung menyampaikan materi kepada peserta. Mereka membekali peserta dengan pengetahuan serta keterampilan seputar delapan komponen utama Buruan SAE, yaitu budidaya sayuran, budidaya buah, tanaman obat keluarga (toga), budidaya ikan dalam ember (budikdamber), pengolahan limbah organik menjadi kompos, peternakan, pengendalian hama alami, serta pengelolaan hasil panen.
Penyuluh pertanian, Vivi, menuturkan bahwa sektor pangan kini menjadi perhatian dunia karena merupakan kebutuhan dasar manusia yang tidak tergantikan.
"Dalam kondisi apa pun, baik krisis, pandemi, maupun perubahan iklim, kita tetap membutuhkan hasil pertanian dan peternakan," ujarnya.
Vivi menambahkan, meskipun berada di kota metropolitan, peran Dinas Pertanian tetap penting untuk memastikan ketersediaan pangan yang sehat dan berkelanjutan.
"Meskipun lahan di kota terbatas, potensi yang ada tetap bisa dimanfaatkan melalui program Buruan SAE. Hari ini kita belajar bagaimana menjadi petani meski di tengah kota," tambahnya.
Vivi berharap masyarakat dapat memanfaatkan pekarangan, halaman rumah, bahkan wadah sederhana seperti ember untuk menanam dan menghasilkan bahan pangan sendiri.
Salah satu peserta pelatihan, Asep, dari Kelompok Buruan SAE Jimbaran RW 03, mengaku mendapat banyak manfaat dari kegiatan tersebut.
"Dampaknya sangat bagus, saya jadi paham hal-hal yang sebelumnya belum saya mengerti," katanya.
Sementara itu, Deden, peserta lainnya, menilai kegiatan ini tidak hanya menambah wawasan tetapi juga mempererat kerja sama antarwarga.
"Kami jadi lebih semangat untuk mengembangkan lahan yang ada agar lebih produktif," ujarnya.
Melalui kegiatan ini, DKPP Kota Bandung berharap pelatihan Buruan SAE dapat menjadi langkah nyata dalam mewujudkan kemandirian pangan keluarga sekaligus menciptakan lingkungan kota yang hijau dan produktif.
Reporter: Seli Siti Amaliah Putri (KPI/5B)
1 komentar
Keren nih program Dinas Pertanian! Di tengah kota lahan terbatas, tapi bisa peternakan kecil-kecilan & olah limbah jadi pupuk. Anak-anak bisa belajar makan sehat alami.
Posting Komentar