Vokaloka, Bandung – Ismail Ibnu Abu Bakar Hatta memimpin penyelenggaraan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XIV Jawa Barat yang digelar pada 2025 sebagai ajang kompetisi dan pembinaan bagi atlet pelajar muda. Kegiatan ini bertujuan untuk mengasah kemampuan dan mempersiapkan diri menuju tahap prestasi yang lebih tinggi. Kamis (25/9/2025)
Menurut penuturan Ketua POPDA Jabar, ajang ini merupakan salah satu wahana untuk kompetisi antar pelajar yang pada akhirnya diharapkan menjadi supply untuk atlet-atlet elite Jabar di masa depan. Kemudian, salah satu ajang seleksi menuju Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) 2025.
Tahun ini terdapat peningkatan jumlah atlet muda dibandingkan dengan tahun sebelumnya, POPDA mempertandingkan 25 cabang olahraga dan satu eksibisi dengan total 3.859 partisipan yang tersebar ke 27 tempat kota dan kabupaten Jabar.
"Untuk atlet muda di usia saat ini tentu usia training to train. Menurut long-term atlet development mereka itu berada di fase train to train menuju train to compete, belum train to win. Jadi mungkin di sini masih tahap pembelajaran, mencari kesalahan, mencari bagaimana menghadapi lawan. Bagaimana bangkit kembali dari kekalahan, mereka akan lebih banyak belajar di situ, bagaimana menerapkan strategi-strategi pertandingan. Jadi belum ke fase puncak train to win, mereka di sini hanya belajar-belajar untuk berkompetisi, jadi kalah menang di sini, jangan berkecil hati, selesai dari sini, kembali berlatih lagi menjadi atlet yang lebih hebat." Tutur Ismail.
Dengan dedikasi dari Ketua POPDA Jabar, ajang ini menjadi wadah bagi atlet pelajar muda untuk belajar, berkompetisi, mempersiapkan diri menuju prestasi lebih tinggi di masa depan.
Menurut penuturan Ketua POPDA Jabar, ajang ini merupakan salah satu wahana untuk kompetisi antar pelajar yang pada akhirnya diharapkan menjadi supply untuk atlet-atlet elite Jabar di masa depan. Kemudian, salah satu ajang seleksi menuju Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) 2025.
Tahun ini terdapat peningkatan jumlah atlet muda dibandingkan dengan tahun sebelumnya, POPDA mempertandingkan 25 cabang olahraga dan satu eksibisi dengan total 3.859 partisipan yang tersebar ke 27 tempat kota dan kabupaten Jabar.
"Untuk atlet muda di usia saat ini tentu usia training to train. Menurut long-term atlet development mereka itu berada di fase train to train menuju train to compete, belum train to win. Jadi mungkin di sini masih tahap pembelajaran, mencari kesalahan, mencari bagaimana menghadapi lawan. Bagaimana bangkit kembali dari kekalahan, mereka akan lebih banyak belajar di situ, bagaimana menerapkan strategi-strategi pertandingan. Jadi belum ke fase puncak train to win, mereka di sini hanya belajar-belajar untuk berkompetisi, jadi kalah menang di sini, jangan berkecil hati, selesai dari sini, kembali berlatih lagi menjadi atlet yang lebih hebat." Tutur Ismail.
Dengan dedikasi dari Ketua POPDA Jabar, ajang ini menjadi wadah bagi atlet pelajar muda untuk belajar, berkompetisi, mempersiapkan diri menuju prestasi lebih tinggi di masa depan.
Reporter: Inggrid Aulia Kusumawardhani, KPI 5/A
3 komentar
Semoga kompetisi ini banyak manfaatnya
Peluang harus terbuka seluas-luasnya untuk menggali potensi anak muda yang belum tergali.
baguss sekali, memberi dukungan terhadap para pelajar calon juara
Posting Komentar