Vokaloka, Bandung – Pada Kamis, (25/09/2025), sejumlah siswa SMK Bakti Nusantara 666 tampak antusias dalam menyambut MBG (Makan Bergizi Gratis). Mereka mengaku senang akan adanya program MBG ini. Secara keseluruhan program ini membantu mengurangi kebiasaan jajan sembarangan serta dapat menghemat uang jajan.
"Ngurangin jajan, karena uang jajannya jadi awet dan bisa ditabung" Ujar Devi, seorang siswi jurusan Pemasaran
Namun tak dapat dipungkiri, respon siswa tentunya memiliki perbedaan didalam menyambut program MBG tersebut. Sebagian siswa merasa antusias dengan adanya program MBG ini, karena beberapa siswa memiki keterbelakangan finansial. Sedangkan Sebagian lainnya lebih pemilih dalam masalah makanan karena tentunya menu yang diberikan berbeda setiap harinya. Sehingga beberapa siswa menolak menu tertentu yang diberikan dengan alasan tidak suka atau memiliki alergi terhadap makanan tersebut.
"Kadang enak, kadang enggak. Kalo yang enak ada katsu, dimsum, kebab, burger, sama hotdog" ujar Qisti, siswi jurusan Pemasaran
Pihak sekolah memiliki cara untuk menangani siswa yang tidak suka atau tidak mau memakan menu MBG, yaitu dengan menyuruh siswa untuk membawa pulang sisa makanan yang tidak habis dimakan. Upaya ini tentunya akan mencegah terjadinya makanan terbuang dengan sia-sia.
Program MBG sudah pasti memiliki tujuan agar siswa mendapatkan makanan yang bergizi di masa pertumbuhan dan perkembangannya di sekolah. Namun memang harus di awasi dalam segi produksinya.
"Sebenernya program MBG ini tuh penting teh, karena untuk anak-anak yang kekurangan tuh penting banget. Tapi yang disayangkannya itu kalo diberikan bukan pada orang yang tepat. Makanya MBG tuh seharusnya ditinjau ulang lagi, perlunya di SD yang mana, di Sekolah yang mana, yang mengelolanya baik atau tidak, karena kan banyak kejadian yang keracunan dan sebagainya" Ujar Salma, seorang tenaga pengajar
Salma juga menyebutkan bahwa MBG tersebut tentunya dapat dinilai baik dari segi manfaat Kesehatan, namun memang harus diberikan pada orang-orang yang tepat. Karena Sebagian siswa yang memang terpenuhi kebutuhannya menjadi pilih-pilih makanan yang mengakibatkan MBG bisa terbuang sia-sia.
Harapan kedepannya dari guru dan siswa, agar BGN menjalankan pengawasan yang lebih ketat terhadap makanan yang diberikan kepada siswa serta memeriksa kandungan gizi didalamnya. Karena makanan yang diberikan selama ini kebanyakan yang mengandung tepung. Kemudian mereka nerharap diperhatikan juga dalam waktu memasak, agar makanan yang diberikan pada siswa masih layak untuk dimakan.
Reporter: Nurul A'ini / KPI 5 B
2 komentar
Program MBG ini patut diapresiasi karena membantu siswa mengurangi jajan sembarangan dan lebih hemat uang saku. Semoga ke depan kualitas gizi dan pengawasannya semakin baik 🙌
Iya nih, MBG penting buat anak kurang mampu. Tapi harus tepat sasaran, jangan buang sia-sia gara-gara pilih-pilih.
Posting Komentar