Sejak pandemi Covid -19 Satuan SMA Kifayatul Achyar yang terletak di Cibiru atau tepatnya Jl. AH. Nasution No.495, Cipadung, Kec. Cibiru, Kota Bandung menghadapi tantangan serius karena penurunan dalam jumlah siswa yang signifikan. kondisi ini dapat terjadi karena sejak Pandemi Covid-19, proses KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) lebih banyak secara online. Hal ini berdampak terhadap kurangnya aktivitas di sekolah, tentu saja hal ini juga berdampak terhadap fasilitas sekolah tidak terpakai dan terpelihara dengan baik. Kemudian setelah pembatasan Covid 19 dibuka kembali kondisi sekolah menjadi kurang terpelihara. Kondisi ini mengancam keberlangsungan pendidikan di sekolah swasta tersebut dalam menjaga kelangsungan operasi dan mutu pendidikan.
Menurut penjelasan kepala sekolah - Ir. Nani Sumarni, puncak penurunan mulai terasa di tahun 2023 (18/9/2025). Namun, mengalami kenaikan kembali di tahun ajaran 2025 dengan jumlah 9 siswa yang tersebar di kelas X sebanyak empat siswa, kelas XI hanya 1 siswa dan kelas XII sebanyak empat siswa. Kondisi ini sangat jauh berbeda jika dibandingkan dengan keadaan sebelum pandemi dengan rata-rata terdiri dari sekitar 29 siswa disetiap jurusan IPA dan IPS.
Kondisi ini berdampak langsung pada jumlah jam mengajar guru sehingga kepala sekolah memberikan peluang kepada guru untuk mencari sekolah yang rombelnya bisa memenuhi jam mengajar tanpa harus meninggalkan satuan pendidikan SMA Kifayatul Achyar. Hal ini dilakukan agar KBM sekolah tetap berjalan sebagaimana mestinya, walaupun memang ada guru yang rangkap mata pelajaran karenanya.
"Kalau untuk guru yaa otomatis berdampak karena yaa jumlah siswa sedikit sehingga jam mengajar juga berkurang" Jelas Nani.
Langkah ini dilakukan setelah dikonsultasikan kepada pendapat pengurus pembina sekolah. Selain itu juga, langkah ini diambil bertujuan untuk menjaga kualitas proses belajar mengajar ditengah keterbatasan tenaga pengajar dan jumlah siswa yang sangat sedikit di sekolah tersebut. Sistem ini diharapkan dapat memberikan suasana belajar yang tetap produktif dan interaktif bagi siswa meskipun dalam kondisi yang menantang ini. Kebijakan ini pula menunjukkan perhatian sekolah dan pengawas terhadap pentingnya kebutuhan KBM tatap muka bagi perkembangan pembentukan karakter, psikomotorik dan kognitif siswa.
"Yaa diarahkan dari pengawas juga supaya tetap berlanjut meskipun guru yang lain memegang mapel lebih gitu atau rangkap" ujar Nani.
Situasi yang dihadapi SMA Kifayatul Achyar ini menggambarkan tantangan besar yang harus diatasi oleh sekolah swasta dalam menghadapi penurunan jumlah siswa. Komitmen guru dan pengawas dalam menjaga proses belajar yang berkualitas tetap menjadi satu-satunya harapan agar sekolah swasta mampu bertahan dan terus memberikan pendidikan terbaik kepada siswa di tengah tantangan yang semakin besar. kedepannya dukungan dari semua pihak sangat diperlukan agar sekolah swasta khususnya SMA Kifayatul Achyar ini dapat tetap eksis dan memberikan kontribusi positif dalam dunia pendidikan.
"Mudah-mudahan saja di tahun ajaran selanjutnya SMA Kifayatul Achyar bisa menarik minat kembali lulusan SMP dan MTs yang ada di sekitar Cibiru karena kebetulan Alhamdulillah saat ini sarana dan prasarananya sudah mulai dan akan terus dipercantik" demikian Nani menutup perbincangan dengan penuh harap.
Syahiratul Maghfiroh, KPI 5B
1 komentar
semoga kedapannya sekolah ini mendapatkan perhatian dari pemerintah dan masyrakat agar dapat menarik lebih banyak siswa
Posting Komentar