Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Menjalani Hari sebagai Siswa Sekolah Rakyat Inilah Cerita Murid SRMP 08 Abiyoso

 


Vokaloka, Cimahi - Bangun pukul 04.00 dan tidur setelah apel malam menjadi ritme harian Kinan, siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 08 Abiyoso Cimahi. Selama sekitar satu tahun dua bulan tinggal di asrama, ia belajar mengurus dirinya sendiri, mulai dari mencuci baju hingga mengatur waktu antara belajar, ibadah, dan kegiatan mandiri.  Cerita itu disampaikan Kinan saat ditemui di Sentra Abiyoso Cimahi (18/9/2026).

Hari Kinan dimulai sebelum matahari terbit. Setelah bangun, ia minum air putih, mandi, dan mengenakan seragam sebelum berbaris di depan asrama menuju masjid untuk salat subuh. Di masjid, siswa biasanya mendengarkan ceramah singkat sebelum kembali ke asrama.

Sesampainya di asrama, Kinan menyiapkan perlengkapan sekolah dan ikut piket membersihkan asrama. Tas kemudian disimpan di kelas, lalu seluruh siswa sarapan bersama pukul 06.00. Setelah makan, siswa mengikuti operasi semut dan apel pagi. Pada hari tertentu ada senam, sedangkan setiap Senin diisi upacara.

Kegiatan belajar berlangsung sampai pukul 15.00 dengan dua kali istirahat, yakni pukul 10.00 dan 12.00. Makan siang dilakukan bersama saat istirahat kedua. Sepulang sekolah, siswa mengikuti apel sore, mandi, bersiap salat asar, lalu membersihkan diri dan lingkungan. Pukul 17.30, mereka kembali berbaris untuk salat magrib dan dilanjutkan mengaji di masjid sambil menerima makanan ringan. Malam hari diisi waktu mandiri, apel malam, dan tidur di asrama.

Dari seluruh kegiatan itu, Kinan paling menyukai waktu mandiri. Pada jam tersebut siswa boleh bermain atau berolahraga seperti lari dan jogging. Saat akhir pekan, mereka juga bisa meminta izin kepada wali asuh untuk menyalakan smartboard dan menonton film bersama.

“Yang aku suka itu kegiatan mandiri. Di situ kita bebas, tapi nggak sebebas itu juga, masih ada batasannya,” kata Kinan.

Kinan mengaku hari-hari awal di asrama terasa berat. Ia sempat sedih karena merindukan ibunya dan harus mengerjakan banyak hal sendiri.

“Biasanya dibantu Mama, sekarang harus sendiri. Awalnya memang belum bisa dan pengin pulang terus,” ujar Kinan.

Seiring waktu, pandangannya berubah. Kinan mulai memahami alasan ia belajar dan berlatih disiplin di sekolah. “Lama-kelamaan aku harus belajar di sini, berdisiplin, biar nanti pulang bisa banggain Mama. Dan udah lumayan betah juga,” tuturnya.

Perubahan itu terlihat dari keseharian Kinan. Sebelumnya, ia masih bingung menyetrika dan merapikan pakaian, dan barang-barangnya kerap berantakan. Kini ia sudah terbiasa mencuci baju sendiri sejak awal masuk sekolah. “Makin ke sini, makin berkembang, makin bisa,” katanya.

Ada dua momen yang paling diingat Kinan selama bersekolah. Pertama, kedatangan Menteri Sosial Saifullah Yusuf ke sekolah.

“Kata Bapak Menteri, kalian di sini jadi yang benar. Harus berusaha banggain orang tua, jangan sampai gagal. Itu yang sering aku ingat,” ujarnya.

Momen kedua adalah pelatihan selama satu pekan yang dibawakan para taruna dan taruni. Kegiatan berlangsung dari pagi hingga malam, dan para pelatih menginap di sekolah. Siswa berlatih push up, lari, sit up, dan plank, serta belajar cara menyetrika baju dan merawat sepatu dengan benar. “Latihannya benar-benar kayak TNI,” kata Kinan.

Soal masa depan, Kinan sudah punya cita-cita sejak sebelum masuk sekolah, yaitu menjadi polisi wanita. Ia mengatakan kerap melihat polisi di berita dan sejak kecil selalu menjawab hal yang sama ketika ditanya cita-citanya.

“Itu cita-cita terbesar aku dari kecil, dari sebelum aku sekolah. Aku suka lihat berita, ada polisi. Aku bilang, ‘Mah, nanti aku bakal kayak gitu,’” kata Kinan.

Untuk jenjang SMA, Kinan berencana melanjutkan ke Taruna Nusantara. Jika tidak lolos, ia ingin tetap bersekolah di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA).

Kinan berharap bisa membanggakan kedua orang tuanya dan melanjutkan ke jenjang berikutnya. “Semoga cita-cita aku tercapai, terus nanti bikin Mama bangga,” ujarnya.

 

Reporter : Muhammad Aqila Diaurrahman 

Peringati Hari Kesaktian Pancasila Sentra Abiyoso Cimahi Gelar Apel Pagi Bersama Siswa SRMP 08 dan Para Pegawai

 


Vokaloka, Cimahi – Kementerian Sosial melalui Sentra Abiyoso Cimahi menggelar apel pagi untuk memperingati Hari Kesaktian Pancasila (01/10/2026). Kegiatan ini diikuti para siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 08 Abiyoso dan para pegawai Abiyoso yang berbaris rapi di lapangan sentra sejak pagi.

Apel berlangsung khidmat. Para siswa dan pegawai mengenakan seragam lengkap dan mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib, mulai dari pembukaan hingga penutup. Rangkaian acara yang dimulai dari pembukaan, penghormatan kepada bendera merah putih, menyanyikan lagu Indonesia raya dan halo-halo bandung, dan seterusnya.

Hari Kesaktian Pancasila diperingati setiap 1 Oktober untuk mengenang kegagalan upaya pengkhianatan terhadap ideologi bangsa lewat peristiwa G30S/PKI tahun 1965. Peristiwa itu menewaskan sejumlah perwira tinggi TNI Angkatan Darat, yang kemudian dikenal sebagai Pahlawan Revolusi. Peringatan ini menjadi pengingat bahwa Pancasila telah teruji sebagai dasar negara yang mempersatukan bangsa, dan bahwa menjaganya adalah tugas seluruh generasi.

Melalui apel ini, pihak sentra ingin menanamkan kesadaran tersebut sejak dini kepada siswa khususnya. Peserta didik diharapkan tidak hanya mengetahui sejarah di balik peringatan ini, tetapi juga memahami mengapa Pancasila harus dijaga dan dipegang teguh.

Guru Pendidikan Pancasila SRMP 08 Abiyoso, Reja Nurul Pajri, menjelaskan bahwa pelibatan siswa dalam upacara bertujuan menumbuhkan rasa nasionalisme. "Untuk menemukan rasa nasionalisme dari peserta didik itu sendiri, dimana untuk memperingati hari kesaktian Pancasila ini terus digaungkan, dan mereka sebagai peserta didik merasa bahwa ideologi Pancasila ini penting untuk mereka gunakan di kehidupan sehari-hari," ujarnya.

Menurut Reja, peringatan ini juga menjadi bahan pembelajaran di kelas. Siswa diajak mendalami ideologi Pancasila dan memahami pentingnya ideologi tersebut agar tidak mudah terpengaruh paham lain, termasuk komunisme. Ia menambahkan bahwa nilai Pancasila harus diamalkan, tidak berhenti di seremoni. "Pancasila itu bukan hanya teks, tetapi pengamalan," tegasnya.

Reja menyebut nilai-nilai tersebut mulai tampak dalam keseharian siswa, baik di kelas maupun di asrama. Ia berharap pendidikan Pancasila terus diberikan sebagai "fondasi bagi anak didik kita untuk masa depan".

Melalui kegiatan ini, Sentra Abiyoso berharap semangat Hari Kesaktian Pancasila tidak berhenti pada hari peringatan, tetapi terus hidup dalam sikap dan perilaku para siswa sebagai generasi penerus bangsa dan para pegawai Sentra Abiyoso itu sendiri.


Reporter : Muhammad Aqila Diaurrahman

Wali Asuh, Posisi Penting dalam Penyelenggaraan Sekolah Rakyat

 


Vokaloka, Cimahi - Wali asuh di Sekolah Rakyat Sentra Abiyoso Cimahi berperan dalam mendampingi dan membangun karakter anak, baik secara akademik maupun non akademik selama mengikuti program pendidikan dan tinggal di asrama. Pendampingan tidak hanya dilakukan dalam kegiatan belajar, tetapi juga mencakup pembentukan etika, ibadah, kegiatan ekstrakurikuler, serta aktivitas keseharian anak. Peran tersebut disampaikan Witri Pusian Ikhwayuni saat ditemui di Sentra Abiyoso Cimahi (18/9/2026).

Witri mengatakan setiap wali asuh bertanggung jawab mendampingi sejumlah anak selama berada di asrama. “Wali asuh itu ibaratnya kayak mengasuh. Kita mendidik sebanyak dua belas anak,” ujar Witri.

Menurut Witri, terdapat 89 anak yang tinggal di asrama Sekolah Rakyat Sentra Abiyoso. Pendampingan tersebut dilakukan bersama wali asuh lain dengan pembagian tanggung jawab terhadap kelompok anak yang telah ditentukan.

Dalam kesehariannya, Witri mengatakan peran wali asuh tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan anak selama berada di asrama, tetapi juga membangun karakter dan etika mereka. Wali asuh juga menjadi tempat bagi anak untuk menyampaikan keluhan maupun perasaan yang mereka alami selama mengikuti kehidupan di asrama.

“Lebih ke membangun karakter mereka sebenarnya. Karena wali asuh itu ibaratnya kayak ibu pengganti selama di sini,” kata Witri.

Pendampingan dilakukan melalui pembagian waktu pada pagi, sore, dan malam. Pada pagi hari, wali asuh mendampingi anak mengikuti kegiatan pembelajaran dari pukul 07.00 sampai 15.00 WIB. Setelah kegiatan belajar selesai, pendampingan berlanjut pada sore hingga malam dari pukul 15.00 sampai 23.00 WIB, mulai dari ibadah, makan, kegiatan, ekstrakurikuler, hingga waktu tidur.

Pada malam hari, pengawasan juga dilakukan melalui jadwal piket. Witri menjelaskan wali asuh bertugas mengawasi kondisi anak selama waktu istirahat dan memastikan kegiatan berjalan sesuai ketentuan yang telah diterapkan di asrama.

Bagi Witri, salah satu tantangan dalam menjalankan peran sebagai wali asuh adalah menghadapi anak yang masih tertutup ketika mengalami masalah. Karena itu, pendekatan kepada anak dilakukan secara bertahap dan konsisten melalui interaksi sehari-hari.

“Kita harus sabar, treatment-nya harus secara konsisten. Di sini juga ada program kumpul sama anak asuh. Dari situ kesempatan kita untuk lebih mendekat,” ujar Witri.

Witri yang baru menjalankan tugas sebagai wali asuh selama sekitar empat bulan mengaku masih terus belajar memahami karakter anak-anak. Sebelumnya, ia terbiasa mengajar di sekolah negeri umum sehingga perlu beradaptasi dengan kondisi anak-anak di Sekolah Rakyat.

Menurutnya, pengalaman tersebut juga mengajarkan pentingnya kesabaran dan kemampuan mengelola emosi ketika membangun kedekatan dengan anak. Ia berusaha memperlakukan anak asuh seperti anak sendiri dalam proses pendampingan sehari-hari.

“Selama ini saya ke anak asuh ya saya seperti ke anak sendiri. Karena kami basic bukan dari pekerja sosial, jadi selama ini pakai insting dulu,” kata Witri.

Keberadaan wali asuh dinilai penting karena anak-anak yang tinggal di asrama berada jauh dari keluarga. Witri mengatakan wali asuh berusaha memberikan rasa nyaman sekaligus menjadi sosok pengganti orang tua selama anak mengikuti kehidupan di Sekolah Rakyat.

“Sangat penting keberadaan wali asuh karena mereka ini perlu sosok pengganti orang tua di rumah,” ujar Witri.

Selain pendampingan di asrama, anak-anak juga tetap diberi kesempatan untuk berkomunikasi dengan keluarga. Witri mengatakan anak mendapat kesempatan menghubungi orang tua sekitar satu kali dalam sepekan. Kunjungan orang tua juga diberikan secara berkala.

Ke depan, Witri berharap anak-anak di Sekolah Rakyat tidak hanya berkembang dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki perilaku yang baik dan mampu memberikan dampak positif bagi keluarga serta lingkungan sekitarnya.

“Saya ingin anak-anak asuh saya termasuk anak-anak yang lain di sini semua sukses. Sukses itu bukan hanya dari segi ilmu, tapi dari segi perilaku mereka harus benar-benar bermanfaat untuk sekitarnya,” kata Witri.

Reporter : Mutiara Dalia Ulfa

SMP QLP Rabbani Kota Bandung Cetak Generasi Qur'ani Lewat Ajang Tahfidz On the Stage

VOKALOKA, Bandung (09/09/2025) - SMP Qur'anic Leader Preneur (QLP) Rabbani Kota Bandung terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang berkarakter dan berwawasan luas melalui program unggulannya di bidang Tahfidz dan Tahsin Al-Qur'an. Salah satu event yang menjadi output dari program khas unggulan tersebut adalah Tahfidz On the Stage (TOS) yang dilaksanakan pada Selasa (09/09/2025) di Mushola SMP QLP Rabbani Kota Bandung. Acara ini menjadi salah satu program khas unggulan sekolah yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca dan menghafal Al-Qur'an dengan baik dan benar.

Kepala SMP QLP Rabbani Kota Bandung, Faizal Amin, S.Ud., mengungkapkan bahwa program Tahfidz dan Tahsin Al-Qur'an menggunakan metode pembelajaran yang efektif dan interaktif. "Kami menggunakan metode Le-Qurni untuk mengenal huruf hijaiyah dan Tahfidz On The Stage (TOS) untuk menguji hafalan siswa secara publik," ujarnya. Selain itu, para siswa juga dibimbing oleh guru-guru yang berpengalaman dan memiliki kemampuan tinggi dalam bidang Al-Qur'an.

Acara ini dilaksanakan sebagai wujud dari program unggulan Tahfidz dan Tahsin Al-Qur'an di SMP QLP Rabbani Kota Bandung yang memiliki target kompetensi lulusan yang memiliki hafalan minimal 5 juz Al-Qur'an, bahkan ada yang mencapai 15 juz, serta meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar. Dengan demikian, siswa SMP QLP Rabbani tidak hanya memiliki kemampuan akademis yang baik, tetapi juga memiliki kemampuan spiritual yang kuat. Tahfidz On the Stage ini berlaku umtuk seluruh siswa SMP QLP Rabbani Kota Bandung dan dilaksanakan dengan sistem yang hampir sama dengan lomba cerdas cermat lain pada umumnya, hanya saja diisi dengan membaca dan melanjutkan ayat Al-Qur'an.

Kepala Sekolah SMP QLP Rabbani Kota Bandung, Faizal Amin, S.Ud., juga menyatakan bahwa program ini dirancang untuk mencetak generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan akademis yang baik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan berwawasan luas. "Kami ingin siswa-siswi kami menjadi pemimpin yang berkarakter dan memiliki kemampuan untuk mengajak orang lain pada kebaikan, dan hal itu dapat tercapai dengan menanamkan Al-Qur'an dan pendidikan karakter bagi siswa-siswi SMP QLP Rabbani itu sendiri," ujarnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, SMP QLP Rabbani Kota Bandung telah menunjukkan prestasi yang gemilang dalam bidang Tahfidz dan Tahsin Al-Qur'an. Banyak siswa SMP QLP Rabbani Kota Bandung yang telah berhasil menjadi juara dalam lomba Tahfidz dan Tahsin Al-Qur'an di tingkat kota dan provinsi. Hal ini juga menjadi branding dari SMP QLP Rabbani Kota Bandung, yakni menjadi salah satu sekolah yang unggul dalam mencetak generasi muda yang berkarakter dan berwawasan luas.

Pencapaian gemilang yang diraih oleh siswa dalam berbagai kompetisi Tahfidz tingkat kota dan provinsi telah menunjukkan posisi SMP QLP Rabbani Kota Bandung sebagai salah satu sekolah unggulan dalam pendidikan karakter berbasis Al-Qur'an. Program unggulan Tahfidz On the Stage menjadi salah satu pilar utama yang terus akan dikembangkan untuk memotivasi siswa agar terus meningkatkan hafalan mereka. Dengan semangat dan komitmen kuat, SMP QLP Rabbani Kota Bandung bertekad untuk terus melahirkan generasi Qur'ani yang berkarakter, berilmu, dan siap memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

 

Reporter: Salsabiil Firdaus, KPI/5B

Cegah Kanker Serviks di Usia Remaja, Siswi MTs Kifayatul Achyar Terima Vaksin HPV Gratis

Bandung - MTs Kifayatul Achyar bekerja sama dengan Puskesmas Cipadung dalam pemberian vaksin HPV secara gratis kepada 31 siswi kelas 9, pada Kamis (11/9/2025), sebagai bagian dari program penjaringan kesehatan tahunan anak di sekolah.

Selain vaksinasi HPV yang diberikan khusus kepada 31 siswi kelas 9, seluruh siswa MTs Kifayatul Achyar yang berjumlah 175 siswa juga menjalani pemeriksaan kesehatan secara gratis yang dilaksanakan secara rutin satu tahun sekali oleh petugas Puskesmas Cipadung.

Ibu Teti selaku bidang Kurikulum MTs Kifayatul Achyar juga menegaskan bahwa Pemberian vaksin HPV dan pemeriksaan Kesehatan gratis yang diselenggarakan oleh petugas dari Puskesmas Cipadung ini merupakan agenda tahunan yang wajib diikuti oleh seluruh siswa.

Menurut Ibu Bekta, salah satu perawat yang terlibat, vaksin ini merupakan bagian dari program pencegahan yang melindungi tubuh dari infeksi Human Papillomavirus (HPV) . "Pemeriksaan Kesehatan sudah dilakukan rutin dari tahun sebelumnya namun untuk vaksin HPV memang baru dimulai tahun ini. Program ini penting, khususnya untuk melindungi remaja perempuan, salah satunya dari risiko kanker serviks di masa yang akan datang." Ujarnya.

Ia menambahkan bahwa edukasi tentang pentingnya vaksin HPV sangat diperlukan, mengingat risiko kanker serviks dapat menyerang sejak usia remaja. Karena itu, vaksin ini ditargetkan untuk siswi yang sudah memasuki kelas akhir di jenjang sekolah menengah pertama.

Dengan adanya program vaksinasi dan pemeriksaan kesehatan ini, pihak sekolah berharap para siswa tidak hanya fokus pada pembelajaran, tetapi juga memiliki kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini, terutama dalam mencegah penyakit berbahaya seperti kanker serviks.

 

Reporter: Nabella Putri Sanrissa, KPI/5B

Siswi SMP Mekar Arum Raih Juara Festival Bahasa Ibu





Vokaloka, Bandung – Yasmin Faiza, siswi kelas 8A SMP Mekar Arum, raih juara 2 dalam Festival Tunas Bahasa Ibu tingkat Subrayon 05 cabang lomba Nembang Pupuh Putri.

Kegiatan berlangsung pada (30/8/2025) di SMPN 5 Cileunyi, Kabupaten Bandung. Festival ini terselenggara oleh Forum Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Jawa Barat dengan tujuan melestarikan bahasa daerah melalui kreativitas siswa.

Ajang tahunan ini diikuti oleh puluhan siswa sekolah menengah pertama dari wilayah Subrayon 05. Mereka tampil dalam berbagai cabang lomba.

Dalam cabang Nembang Pupuh Putri, Yasmin menunjukkan penampilan terbaik. Suara merdu dan penghayatan yang baik menjadikannya berhasil meraih posisi juara 2.

Prestasi tersebut menambah daftar capaian siswa SMP Mekar Arum. Keberhasilan Yasmin menjadi kebanggaan sekolah serta mendorong semangat siswa lain untuk terus berkarya.

Festival Tunas Bahasa Ibu menjadi bukti bahwa generasi muda mampu berperan dalam menjaga warisan budaya. Melalui ajang ini, siswa tidak hanya berkompetisi tetapi juga ikut serta dalam melestarikan bahasa daerah agar tetap hidup di tengah arus modernisasi.

Reporter: Saninatun Nazwa Slamet, KPI 5A





Iklan Vokaloka
Iklan Vokaloka
Iklan Kiri Vokaloka
Iklan Kanan Vokaloka