Arti Tanda Pangkat di Bahu Aparat Imigrasi dan Pemasyarakatan

0
Bagikan :
X

 


Vokaloka, Bandung  - Bagi masyarakat umum, melihat deretan lis merah, garis kuning, hingga Bintang emas pada pundak seragam aparatur sipil negara di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) sering kali membingungkan. Padahal, setiap helai Tanda pangkat yang tersemat menyimpan cerita perjalanan karir, tanggung jawab jabatan, hingga jenjang pendidikan yang telah ditempuh.

Perjalanan karir seorang aparat Kemenimipas dimulai dari jenjang dasar atau Entry Tier (Golongan I) dengan lis Balok Merah, hingga tingkatan Junior Tier (Golongan II) yang ditandai dengan Tanda Chevron (Siku). Formasi kualifikasi SLTA seperti penjaga tahanan dan pemeriksa keimigrasian berada pada level Pengatur Muda (II/A), sedangkan lulusan D3 memulai pengabdiannya pada level Pengatur (II/C).

Naik ke jenjang menengah atau Mid Tier (Golongan III), pundak para aparat mulai dihiasi oleh Balok Kuning. Tingkatan Penata Muda (III/A) menjadi titik awal karir bagi lulusan sarjana (S1), sedangkan formasi profesi seperti dokter umum atau dokter gigi langsung berada pada Penata Muda Tingkat I (III/B). Di jenjang ini, tugas dan tanggung jawab mulai bergeser ke ranah jabatan manajerial serta Pejabat fungsional ahli.

Pada level kepemimpinan atau Senior Tier (Golongan IV), simbol Bunga Melati emas mengambil alih. Gelar Pembina ini diisi oleh Pejabat manajerial serta Pejabat fungsional ahli Madya yang memegang peranan krusial dalam pengambilan keputusan strategis instansi. Sementara itu, kedudukan tertinggi atau Top Tier ditandai dengan jajaran Bintang emas di pundak, mulai dari Jabatan pimpinan unit wilayah, kepala badan, direktur jenderal, hingga pucuk pimpinan tertinggi kementerian.

Namun, di balik kompleksnya hierarki dan kilau Bintang yang tersemat, ada nilai filosofis mendasar yang terus ditanamkan. Pangkat dan Golongan tinggi pada akhirnya hanyalah atribut dinas yang akan tanggal pada waktunya, sedangkan integritas serta dedikasi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat adalah jejak pengabdian yang akan terus membekas.

 

Reporter : Dimida Zahwa Meila Mardi/KPI 5B

Tidak ada komentar

Iklan Vokaloka
Iklan Vokaloka
Iklan Kiri Vokaloka
Iklan Kanan Vokaloka