MTKD KUA Ujung Berung Bekali Ibu-Ibu dengan Strategi Belajar Mengajar melalui Pembelajaran Tingkat Tiga

Bagikan :
X

 

VOKALOKA, Bandung – Kantor Urusan Agama (KUA) Ujung Berung kembali melaksanakan kegiatan pembelajaran keagamaan melalui program Majelis Taklim Konversi Diniyah (MTKD) pada Senin (02/11/2026). Kegiatan ini diikuti oleh ibu-ibu yang tergabung dalam kelas tingkat tiga dengan materi strategi belajar mengajar yang berfokus pada penerapan metode pembelajaran dalam kehidupan sehari-hari.

Pembelajaran tersebut diisi oleh Dr. Imas Kurniasih, M.Ag., yang membahas pentingnya strategi belajar mengajar sebagai bagian dari penguatan kemampuan peserta dalam memahami sekaligus menyampaikan pengetahuan agama. Materi ini menjadi salah satu upaya untuk membekali peserta dengan keterampilan mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh selama mengikuti program Konversi Diniyah.

Strategi belajar mengajar merupakan aspek penting dalam proses pendidikan karena tidak hanya menitikberatkan pada penguasaan materi, tetapi juga kemampuan menyampaikan pengetahuan secara efektif dan mudah dipahami. Melalui pembelajaran ini, peserta diperkenalkan pada pentingnya memilih pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik orang yang menerima pembelajaran.

Program Majelis Taklim Konversi Diniyah memiliki tiga tingkatan kelas dengan materi pembelajaran yang disusun secara bertahap. Pada tingkat tiga, pembelajaran diarahkan pada penguatan kemampuan peserta dalam mengaplikasikan pengetahuan keagamaan, sehingga ilmu yang diperoleh tidak hanya menjadi pemahaman pribadi, tetapi juga dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Keterlibatan ibu-ibu dalam pembelajaran ini menunjukkan bahwa proses pendidikan keagamaan memiliki peran penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia, khususnya dalam lingkungan keluarga dan masyarakat. Melalui pemahaman strategi belajar mengajar, peserta diharapkan mampu menjadi bagian dari proses penyampaian nilai-nilai keislaman secara lebih terarah dan berkelanjutan.

Kegiatan ini juga memperlihatkan bahwa majelis taklim tidak hanya berfungsi sebagai tempat menerima ilmu agama, tetapi dapat berkembang menjadi ruang pemberdayaan masyarakat. Pengetahuan yang diperoleh peserta berpotensi menjadi bekal dalam mendidik keluarga, membimbing generasi muda, serta menumbuhkan budaya belajar di lingkungan sosial.

Melalui pembelajaran strategi belajar mengajar, MTKD KUA Ujung Berung diharapkan terus melahirkan peserta yang tidak hanya memiliki pemahaman keagamaan, tetapi juga kemampuan mengimplementasikan dan menyampaikan ilmu secara bermanfaat. Dengan demikian, pendidikan agama tidak berhenti pada proses memperoleh pengetahuan, melainkan berlanjut menjadi praktik nyata dalam kehidupan bermasyarakat.

Reporter: Rihan Al Lail/KPI 5B

Tidak ada komentar

Iklan Vokaloka
Iklan Vokaloka
Iklan Kiri Vokaloka
Iklan Kanan Vokaloka