KUA Ujung Berung Perkuat Pemahaman Nilai Kehidupan melalui Pembelajaran Mahfuzhat bagi Ibu-Ibu

Bagikan :
X

 

VOKALOKA, Bandung – Kantor Urusan Agama (KUA) Ujung Berung kembali menyelenggarakan kegiatan pembelajaran keagamaan melalui program Majelis Taklim Konversi Diniyah (MTKD) pada Senin (02/11/2026). Kegiatan ini diikuti oleh ibu-ibu yang tergabung dalam kelas tingkat dua dengan materi mahfuzhat, yakni ungkapan-ungkapan hikmah berbahasa Arab yang mengandung pesan moral dan nilai kehidupan.

Pembelajaran tersebut diisi oleh Fahmi Ayatullah Assidiki, S.Ag., M.Sos., yang membawakan materi mahfuzhat sebagai bagian dari penguatan pemahaman peserta terhadap nilai-nilai kebijaksanaan dalam ajaran Islam. Materi ini menjadi sarana untuk mengenalkan berbagai ungkapan bermakna yang dapat dijadikan pedoman dalam membentuk karakter dan perilaku sehari-hari.

Mahfuzhat merupakan salah satu bentuk pembelajaran bahasa Arab yang tidak hanya menekankan kemampuan menghafal, tetapi juga memahami makna serta pesan yang terkandung dalam setiap ungkapan. Melalui materi ini, peserta dapat mengenal nilai-nilai seperti kesabaran, kedisiplinan, semangat menuntut ilmu, dan pentingnya menjaga hubungan baik dengan sesama.

Program Majelis Taklim Konversi Diniyah sendiri memiliki tiga tingkatan kelas yang disusun untuk memberikan pembelajaran agama secara bertahap. Pada tingkat dua, pembelajaran mahfuzhat menjadi salah satu materi yang dapat memperluas wawasan keislaman sekaligus memperkenalkan nilai-nilai kehidupan melalui ungkapan bahasa Arab.

Kehadiran ibu-ibu dalam kegiatan ini mencerminkan pentingnya pendidikan keagamaan yang berkelanjutan tanpa memandang usia. Majelis taklim tidak hanya menjadi ruang untuk memperoleh pengetahuan, tetapi juga wadah bagi masyarakat untuk memperkuat pemahaman agama dan menumbuhkan kesadaran dalam mengamalkan nilai-nilai Islam.

Melalui pembelajaran mahfuzhat, MTKD KUA Ujung Berung diharapkan terus menjadi sarana pendidikan yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Ungkapan-ungkapan hikmah yang dipelajari bukan sekadar untuk dihafalkan, melainkan juga dipahami dan dijadikan pedoman dalam membangun kehidupan yang berlandaskan ilmu, akhlak, dan kebijaksanaan.

Reporter: Rihan Al Lail/KPI 5B

Tidak ada komentar

Iklan Vokaloka
Iklan Vokaloka
Iklan Kiri Vokaloka
Iklan Kanan Vokaloka