Pengunjung Antusias Membatik di Museum Batik Jakarta Barat

Bagikan :
X

 







Jakarta Barat, Selasa (25/8/2026) — Museum Batik Jakarta Barat menghadirkan pengalaman edukatif bagi pengunjung melalui kegiatan membatik secara langsung. Kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk mengenal proses pembuatan batik mulai dari menggambar motif hingga mencanting menggunakan malam.

Kegiatan membatik tersebut menjadi salah satu aktivitas yang menarik perhatian pengunjung karena tidak hanya melihat koleksi batik, tetapi juga dapat mencoba secara langsung proses kreatif di balik pembuatan kain batik. Pengunjung diberikan kain yang telah memiliki pola untuk kemudian dikembangkan melalui teknik pencantingan.

Salah satu pengunjung, Dila, mengatakan bahwa kegiatan menggambar motif batik dan mencoba mencanting menjadi bagian yang paling menarik selama kunjungannya. Menurutnya, pengalaman tersebut membuat pengunjung lebih memahami bahwa proses pembuatan batik membutuhkan ketelitian dan kesabaran.

“Seru banget pas bagian gambar batik sama ngecantingnya. Jadi tahu bagaimana proses membuat batik secara langsung,” ujar Dila.

Meski memberikan pengalaman baru, proses mencanting juga memiliki tantangan bagi pengunjung. Dila mengungkapkan bahwa panas dari lilin beberapa kali terasa karena proses penggunaan malam membutuhkan kehati-hatian. Namun, kondisi tersebut dapat diatasi karena petugas museum sigap membantu pengunjung selama kegiatan berlangsung.

Selain mengikuti praktik membatik, pengunjung juga dapat menikmati koleksi batik yang tersedia di museum. Bagi mahasiswa yang membawa Kartu Tanda Mahasiswa (KTM), biaya masuk museum cukup terjangkau, yaitu sebesar Rp5.000. Sementara itu, pengunjung yang ingin mengikuti kegiatan membatik dapat membayar Rp50.000 dan membawa pulang hasil karya batik yang telah dibuat.

Melalui kegiatan tersebut, Museum Batik Jakarta Barat tidak hanya menjadi tempat penyimpanan koleksi budaya, tetapi juga menjadi ruang edukasi bagi masyarakat untuk mengenal dan melestarikan batik sebagai warisan budaya Indonesia.

Reporter: Afnia Rahmah Al Ghina/KPI 5B

Tidak ada komentar

Iklan Vokaloka
Iklan Vokaloka
Iklan Kiri Vokaloka
Iklan Kanan Vokaloka