Perlu Penguatan Literasi Keuangan untuk Generasi Muda

Vokaloka, Bandung - Melalui berita mengenai generasi muda yang kini kian melek teknologi dan mulai bijak berinvestasi, saya merasa bangga sekaligus khawatir. Memang benar bahwa kemajuan teknologi membuat anak muda lebih mudah mengakses layanan keuangan digital, namun kondisi ini juga menimbulkan risiko baru yang perlu diantisipasi.

Banyak generasi muda masih terjebak pada investasi karena ikut tren (FOMO) tanpa pemahaman yang memadai tentang risiko, keamanan data pribadi, maupun cara kerja instrumen keuangan. Fenomena ini menunjukkan bahwa literasi finansial belum merata, bahkan di kalangan yang sangat akrab dengan teknologi.

Karena itu, saya mengimbau Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sekolah, dan perguruan tinggi untuk semakin memperkuat edukasi keuangan digital. Program literasi yang lebih praktis, interaktif, dan mudah dipahami sangat dibutuhkan agar generasi muda tidak hanya cerdas secara teknologi, tetapi juga mampu membuat keputusan finansial yang aman dan bertanggung jawab.

Hormat saya,

Hanifa Syahida Fauziyah


1 komentar

Syahiratul Maghfiroh mengatakan...

Setuju 100%! Literasi keuangan adalah skill bertahan hidup di masa kini. Penguatan sejak dini sangat krusial. Analisis yang tajam, Kak. Semoga tulisan ini mendorong lebih banyak pihak untuk pedul

© all rights reserved
made with by templateszoo