Melawan Arah Bukan Solusi Kemacetan

Sumber foto: Detik News/Andhika Prasetia

Kemacetan lalu lintas di Kota Bandung memang sudah menjadi persoalan sehari-hari, terutama pada jam berangkat dan pulang kerja. Namun, kondisi ini seringkali diperparah oleh perilaku sebagian pengendara motor yang memilih melawan arah ketika jalanan mulai padat.


Fenomena melawan arus ini sering terjadi pada ruas-ruas jalan kota yang sebenarnya tidak terlalu lebar. Bukannya memperlancar perjalanan, pengendara yang melawan arah ini justru membuat lajur dari arah sebaliknya menjadi ikut terhambat. Motor-motor yang datang berlawanan arah memakan ruang jalan, sehingga kendaraan yang seharusnya melaju dengan lancar terpaksa melambat atau bahkan berhenti.


Yang lebih disayangkan, jumlah pengendara motor yang melawan arah seringkali tidak sedikit. Dalam kondisi tertentu, perilaku ini seolah-olah menjadi kebiasaan yang dianggap wajar, terutama saat kemacetan terjadi. Padahal tindakan tersebut selain melanggar aturan lalu lintas juga meningkatkan risiko kecelakaan dan memperpanjang antrean kendaraan di kedua arah.


Kemacetan seharusnya dihadapi dengan kesadaran bersama, bukan dengan mencari jalan pintas yang justru merugikan pengguna jalan lain. Menurut saya, dibutuhkan kedisiplinan dan kepatuhan terhadap aturan agar lalu lintas di kota Bandung bisa berjalan dengan lebih tertib dan aman bagi semua warga. Selain itu, diperlukan juga peran yang lebih tegas dari pihak berwenang melalui penjagaan dan penindakan lalu lintas yang konsisten, khususnya di titik-titik rawan pelanggaran.


Hormat saya,

Fadiah Najlakayla Muliana, KPI 5B

1 komentar

Fannazid Industries mengatakan...

Wahh bner bgt suka banyak pengendara yang ngeyel. Btw tulisannya bagus kak, lanjutkan

© all rights reserved
made with by templateszoo