Kepada Redaksi Vokaloka.
Di tahun 2025 ini saya merasa perlu menyampaikan perhatian serius terkait bencana alam yang baru-baru ini melanda Aceh dan Sumatera Utara. Banjir dan tanah longsor yang terjadi di wilayah tersebut membawa dampak sangat besar, termasuk banyak korban jiwa serta kerusakan rumah dan fasilitas umum yang cukup parah.
Menurut data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) korban tewas akibat bencana ini mencapai ratusan orang, sementara ribuan lainnya mengungsi akibat kerusakan yang melumpuhkan akses transportasi di beberapa daerah. Beberapa wilayah pun masih mengalami keterisolasian akibat putusnya jembatan dan jalan akibat longsor dan banjir. Hal ini menunjukkan bahwa upaya pemerintah dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah bencana belum optimal. Praktik deforestasi, penurunan fungsi kawasan resapan air, dan lemahnya pengawasan terhadap penggunaan lahan di daerah hulu menjadi faktor yang memperparah dampak bencana ini. Bahkan, dalam satu minggu terakhir, tercatat lebih dari 500 kejadian bencana kecil seperti banjir dan longsor di Sumatera Utara.
Kerusakan alam yang terus terjadi tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam keselamatan masyarakat, terutama mereka yang tinggal di kawasan rawan bencana. Jumlah korban yang terus meningkat dan kondisi keterisolasian beberapa wilayah menuntut langkah nyata dari pemerintah dalam memperbaiki sistem pelestarian alam dan mitigasi bencana. Keadaan ini seharusnya menjadi momentum penting bagi pemerintah untuk memperkuat kebijakan yang mendukung pelestarian lingkungan dan pencegahan bencana secara serius. Penguatan regulasi penggunaan lahan, pengawasan daerah aliran sungai, serta pemulihan kawasan hutan dan daerah resapan air harus menjadi prioritas utama. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam penanggulangan bencana juga wajib ditingkatkan agar kejadian serupa dapat diminimalisasi di masa mendatang.
Sebagai masyarakat yang peduli, kami berharap pemerintah dapat mengambil langkah konkret dan berkelanjutan dalam pengelolaan lingkungan dan mitigasi bencana. Pendidikan masyarakat, penegakan hukum lingkungan, dan keterlibatan aktif warga harus menjadi bagian dari strategi jangka panjang demi melindungi alam dan keselamatan rakyat.
Semoga kejadian bencana ini menjadi peringatan kuat bahwa menjaga kelestarian alam bukan sekadar pilihan, melainkan tanggung jawab bersama demi masa depan bangsa yang lebih aman dan berkelanjutan.
Hormat Saya
Nurmalik Aziz Zarkasi
Tidak ada komentar
Posting Komentar