Setiap bulan Ramadan, kawasan depan Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung selalu ramai. Deretan pedagang kaki lima bermunculan, mahasiswa dan warga sekitar berkumpul untuk ngabuburit, menciptakan suasana yang hidup dan penuh interaksi. Sayangnya, keramaian yang seharusnya membawa kenyamanan justru menyimpan persoalan yang terus berulang dari tahun ke tahun.
Pada Ramadan 2024, saya mengalami kehilangan telepon genggam di area depan gerbang kampus saat sore hari. Tidak hanya saya, berdasarkan keterangan petugas keamanan, kejadian serupa juga telah dialami oleh orang lain sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa kasus kehilangan di kawasan tersebut bukanlah kejadian tunggal, melainkan persoalan berulang yang semestinya mendapat perhatian serius.
Sesaat setelah menyadari kehilangan, saya langsung melapor kepada satpam yang bertugas di depan gerbang kampus. Kemudian setelah hari itu, saya diarahkan ke sebuah ruangan untuk membuat laporan. Di sana, saya menjelaskan kronologi secara rinci: waktu kejadian, lokasi, dan ciri-ciri barang yang hilang. Namun, jawaban yang saya terima cukup mengecewakan. Petugas menyampaikan bahwa tidak ada rekaman CCTV yang dapat digunakan sebagai bahan penelusuran.
Pertanyaan pun muncul, bagaimana mungkin area depan gerbang kampus yang ramai, terlebih pada waktu-waktu rawan seperti ngabuburit Ramadan, tidak dilengkapi rekaman CCTV yang berfungsi? Terlebih lagi, jika kejadian kehilangan sudah sering terjadi, seharusnya ada langkah preventif yang diambil untuk meminimalisasi risiko serupa di kemudian hari.
Yang juga disayangkan, respons awal petugas keamanan yang menyatakan bahwa "sebelumnya juga sudah ada yang kehilangan" terasa lebih sebagai pengakuan atas masalah, bukan solusi atas persoalan. Informasi tersebut justru memperkuat kesan bahwa kasus kehilangan telah menjadi hal yang berulang, namun belum diiringi dengan evaluasi sistem keamanan yang memadai.
Melalui surat pembaca ini, saya berharap pihak pengelola Kampus dapat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan, khususnya di area gerbang kampus saat bulan Ramadan. Peningkatan fungsi CCTV, penambahan pengawasan di jam-jam rawan, serta koordinasi keamanan yang lebih responsif sangat dibutuhkan demi menciptakan rasa aman bagi mahasiswa dan masyarakat sekitar.
Kampus semestinya menjadi ruang yang tidak hanya nyaman untuk belajar, tetapi juga aman bagi setiap orang yang berada di dalamnya.
Atas perhatian pihak terkait, saya ucapkan terima kasih.
Penulis: Nam Desti Fitriah
1 komentar
Betul sekali kak kampus masih belum aman di keramaian
Posting Komentar