Hentikan Kemenangan Palsu AI dalam Lomba Poster dan Ilustrasi

Surat ini mewakili keresahan sekaligus seruan kepada seluruh Penyelenggara Lomba Desain, Komunitas Kreatif, dan Dewan Juri di Indonesia mengenai maraknya praktik curang penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam lomba-lomba karya visual, seperti poster, ilustrasi, atau desain grafis.

Kami sangat menghargai perkembangan teknologi. Namun, kami merasa prihatin dan resah melihat bagaimana karya-karya yang dihasilkan murni melalui prompt (perintah teks) pada generator AI berhasil memenangkan kontes, mengalahkan karya-karya yang dibuat dengan usaha, keahlian, dan waktu berjam-jam secara manual atau digital oleh seniman/desainer.

Esensi dari lomba desain atau ilustrasi adalah penghargaan terhadap proses, keahlian teknis, dan orisinalitas tangan manusia. Walaupun ide dasarnya mungkin berasal dari sang pemenang, hasil akhir yang diciptakan sepenuhnya oleh mesin, tanpa melewati proses sketching, penarikan garis, atau penguasaan tools desain, adalah bentuk kemenangan palsu. Praktik ini tidak adil bagi peserta lain yang mendedikasikan waktu dan tenaga untuk menghasilkan karya orisinal.

Apabila hal ini dibiarkan, bukan hanya moralitas komunitas kreatif yang dirusak, tetapi juga akan terjadi penumpulan apresiasi terhadap kemampuan berkarya yang sesungguhnya. Lomba-lomba desain akan kehilangan maknanya sebagai ajang pembuktian keahlian.

Oleh karena itu, kami menuntut beberapa hal kepada para penyelenggara lomba:
1. Perjelas Aturan: Setiap lomba wajib mencantumkan klausul ketat dan eksplisit mengenai pelarangan total atau batasan ketat penggunaan generator AI sebagai hasil akhir karya.
2. Tingkatkan Verifikasi: Dewan juri harus memiliki mekanisme verifikasi, termasuk permintaan bukti proses (WIP/Work in Progress) dari pemenang untuk memastikan orisinalitas karya tersebut.
3. Prioritaskan Etika: Tetapkan standar etika bahwa orisinalitas harus didasarkan pada sentuhan dan keahlian manusia, bukan hanya ide yang dimasukkan ke mesin.

Kami berharap surat ini menjadi cambuk bagi semua pihak agar segera bertindak. Mari kita jaga kehormatan dunia kreatif Indonesia dan memastikan bahwa hasil karya yang menang benar-benar mencerminkan usaha dan keahlian manusia.

Penulis: Nam Desti Fitriah/KPI-5B

1 komentar

Rayna Aina Putri mengatakan...

Wahhhhh setuju dengan ini kita harus hentikan kejadian ini

© all rights reserved
made with by templateszoo