Di tengah gempuran kuliner modern yang serba estetik juga eksperimental, di bawah teriknya matahari yang begitu panas membuat tenggorokan kering dan dahaga, ada Es yang viral sambil menikmati pemandangan di tengah kota bandung,bisa kita nikmati selepas joging pagi menuju siang.
Es pisang ijo ini berada di antara bahu jalan sekitaan Saparua sport, cocok buat temen-temen yang mau menikmati indah nya pemandangan di sekelilingi tempat olahraga dan bermain, sambil menikmati enaknya minuman Es Pisang Ijo.
Es pisang ijo ini adalah sebuah kuliner yang lagi viral sekarang terkhusus di kalangan anak muda, siapa sangka ternyata juga ada di jual di sekitaran Saparua Sport, sehingga bisa kita nikmatin sehabis olahraga sampul menikmati sejuk nya udara Bandung di bawah pohon rindang nya.
Namun, fenomena ini bukan sekadar tren musiman. Di balik popularitasnya, Es Pisang Ijo menyimpan cerita tentang nostalgia, kreativitas kuliner anak muda, dan bagaimana budaya lokal bisa kembali bersinar di tengah era digital.
Aroma Tradisi yang Menyapa Lidah Generasi Baru
Es Pisang Ijo sejatinya adalah makanan sederhana. Terbuat dari pisang raja matang yang dibalut adonan tepung berlapis ekstrak pandan, kemudian disajikan dengan saus vla manis dan sirup merah yang sejuk serta di tambahkan toping keju di atasnya. Meski komposisinya klasik, kolaborasi rasa manis, dingin, dan lembut ini mampu membangkitkan rasa "pulang kampung" bagi siapa saja yang menikmatinya.
"Es Pisang Ijo ini sangat enak di lidah saya, karna rasanya yang sangat enak, apalagi siang siang panas gini, beh cocok banget buat meredakan haus dan dahaga, juga toping nya yang super tumpah jadi tertarik buat beli lagi" Ujar Zein Salah satu pembeli Es Pisang Ijo
Di balik tren, Es Pisang Ijo menjadi peluang bisnis yang tak bisa dianggap remeh. Banyak UMKM melaporkan peningkatan pesanan setelah makanan ini menjadi viral. Modal yang relatif murah, bahan yang mudah didapat, dan proses pembuatan yang tidak terlalu rumit membuat kuliner ini cepat menjadi favorit di platform layanan pesan antar.
Meski telah bertransformasi dan beradaptasi dengan tren kekinian, Es Pisang Ijo tetap mempertahankan ciri khasnya kehangatan budaya Makassar.
Setiap mangkuk bukan hanya makanan, tetapi cerita tentang keluarga, kampung halaman, dan tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi. Viral di media sosial justru membuat banyak orang kembali mengenal asal usulnya, menghargai proses tradisional, dan memahami bahwa kuliner lokal juga bisa bersaing sebagai ikon makanan nasional
Es Pisang Ijo bukan lagi sekadar dessert yang menyegarkan. Ia telah menjadi simbol bahwa warisan kuliner Nusantara tetap memiliki tempat istimewa di hati masyarakat. Di tengah era serba cepat, kehadirannya mengingatkan kita bahwa makanan tidak hanya soal rasa tetapi juga kenangan dan identitas.
Reporter : Rizki Hidayat, KPI 5B Mahasiswa Universitas Sunan Gunung Djati
2 komentar
Mantap terimaksih rekomendasinya
Masyaalah Kuliner ny sangat enak
Posting Komentar