Adhar Sigit Pramono: Menjaga Napas Panjat Tebing Indonesia dari Tebing Citatah

Pada masa ketika panjat tebing masih dianggap sebagai kegiatan ekstrem tanpa arah yang jelas, Adhar Sigit Pramono justru melihatnya sebagai ruang pembentukan karakter dan peradaban olahraga. Di hadapan dinding batu yang sunyi dan terjal, ia merintis jalan bukan hanya jalur panjat, tetapi juga masa depan panjat tebing Indonesia.

Awal keterlibatan Adhar Sigit dengan panjat tebing berangkat dari kecintaannya pada alam bebas. Pada era 1980-an, ketika informasi dan peralatan panjat masih sangat terbatas, ia belajar secara otodidak, bereksperimen dengan teknik dan sistem pengaman, serta menyerap nilai-nilai etika panjat dari literatur dan jaringan pemanjat internasional. 

Baginya, keselamatan dan tanggung jawab terhadap alam adalah prinsip yang tak bisa ditawar.
Kesadaran itulah yang mendorong Adhar Sigit berperan aktif dalam pembentukan fondasi organisasi panjat tebing nasional. Ia terlibat dalam penyusunan standar keselamatan, pengembangan kurikulum pelatihan, hingga pengenalan sistem kompetisi yang terstruktur. Dari proses panjang tersebut, panjat tebing perlahan bergeser dari aktivitas komunitas terbatas menjadi olahraga yang diakui secara nasional.

Namun, kontribusi Adhar Sigit tak berhenti pada ranah organisasi dan prestasi. Ia dikenal sebagai sosok yang konsisten menanamkan etika panjat tebing kepada generasi muda: menghormati alam, tidak merusak tebing, serta membangun solidaritas antar pemanjat. Nilai ini terasa penting, terutama di kawasan karst yang rentan terhadap eksploitasi dan kerusakan lingkungan.

Di banyak tebing panjat Indonesia dari kawasan Jawa Barat hingga luar pulau—jejak pemikiran Adhar Sigit masih hidup. Jalur-jalur panjat yang dibuka dengan penuh perhitungan, sistem pengaman yang mengutamakan keselamatan, serta budaya saling menjaga antar pemanjat menjadi warisan yang terus diwariskan lintas generasi.

Kini, ketika panjat tebing Indonesia telah melahirkan atlet-atlet berprestasi dunia dan menjadi bagian dari gaya hidup urban, nama Adhar Sigit Pramono mungkin tak selalu muncul di panggung sorotan. 

Namun, justru di sanalah letak kekuatan perannya. Ia adalah tokoh di balik layar, perintis yang memastikan bahwa setiap langkah pemanjat Indonesia berdiri di atas fondasi yang kokoh fondasi nilai, etika, dan kecintaan pada alam.
Di dinding batu yang dingin dan tinggi itu, Adhar 

Sigit telah menuliskan kisahnya. Sebuah kisah tentang keberanian untuk memulai, kesabaran untuk membangun, dan keteguhan untuk menjaga alam, bahkan ketika tak banyak yang melihat.

Reporter : Ziaulhaq Farras Ismail




Tidak ada komentar

© all rights reserved
made with by templateszoo