Vokaloka.com, Bandung — SMK Bandung Timur menggelar seminar parenting yang ditujukan bagi orang tua siswa kelas 10 dan 11 dengan tema "Menjadi Orang Tua Teladan: Konsistensi Sikap, Komunikasi Efektif, dan Nilai yang Ditanamkan". Kegiatan ini menghadirkan narasumber Frisca Choerunnisa, M.Pd., CPEC dengan moderator Widi Ramanda J., S.Psi.
Kepala SMK Bandung Timur, Surya A.Md. Komp, SH, M.M dalam sambutannya menjelaskan bahwa kegiatan parenting perlu dilakukan untuk menyamakan persepsi orang tua dalam mendidik anak, khususnya generasi Z.
"Data kami menunjukkan 30% siswa berminat melanjutkan kuliah, 40% ingin masuk kedinasan, dan 20% memilih langsung bekerja. Anak-anak yang sukses umumnya karena didukung penuh oleh orang tua. Pendidikan bukan semata tanggung jawab sekolah, tetapi dimulai dari rumah. Parenting ini diadakan agar orang tua lebih memahami putra-putrinya," ujarnya.
Dalam pemaparannya, Frisca Choerunnisa mengajak orang tua merenungkan peran mereka sebagai teladan dengan melempar sejumlah pertanyaan reflektif, seperti kapan terakhir kali berbicara dari hati ke hati dengan anak, atau adakah perilaku negatif yang tanpa sadar ditiru oleh anak. Ia juga menyoroti tantangan besar dalam mendidik remaja, mulai dari kasus pergaulan bebas (56% pada usia 14 tahun), persoalan kesehatan mental (34,9% remaja di Indonesia), hingga tingginya kasus HIV di Bandung.
Lebih lanjut, Frisca menegaskan pentingnya peran orang tua dalam menghadapi persaingan global. "Hasil PISA 2022 menempatkan Indonesia di peringkat bawah. Anak-anak akan lebih berkembang jika dilibatkan, diberi aturan yang jelas, dan dicontohkan perilaku yang baik. Konsistensi, komunikasi efektif, serta penanaman nilai dan norma harus menjadi pegangan keluarga," jelasnya.
Dari pihak sekolah, Widi Ramanda J., S.Psi, guru Bimbingan Konseling, menyampaikan bahwa seminar parenting akan menjadi program rutin setiap enam bulan sekali.
"Tujuan kegiatan ini adalah membangun kemistri antara sekolah dan keluarga agar tidak ada miskomunikasi dalam mendidik anak," tuturnya.
Sementara itu, salah satu orang tua siswa kelas 10 mengaku kegiatan ini sangat bermanfaat. "Alhamdulillah, banyak pelajaran yang saya dapatkan tentang bagaimana mendidik anak. Ada masukan yang membantu sekali, terutama karena masa remaja memang penuh tantangan," ungkapnya.
Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebatas seminar, tetapi menjadi ruang komunikasi yang terus terbuka antara pihak sekolah dan keluarga. Dengan adanya program parenting rutin, sekolah ingin menciptakan sinergi yang lebih kuat sehingga setiap orang tua dapat memiliki bekal yang sama dalam menghadapi perubahan zaman dan dinamika generasi Z.
Lebih jauh, melalui kegiatan ini, SMK Bandung Timur juga menegaskan bahwa pendidikan sejatinya merupakan tanggung jawab bersama. Sekolah hanya berperan sebagai fasilitator, sementara pondasi utama tetap dibangun di rumah. Dengan konsistensi sikap, komunikasi efektif, serta penanaman nilai dan norma sejak dini, anak-anak diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, tangguh, dan mampu menghadapi persaingan global. Dengan demikian, seminar parenting bukan hanya wadah belajar bagi para orang tua, melainkan juga bentuk kepedulian nyata sekolah dalam mencetak generasi penerus yang berprestasi dan berakhlak mulia.
Reporter : Dhia Disti Salsabila, KPI 5/B
2 komentar
Tulisannya bagus biar orang tua lebih tau gimana cara mendidik anak yang benar
Acaranya bagus bisa ditiru sekolah lain
Posting Komentar