Vokaloka, Bandung – Sejumlah kelurahan di Kota Bandung kompak menjalankan program ATM Beras sebagai upaya membantu warga kurang mampu di tengah meningkatnya harga bahan pokok. Program ini kini telah diterapkan di berbagai wilayah seperti Kelurahan Jamika, Pasir Jati, dan Manjahlega, dan mendapat sambutan positif dari masyarakat.
Program ATM Beras merupakan inovasi sosial yang memungkinkan keluarga penerima manfaat (KPM) untuk mengambil beras secara gratis menggunakan kartu khusus. Mesin otomatis ini ditempatkan di kantor kelurahan dan beroperasi secara terjadwal agar pembagian beras berjalan tertib dan merata.
Di Kelurahan Jamika, Kecamatan Bojongloa Kaler, ATM beras sudah berjalan sejak Maret 2025 dan diresmikan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung. Program ini rutin dilaksanakan setiap bulan bagi keluarga penerima manfaat.
"ATM beras ini diadakan rutin tiap bulan, dibagikan untuk keluarga penerima manfaat (KPM)," ujar Netty, perwakilan kelurahan Jamika (16/09/2025).
Warga pun menyambut antusias kehadiran program tersebut karena membantu meringankan beban kebutuhan pokok. Banyak di antara mereka merasa lebih tenang dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.
Sementara itu, di Kelurahan Pasir Jati, program serupa diluncurkan pada awal bulan ini dan langsung menarik perhatian warga. Program ini hasil kerja sama antara pemerintah kelurahan, lembaga sosial, dan para donatur, dengan tujuan menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
"Alhamdulillah, adanya ATM beras ini sangat membantu keluarga kami. Setiap minggu kami bisa mengambil beras tanpa harus khawatir kekurangan kebutuhan pokok," tutur Wulan, salah satu warga penerima manfaat.
Program ini tidak hanya difokuskan pada distribusi beras, tetapi juga diharapkan dapat memperkuat nilai gotong royong dan meningkatkan kesejahteraan warga Pasir Jati secara berkelanjutan.
Adapun di Kelurahan Manjahlega, Kecamatan Rancasari, ATM Beras dijalankan setiap hari Jumat pagi dengan sistem digital yang transparan dan akuntabel. Setiap warga yang terdaftar dapat mengambil dua hingga tiga kilogram beras per minggu dengan menempelkan kartu khusus pada mesin.
Menurut Enjang Saepudin, staf kelurahan yang turut mengelola program tersebut,
"Program ini awalnya lahir dari keinginan untuk membantu warga prasejahtera tanpa membuat mereka merasa malu atau sungkan. Dengan sistem ATM, semuanya jadi lebih tertib dan bermartabat," ujarnya (6/10/2025).
Salah satu warga penerima manfaat, Nani (47), mengaku bersyukur dengan adanya ATM Beras.
"Alhamdulillah, setiap minggu bisa dapat beras tanpa harus antre lama. Sangat membantu sekali, apalagi buat kami yang penghasilannya tidak menentu," ungkapnya.
Lurah Manjahlega, Dedi Rahman, menambahkan bahwa inisiatif ini sejalan dengan visi Kota Bandung sebagai kota yang humanis dan inklusif.
"Kami ingin memastikan bahwa setiap warga memiliki akses terhadap kebutuhan dasar, terutama pangan. Melalui kolaborasi dengan masyarakat dan donatur, semoga semangat gotong royong ini terus terjaga," tuturnya.
Keberhasilan program ATM Beras di tiga kelurahan tersebut menunjukkan kuatnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun kesejahteraan sosial. Dengan adanya inovasi ini, Kota Bandung diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mewujudkan kota yang peduli, berkeadilan, dan berketahanan pangan.
Reporter : Najla Fayrus, Najwa Nurlijah, Cantika Maesto Octavia
Tidak ada komentar
Posting Komentar