Vokaloka.my.id, Bandung – Upaya menekan angka stunting di Kabupaten Bandung terus digencarkan. Baitulmaal Muamalat (BMM) berkolaborasi dengan Jabar Bergerak (JB) menyalurkan paket sembako bergizi kepada 40 keluarga penerima manfaat (KPM) di Kecamatan Solokan Jeruk, pada Jumat (26/09). Kegiatan ini turut dihadiri oleh Dine Mutiara selaku Ketua Umum Jabar Bergerak Kabupaten Bandung, Sahrul Gunawan selaku artis sekaligus mantan Wakil Bupati Kabupaten Bandung, jajaran relawan dan kader posyandu setempat.
Bantuan sembako disalurkan sebagai bentuk intervensi gizi untuk 40 balita berisiko stunting yang sudah menunjukkan tanda gizi buruk. Paket berisi beras, ayam, tempe, sayur mayur dan susu dibagikan melalui mekanisme yang jelas agar bantuan tepat sasaran. "Kami berkoordinasi dengan relawan sosial dan kader desa untuk menampung informasi, kemudian menilai kelayakan penerima bantuan. Mekanisme ini memastikan bantuan sampai kepada yang benar-benar membutuhkan," jelas Bapak Elyan, selaku Koordinator kegiatan dari BMM.
Berdasarkan data yang didapatkan melalui tim JB, terdapat 7 Desa di Kecamatan Solokan Jeruk yang termasuk daerah rawan berisiko stunting dengan puluhan anak terindikasi gizi buruk. "Ada 7 desa yang anak-anaknya berisiko stunting, yakni Desa Panyadap, Langsari, Cibodas, Padamukti, Solokan Jeruk, Ranca Kasumba dan Bojongmas," kata Ibu Rini Jatnika Sari, Ketua Bidang Sosial JB Kabupaten Bandung.
Para kader posyandu merasakan dampak positif dari kolaborasi ini karena terbantu dalam hal pendanaan dan memudahkan pemantauan tumbuh kembang balita sekaligus meningkatkan antusiasme keluarga sasaran. "Kami ingin membantu, tetapi dana terbatas untuk memberikan makanan bergizi. Dengan adanya bantuan dari BMM, kami bersyukur dan senang. Semoga kegiatan seperti ini bisa dilakukan lagi," ujar Ibu Ecih, kader Posyandu setempat.
Begitupun bagi keluarga penerima manfaat, yakni Ibu Ipah Saripah, ibu dari Vania Saumi yang mengalami gangguan perkembangan sejak berusia satu tahun. Kini, Vania sudah berusia dua tahun setengah tapi masih belum ada perkembangan yang signifikan. Oleh karena itu, dengan adanya bantuan ini membawa harapan baru bagi Ibu Ipah untuk tumbuh kembang anaknya. "Anak saya sempat mengalami gangguan perkembangan meski makan empat kali sehari. Saya senang sekali ada kegiatan seperti ini, semoga diadakan lagi dan anak saya bisa sembuh," tutur Ibu Ipah Saripah.
Ketua JB Kabupaten Bandung, Ibu Dine Mutiara, menekankan pentingnya pencegahan stunting sejak remaja hingga masa tumbuh kembang anak. "Pencegahan harus dilakukan dari hulu ke hilir, mulai dari remaja, calon pengantin, ibu hamil, hingga bayi. ASI eksklusif enam bulan serta konsumsi protein hewani, nabati, sayur dan buah perlu dijaga setiap hari," paparnya. Ibu Dine juga mengapresiasi program BMM yang terjadwal rapi dan mencakup banyak bidang, dari bantuan literasi hingga pemberdayaan ekonomi. "Saya sangat mengapresiasi kegiatan yang sudah diadakan oleh BMM. Saya dan tim JB siap mendukung dan berkolaborasi lebih lanjut agar manfaatnya semakin luas," tambahnya.
Mantan Wakil Bupati Bandung, Sahrul Gunawan, menyampaikan bahwa kolaborasi berbagai pihak dalam program pencegahan stunting merupakan bukti nyata semangat gotong royong lintas sektor. Sahrul Gunawan, mengapresiasi kehadiran BMM sebagai mitra strategis yang diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa perbaikan gizi anak dan pencegahan stunting adalah tanggung jawab bersama, sekaligus menjadi bentuk kepedulian sosial yang membawa manfaat luas bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bandung. "Saya mengapresiasi BMM yang telah berperan aktif dan menginisiasi sinergi seperti ini. Ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tugas kita semua. Semoga semakin banyak yang sadar pentingnya berkontribusi, sehingga tercipta kemaslahatan umat dan menjadi ladang amal bagi kita semua," ucapnya.
BMM berharap program pencegahan stunting ini tidak hanya berhenti di wilayah yang telah menjadi lokasi awal pelaksanaan, tetapi juga dapat diperluas ke berbagai wilayah yang memiliki tingkat kerawanan stunting serupa. Dengan memperluas jangkauan, BMM ingin memastikan semakin banyak keluarga yang memperoleh pendampingan gizi, akses edukasi kesehatan, serta bantuan pangan bergizi yang berkesinambungan. "Harapannya program BMM semakin dipercaya, cakupannya makin luas dan manfaatnya jauh lebih besar," pungkas Bapak Elyan.
Sinergi antara lembaga filantropi, komunitas dan masyarakat di Solokan Jeruk bukan sekadar menyalurkan bantuan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran gizi dan kesehatan keluarga. Dengan dukungan BMM, JB, serta partisipasi aktif kader dan warga, program ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya generasi Kabupaten Bandung yang sehat. Langkah kecil dari 40 keluarga penerima manfaat hari ini diyakini dapat memicu gerakan lebih luas di berbagai wilayah untuk bersama menekan angka stunting demi masa depan anak-anak yang lebih baik.
Reporter: Tantia Nurwina, KPI/5B
1 komentar
Kegiatan distribusi sembako bergizi ini tentu patut diapresiasi sebagai bentuk kepedulian terhadap keluarga berisiko stunting. Semoga ke depannya program seperti ini juga disertai edukasi gizi dan pendampingan berkelanjutan, sehingga upaya pencegahan stunting bisa berjalan lebih efektif dan berdampak jangka panjang bagi tumbuh kembang anak.
Posting Komentar