WUJUDKAN GENERASI SEHAT, 4 DESA DI BANDUNG JALANKAN STRATEGI ANTI STUNTING



Vokaloka.com, Bandung- Isu stunting masih menjadi perhatian serius di beberapa tempat di Bandung Timur dan Bandung Baratyakni Desa Sukamulya, Kelurahan CipadungDesa Cikahuripan, dan Desa Cibodas, sama-sama menjalankan program pencegahan dengan melibatkan kader posyandu dan bekerja sama dengan puskesmas.


Keempat tempat tersebut juga menekankan pentingnya edukasi gizi. Sosialisasi dilakukan melalui posyandu, penyuluhan, hingga kegiatan kader PKK. Pemeriksaan pertumbuhan balita, mulai dari berat badan, tinggi badan,lingkar lengan hingga lingkar kepala, menjadi indikator utama untuk mendeteksi potensi stunting.


Meski memiliki persamaan dalam pencegahan, masing-masing desa menerapkan sistem berbeda sesuai kondisi wilayahnya.


Di Desa Sukamulya Kader Posyandu dan Puskesmas  terus menguatkan upaya pencegahan stunting melalui berbagai program kesehatan masyarakat, Salah satunya lewat hadirnya Posyandu Integritas Layanan Primer (ILP), yang merupakan program pemerintah untuk memperkuat pelayanan kesehatan dasar dengan menjangkau seluruh siklus hidup masyarakat, mulai dari ibu hamil, bayi, balita, hingga lansia.


Kegiatan posyandu di Desa Sukamulya  tidak hanya fokus pada pemantauan tumbuh kembang anak, tetapi juga meliputi skrining penyakit tidak menular seperti pemeriksaan tekanan darah dan gula darah, juga pemberian obat cacing setiap enam bulan sekali, serta edukasi gerakan hidup sehat terhadap gizi makanan yang akan dilaporkan rutin melalui Lokarya mini Lokmin ) lintas sektor kecamatan. 


"Sebagai kader, otomatis harus melaporkan bila ada anak yang pertumbuhan berat badan atau tingginya tidak naik. Karena kalau dibiarkan, bisa mengarah ke stunting," ujar Euis Rahayu, Ketua Tim Penggerak PKK Desa Sukamulya (25/09/2025).


Berbeda dengan Desa Sukamulya, Kelurahan Cipadung mengembangkan program Luritahanting atau telur balita untuk mencegah stunting serta adanya inovasi pangan. Identifikasi anak stunting dilakukan melalui data puskesmas, kemudian diberikan makanan tambahan melalui program Dahsyat dan PMTBOK hasil kerja sama dengan Dinas Kesehatan. Edukasi juga disebarkan lewat media sosial.


"Kami suka mengadakan sosialisasi untuk ibu-ibu yang mempunyai balita, dijelaskan mengenai pengolahan makanan sehat dan bergizi seimbang. Tidak harus mahal tapi bisa bergizi," kata Heni, Ketua Pokja 4 Kelurahan Cipadung(25/09/2025).


Di Desa Cikahuripan Bandung Barat , sistemnya lebih menyeluruh. Kader memantau remaja, ibu hamil, hingga bayi baru lahir. Data stunting diinput ke aplikasi IPPGBM dan El-Simil untuk mempercepat penanganan. Desa juga menekankan pentingnya sanitasi, akses air bersih, dan penggunaan jamban sehat. Program penanganan bahkan sudah dimasukkan ke rencana kerja desa tahun 2026.


"Sanitasi lingkungan jadi indikator yang sangat penting. Kalau sanitasi buruk, anak-anak mudah terserang diare atau cacingan. Jadi selain gizi, kebersihan lingkungan juga terus kami sosialisasikan," ucap Tuti, Sekretaris Desa Cikahuripan(22/09/2025).


Sementara itu, Desa Cibodas menegaskan tidak ada kasus stunting yang terdeteksi. Meski demikian, pencegahan tetap dilakukan mulai dari penyuluhan sejak calon pengantin hingga balita, serta pemberian bantuan gizi bulanan bagi anak dengan gizi kurang akibat penyakit bawaan.


"Tidak ada, Alhamdulillah aman. Tapi kami tetap lakukan penyuluhan, memantau kesehatan anak, dan memberi bantuan gizi untuk kasus gizi kurang akibat penyakit bawaan," ujarIwan Rismawan, Kepala Seksi Pelayanan Desa Cibodas(24/09/2025).


Berbagai upaya kolaborasi antara desa/kelurahan, puskesmas, dan masyarakat ini diharapkan memperkuat langkah Indonesia menuju generasi emas bebas stunting pada 2045.


Reporter: Devita Maharani, Hanifa Syahida Fauziyah, Nadia Ardiyanti Mulyana , Hasya Muhammad Raihan 


 

Tidak ada komentar

© all rights reserved
made with by templateszoo