Sanggar Sekar Arum Wirahma Rayakan 10 Tahun lewat Dramatari “Lara Pananjung”

VOKALOKA, Bandung – Sanggar Sekar Arum Wirahma memperingati satu dekade dengan menggelar pagelaran dramatari berjudul Lara Pananjung di Gedung Rumentang Siang, pagelaran ini mengangkat kisah dari Carita Babad asal Pangandaran, yang berkisah tentang kerajaan Pananjung, Minggu (21/9/2025).


Pimpinan Sanggar Sekar Arum Wirahma, Rizal Siddiq Munttaqin, mengatakan kisah Lara Pananjung dipilih karena mengandung nilai sejarah yang kuat. Kisah tersebut menceritakan Putri Rengganis yang membalas dendam atas kematian suaminya dengan menyamar sebagai ronggeng. "Kenapa ngambil judul Lara Pananjung? Jadi kisah ini diambil dari carita babad dari daerah Pangandaran, yaitu kerajaan Pananjung. Di sini menceritakan balas dendam seorang putri karena suaminya dibunuh oleh pasukan Bajo. Akhirnya si putri Rengganis ini balas dendam dengan menyamar sebagai ronggeng yang sampai saat ini masih terkenal dengan kesenian ronggeng gunung di daerah Pangandaran," ujar Rizal.


Rizal menjelaskan bahwa persiapan pagelaran sudah dilakukan sejak Juli, melibatkan puluhan penari, pemusik, hingga dukungan komunitas seni dan Disparbud Jawa Barat. Meski menghadapi kendala keterbatasan SDM dan sulitnya menyatukan jadwal latihan, acara tetap terlaksana dengan kolaborasi musik dan tari. "Kendalanya sih kita kurang SDM, terus juga karena tadi kurangnya SDM sehingga proposal dan sebagainya juga telat. Kendalanya dari segi biaya juga ada kendala. Kalau dari segi latihan ya tadi susahnya mengatur jadwal," tambah Rizal.


Salah satu pengunjung, Tiktik, yang juga orang tua dari salah satu penampil, mengaku terkesan. "Ceritanya juga, cerita Lara Pananjung, sebab perjuangan seorang wanita yang ditinggalkan. Jadi memang cerita itu yang menarik. Saya berharap sanggar ini lebih maju, lebih sukses, dan lebih kreativitasnya gitu ya lebih maju melestarikan budaya Sunda," ungkapnya.


Dalam wawancara, Rizal juga menyampaikan harapannya untuk perkembangan wisata budaya dan sanggar. "Ya mudah-mudahan setelah adanya pagelaran ini bisa lebih mengenal lagi cerita-cerita yang ada di Jawa Barat khususnya. Apalagi kan anak-anak sekarang ya, mungkin dia udah nggak tahu cerita babad, mungkin dongeng aja ada beberapa gitu lah. Nah mudah-mudahan dari ini juga anak-anak bisa lebih mengenal lagi, lebih dekat lagi dengan budaya kita sendiri khususnya budaya Sunda," ucapnya.


Reporter: Fira Amarin KPI/5B


2 komentar

Inggrid Aulia mengatakan...

Wahh keren banget, jadi tertarik pengen kesana

rafii mengatakan...

wahhh menarik sekali, suksess selalu untuk sanggar nyaa

© all rights reserved
made with by templateszoo