50 Persen Masyarakat Desa Banyuresmi Sumedang Masuk Kategori Kurang Sejahtera, Sektor Pertanian Jadi Tumpuan Utama

VOKALOKA.COM, Sumedang - Setengah dari total populasi Desa Banyuresmi, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang, masih berada dalam kategori masyarakat kurang sejahtera atau miskin. Kondisi geografis daerah dingin menjadikan sektor pertanian sebagai satu-satunya sumber penghasilan utama bagi warga setempat.

Sekretaris Desa Banyuresmi, Tita, mengungkapkan bahwa sekitar 50 persen warga desa dikategorikan sebagai masyarakat kurang sejahtera berdasarkan tingkat penghasilan yang masih berada di bawah standar kesejahteraan. "Kategori masyarakat kurang sejahtera atau yang dianggap miskin di desa ini sekitar 50 persen," ungkap Tita saat diwawancarai (29/09/2025).

Berdasarkan data yang dihimpun, rata-rata penghasilan masyarakat usia produktif di Desa Banyuresmi mencapai Rp2.100.000 per bulan. Angka tersebut diperoleh dari upah harian sebesar Rp70.000 yang dikalikan dengan 30 hari kerja dalam sebulan. Namun pada kenyataannya, tidak semua pekerja mendapatkan hari kerja penuh setiap bulannya, sehingga penghasilan aktual bisa lebih rendah dari perhitungan tersebut.

Mayoritas mata pencaharian warga Desa Banyuresmi bertumpu pada sektor pertanian. Tita menjelaskan, kondisi geografis daerah yang berada di dataran tinggi dengan suhu udara yang dingin sangat mendukung aktivitas pertanian. "Rata-rata pekerjaannya itu adalah petani, ada yang petani tembakau, petani sayuran, petani kopi, dan juga buruh petani sawah. Karena di daerah kita ini dingin dan kayak satu-satunya penghasilan yang bisa dimanfaatkan dan dekat ya hasil tani, makanya banyak petani," Ungkapnya.

Ketergantungan pada sektor pertanian ini memiliki dua sisi yang berbeda. Di satu sisi, kondisi alam yang mendukung memudahkan warga untuk mengakses sumber penghasilan tanpa harus pergi jauh dari tempat tinggal. Namun di sisi lain, penghasilan dari sektor pertanian cenderung tidak stabil dan sangat bergantung pada musim serta harga komoditas di pasaran.

Selain sebagai petani pemilik lahan, banyak warga yang bekerja sebagai buruh tani dengan sistem upah harian. Jenis tanaman yang dibudidayakan pun beragam, mulai dari sayuran yang memiliki masa panen relatif cepat, kopi, dan tembakau yang dijual setelah melalui proses penjemuran berhari-hari.

Reporter: Desy Windayani Budi Artik

1 komentar

Iyam Sari mengatakan...

Makasih Des udah angkat isu ini. Semoga pihak desa atau pemkab setempat bisa gercep nanganin masalahnya abis baca tulisan ini!

© all rights reserved
made with by templateszoo