Indahnya Braga dengan sejuta Kulinernya

image.png

Vokaloka, Bandung - Pada hari Sabtu, 17 Oktober 2026, saya memutuskan untuk menghabiskan waktu libur dengan pergi jalan-jalan ke kawasan Braga, Bandung. Saya memilih Braga karena tempat ini memiliki suasana yang menarik dan cocok untuk menghabiskan waktu bersama teman-teman. Saya merasa senang karena akhirnya bisa menikmati suasana Braga secara langsung.


Sebelum berangkat, saya mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan. Saya memastikan barang-

barang yang akan dibawa sudah lengkap, seperti ponsel, dompet, dan perlengkapan lainnya. Setelah

semuanya siap, saya langsung berangkat menuju kawasan Braga dengan penuh semangat.


Sesampainya di Braga, saya langsung merasakan suasana yang berbeda dari biasanya. Jalanan dipenuhi

oleh pengunjung yang datang untuk berjalan-jalan dan menikmati suasana kota. Bangunan-bangunan

bergaya klasik yang berada di sepanjang jalan membuat kawasan ini terlihat unik dan menarik.


Saya mulai berjalan menyusuri jalanan Braga sambil menikmati pemandangan di sekitarnya. Banyak toko,

kafe, dan tempat menarik yang dapat dikunjungi. Saya juga melihat beberapa pengunjung yang sedang

mengambil foto untuk mengabadikan momen liburan mereka.


Selama berjalan-jalan, saya menyempatkan diri untuk mengambil beberapa foto. Saya tertarik dengan

bangunan-bangunan tua yang memiliki nilai sejarah dan keindahan tersendiri. Suasana Braga yang ramai

tetapi tetap nyaman membuat saya semakin menikmati perjalanan tersebut.


Setelah cukup lama berjalan-jalan, saya mulai merasa lapar. Saya pun memutuskan untuk mencari tempat

makan di sekitar Braga. Akhirnya, saya memilih untuk makan di 5 Rasa yang berada di kawasan Braga.

Saya merasa senang karena bisa beristirahat sejenak setelah berjalan cukup jauh.


Di 5 Rasa, saya menikmati hidangan yang lezat sambil bersantai. Suasana tempat makan yang nyaman

membuat waktu makan terasa semakin menyenangkan. Saya juga menikmati kesempatan untuk

berbincang dan menghabiskan waktu bersama teman-teman. Momen makan bersama tersebut menjadi

salah satu bagian yang berkesan dalam liburan saya.


Setelah selesai makan, saya kembali melanjutkan perjalanan dengan berjalan-jalan di sekitar Braga. Saya

menikmati suasana sore yang semakin ramai oleh pengunjung. Banyak orang yang duduk santai di kafe,

berjalan bersama keluarga, atau sekadar menikmati keindahan kawasan tersebut.Tidak terasa, waktu liburan saya hampir selesai. Sebelum pulang, saya kembali menikmati suasana Braga

dan mengambil beberapa foto sebagai kenang-kenangan. Saya merasa puas karena dapat menghabiskan

waktu libur dengan kegiatan yang menyenangkan dan mengunjungi tempat yang menarik.


Liburan ke Braga pada tanggal 17 Oktober 2026 menjadi pengalaman yang menyenangkan dan berkesan

bagi saya. Selain dapat menikmati keindahan kawasan kota, saya juga bisa berjalan-jalan, mencoba

makanan yang lezat di 5 Rasa, serta menghabiskan waktu bersama teman-teman. Dari perjalanan ini, saya

menyadari bahwa liburan tidak harus selalu jauh atau mahal. Mengunjungi tempat yang menarik dan

menikmati waktu bersama orang-orang terdekat sudah cukup untuk menciptakan kenangan yang indah.


Reporter: Muhammad Zidane Yudistian


Indahnya Braga dengan sejuta Kulinernya

Pada hari Sabtu, 17 Oktober 2026, saya memutuskan untuk menghabiskan waktu libur dengan pergi jalan-

jalan ke kawasan Braga, Bandung. Saya memilih Braga karena tempat ini memiliki suasana yang menarik

dan cocok untuk menghabiskan waktu bersama teman-teman. Saya merasa senang karena akhirnya bisa

menikmati suasana Braga secara langsung.


Sebelum berangkat, saya mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan. Saya memastikan barang-

barang yang akan dibawa sudah lengkap, seperti ponsel, dompet, dan perlengkapan lainnya. Setelah

semuanya siap, saya langsung berangkat menuju kawasan Braga dengan penuh semangat.


Sesampainya di Braga, saya langsung merasakan suasana yang berbeda dari biasanya. Jalanan dipenuhi

oleh pengunjung yang datang untuk berjalan-jalan dan menikmati suasana kota. Bangunan-bangunan

bergaya klasik yang berada di sepanjang jalan membuat kawasan ini terlihat unik dan menarik.


Saya mulai berjalan menyusuri jalanan Braga sambil menikmati pemandangan di sekitarnya. Banyak toko,

kafe, dan tempat menarik yang dapat dikunjungi. Saya juga melihat beberapa pengunjung yang sedang

mengambil foto untuk mengabadikan momen liburan mereka.


Selama berjalan-jalan, saya menyempatkan diri untuk mengambil beberapa foto. Saya tertarik dengan

bangunan-bangunan tua yang memiliki nilai sejarah dan keindahan tersendiri. Suasana Braga yang ramai

tetapi tetap nyaman membuat saya semakin menikmati perjalanan tersebut.


Setelah cukup lama berjalan-jalan, saya mulai merasa lapar. Saya pun memutuskan untuk mencari tempat

makan di sekitar Braga. Akhirnya, saya memilih untuk makan di 5 Rasa yang berada di kawasan Braga.

Saya merasa senang karena bisa beristirahat sejenak setelah berjalan cukup jauh.


Di 5 Rasa, saya menikmati hidangan yang lezat sambil bersantai. Suasana tempat makan yang nyaman

membuat waktu makan terasa semakin menyenangkan. Saya juga menikmati kesempatan untuk

berbincang dan menghabiskan waktu bersama teman-teman. Momen makan bersama tersebut menjadi

salah satu bagian yang berkesan dalam liburan saya.


Setelah selesai makan, saya kembali melanjutkan perjalanan dengan berjalan-jalan di sekitar Braga. Saya

menikmati suasana sore yang semakin ramai oleh pengunjung. Banyak orang yang duduk santai di kafe,

berjalan bersama keluarga, atau sekadar menikmati keindahan kawasan tersebut.Tidak terasa, waktu liburan saya hampir selesai. Sebelum pulang, saya kembali menikmati suasana Braga

dan mengambil beberapa foto sebagai kenang-kenangan. Saya merasa puas karena dapat menghabiskan

waktu libur dengan kegiatan yang menyenangkan dan mengunjungi tempat yang menarik.


Liburan ke Braga pada tanggal 17 Oktober 2026 menjadi pengalaman yang menyenangkan dan berkesan

bagi saya. Selain dapat menikmati keindahan kawasan kota, saya juga bisa berjalan-jalan, mencoba

makanan yang lezat di 5 Rasa, serta menghabiskan waktu bersama teman-teman. Dari perjalanan ini, saya

menyadari bahwa liburan tidak harus selalu jauh atau mahal. Mengunjungi tempat yang menarik dan

menikmati waktu bersama orang-orang terdekat sudah cukup untuk menciptakan kenangan yang indah.


Reporter: Muhammad Zidane Yudistian


Uploaded Image

Menepi ke Selatan: Saat Suara Ombak Mengalahkan Riuh Keramaian

Uploaded Image
Perjalanan ini tidak dimulai dari pantai, melainkan dari sebungkus nasi padang. Sabtu malam, 1 Agustus 2026, pukul 19.30, saya berangkat bersama seorang teman menuju kostannya di kawasan Bojongloa Kidul, Kota Bandung. Di tengah jalan kami singgah membeli nasi padang, yang kemudian kami santap bersama setibanya di kostan. Setelah bersih-bersih, kami tidur. Malam itu terasa sederhana, tetapi justru itulah awal yang pas untuk perjalanan panjang keesokan harinya.

Rombongan kami berempat: saya, seorang teman, kakak perempuan saya, dan pacarnya. Kami berbagi dua motor. Saya dibonceng teman saya, sedangkan kakak saya bersama pacarnya. Tujuan kami adalah Pantai Cemara Cidamar Cidaun, yang berlokasi di Jalan Cipanglay, Desa Cidamar, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Pantai di pesisir selatan ini jaraknya cukup jauh dari Bandung, dan kami sadar bahwa hari esok akan dihabiskan sebagian besar di atas jok motor.

Minggu, 2 Agustus 2026, pukul 05.00 pagi, kami mulai bergerak dari Bojongloa Kidul. Jalanan masih lengang, dan angin pagi yang dingin langsung menerpa. Belum jauh berjalan, perut saya mulas karena angin pagi. Saya hanya bisa menahannya sambil berharap sarapan segera datang. Harapan itu terwujud ketika kami tiba di Alun-Alun Ciwidey, tempat kami menyantap nasi kuning hangat sambil meluruskan badan. Suapan pertama pagi itu terasa seperti obat.

Memasuki kawasan Rancabali, perjalanan berubah menjadi lebih menyenangkan. Di setiap tikungan, tampak para fotografer yang rutin berjaga setiap akhir pekan, siap mengabadikan para pengendara yang lewat. Kami pun tergoda. Hampir di tiap tikungan, kami berpose untuk diabadikan. 

Perjalanan yang seharusnya hanya berpindah tempat berubah menjadi sesi foto berantai di jalan pegunungan dan hamparan kebun teh yang sejuk. Kami tertawa-tawa, lupa bahwa tujuan sebenarnya masih jauh di depan.

Namun kesejukan itu lama-lama berubah menjadi masalah. Menjelang akhir jalur Rancabali, udara dingin mulai menusuk. Pakaian yang saya kenakan ternyata kurang layak untuk daerah sedingin itu. Tangan saya sampai membiru keunguan karena kedinginan, hingga sulit rasanya menggenggam setir motor dengan nyaman. Kami akhirnya berhenti di sebuah warung untuk memesan minuman hangat dan menghangatkan tangan, dan tentu saja berfoto sebentar lagi. Dari pengalaman ini saya belajar bahwa persiapan, sekecil apa pun, menentukan kenyamanan sebuah perjalanan.

Karena terlalu santai di jalan, kami baru tiba di Pantai Cemara Cidamar Cidaun sekitar pukul 10.00, setelah lima jam berkendara dari Bojongloa Kidul. Waktu itu lebih lambat dari rencana, tetapi tidak ada yang menyesal. Kami memarkir motor, berjalan sebentar menuju loket tiket, lalu menyewa tikar. Setelah menemukan sudut yang nyaman, kami berganti pakaian dan mengabadikan suasana lewat foto dan video. Pantainya cukup bersih, dengan pasir yang halus dan lembut di telapak kaki. Di sekitar area pantai berdiri cukup banyak pohon yang daunnya bergemerisik tertiup angin, berpadu dengan aroma khas laut yang langsung terasa begitu kami melangkah mendekat.

Setelah puas berdokumentasi, kami turun bermain di tepi laut. Airnya jernih, dan ombaknya tergolong besar, bergulung lalu pecah dengan suara gemuruh yang memenuhi telinga. Angin bertiup cukup kencang hingga terasa mengelebuk, tetapi hawa panas pantai tetap menempel di kulit, perpaduan yang unik dan sulit dijelaskan. Kami bermain air, bermain pasir, dan bercanda dengan anak-anak kecil yang sedang membangun istana pasir. Tawa mereka menambah semarak siang itu dan membuat kami ikut merasa seperti anak-anak lagi.

Tidak lama kemudian, kami menemukan permainan baru: berburu kepiting-kepiting kecil di pasir basah. Kami menunduk, mengamati gerakan mereka yang gesit, lalu mencoba menangkapnya dengan tangan yang masih basah oleh air laut. Tangan saya geli ketika makhluk-makhluk mungil itu merayap di telapak tangan. Hal-hal kecil seperti ini yang jarang kami temukan di kota, dan justru yang paling mudah diingat.

Di sela bermain, kami mengisi perut. Saya dan teman saya memilih pop mie, sementara kakak saya dan pacarnya menyantap ayam penyet. Menyeruput kuah panas di tepi pantai yang berangin ternyata punya sensasi tersendiri. Makanan yang sederhana terasa istimewa karena kami menyantapnya sambil memandangi ombak yang tak pernah berhenti datang.

Di tengah keramaian itu, ada satu momen yang paling membekas bagi saya. Ketika berdiri menghadap ombak, saya merasa tenang. Di antara udara yang panas dan suara ombak yang menggemuruh, tiba-tiba terpikir bahwa mendengarkan deru laut jauh lebih menyenangkan daripada mendengarkan suara manusia. Suara ombak tidak menuntut jawaban, tidak menghakimi, dan tidak meminta saya berkata apa-apa. Saya berdiri kecil di hadapan hamparan laut, dan untuk sesaat dunia terasa sunyi meski ombak tak berhenti bersuara.

Selama di sana kami tidak sempat mengobrol panjang dengan siapa pun. Kami hanya bertemu penjaga loket, para pedagang, dan warga setempat. Namun kehadiran mereka cukup memberi rasa bahwa pantai ini hidup, bahwa di balik keindahan yang kami nikmati ada orang-orang yang setiap hari menjaga dan merawatnya.
Sekitar pukul 15.00, setelah mandi dan berganti pakaian, kami memulai perjalanan pulang. Di kawasan Cidaun, jalan menanjak dan berkelok membentuk huruf S. Motor saya sempat tidak kuat menanjak. Ada rasa tegang yang menumpuk selama beberapa saat, sampai akhirnya motor berhasil melewati tanjakan itu. Begitu berhasil, saya menangis karena campuran lelah, tegang, dan lega.

Kami berhenti cukup lama di sebuah Alfamart, menunggu saya selesai menangis dan tenang kembali. Tidak ada yang mengeluh atau tergesa-gesa. Momen itu menunjukkan bahwa dalam perjalanan bersama, kesabaran teman seperjalanan sama pentingnya dengan tujuannya.
Setelah empat jam di jalan, sekitar pukul 19.00 kami tiba di rumah pacar kakak saya di kawasan Cimindi. Malam itu kami menutup hari dengan semangkuk cuanki yang rasanya luar biasa nikmat, terasa lebih nikmat karena datang setelah hari yang panjang dan melelahkan. Setelah itu kami tidur, dan badan yang pegal seakan mendapat hadiah terbaiknya.

Keesokan paginya, Senin, 3 Agustus 2026, kami sarapan terlebih dahulu. Pukul 10.00 kami berpamitan dan melanjutkan perjalanan pulang ke rumah di daerah Nagreg, yang saya capai sekitar pukul 12.00 siang, dua jam kemudian. Perjalanan panjang itu pun resmi berakhir, meninggalkan badan yang lelah tetapi kepala yang penuh cerita.

Perjalanan ke Pantai Cemara Cidamar Cidaun mengajarkan saya bahwa sebuah tujuan tidak berdiri sendiri. Ia dibentuk oleh nasi padang di malam sebelumnya, tangan yang membiru di Rancabali, tawa anak-anak di tepi pantai, dan air mata di tanjakan Cidaun. Pantainya indah, tetapi yang membuat perjalanan ini autentik adalah semua yang terjadi di antaranya.


Reporter : Dewi Puji Astuti

Peserta Workshop Kewirausahaan Dorong Pelatihan UMKM Digelar Lebih Rutin

image.jpeg

Workshop kewirausahaan yang diadakan pada Jumat–Sabtu (16–17/10/2026)  menjadi kesempatan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperoleh pengetahuan serta motivasi dalam mengembangkan bisnis. Namun, bagi sejumlah peserta, tantangan pemasaran masih menjadi persoalan yang membutuhkan perhatian lebih.

Kegiatan workshop kewirausahaan yang diselenggarakan pada [tanggal yang sama] di [lokasi kegiatan] diikuti oleh sejumlah pelaku usaha, termasuk Lipdik Mulyadi (45) dan Mohamad Rizky Ramadan (20), peserta asal Cebarengkok. Keduanya mengikuti kegiatan tersebut dengan harapan dapat memperoleh wawasan baru untuk mengembangkan usaha kuliner yang sedang dijalankan.

Lipdik, yang memiliki usaha minuman, mengungkapkan bahwa pemasaran dan promosi masih menjadi kendala utama dalam menjalankan bisnisnya. Selama ini, ia mengandalkan media sosial dan promosi secara langsung kepada teman-temannya untuk memperkenalkan produk.

Sementara itu, Rizky menjalankan usaha minuman bernama Two Side Coffee dengan sistem penjualan open pre-order dan berjualan secara keliling. Ia mengaku menghadapi kendala dalam pemasaran serta menjaga komitmen anggota tim agar usaha bersama dapat berjalan secara konsisten.

Selama mengikuti workshop, keduanya menilai materi motivasi dan pengembangan kreativitas menjadi bagian yang menarik. Materi tersebut dinilai dapat memperkuat semangat pelaku usaha ketika menghadapi penurunan penjualan sekaligus mendorong munculnya inovasi dalam mengembangkan produk.

Meski demikian, mereka berharap kegiatan tersebut juga memberikan pembahasan lebih mendalam mengenai strategi pemasaran dan cara meningkatkan penjualan. Sebab, menurut keduanya, pengetahuan mengenai pemasaran sangat dibutuhkan oleh pelaku UMKM untuk menghadapi persaingan usaha, terutama di era digital.

Lipdik dan Rizky juga menilai pemanfaatan media sosial memiliki peran penting dalam memperluas jangkauan pemasaran. Lipdik mengaku belum memanfaatkan media sosial untuk memasarkan produknya, sedangkan Rizky baru menggunakan Instagram dan belum menjangkau platform digital lainnya.

Keduanya berharap workshop kewirausahaan dapat dilaksanakan secara rutin. Lipdik mengusulkan agar pelatihan tidak hanya dilakukan di satu wilayah, tetapi juga menjangkau pelaku UMKM di kelurahan dan kecamatan lain. Adapun Rizky berharap kegiatan serupa dapat diselenggarakan secara berkala sehingga peserta memiliki kesempatan untuk terus memperoleh pendampingan dan pengetahuan baru.

Bagi keduanya, workshop kewirausahaan bukan sekadar kegiatan untuk mendapatkan materi, melainkan juga kesempatan untuk memperkuat kemampuan dan menemukan solusi atas kendala yang dihadapi dalam menjalankan usaha.

Reporter: Imtinan Abidah

  

Tutup Masa Kampanye, Irvan Fauzi Kumpulkan Tokoh Masyarakat di Dusun 1

Vokaloka, Sumedang - Mengakhiri rangkaian kampanye Pilkades Sayang pada Sabtu, 24 Oktober 2026, Calon Kepala Desa nomor urut 3, Irvan Fauzi, menggelar pertemuan tatap muka di wilayah Dusun 1. Pemeran "Unang Jenggo" ini memilih pendekatan yang lebih intim dengan berdialog bersama sejumlah tokoh masyarakat setempat.

 

Pertemuan di Dusun 1 ini dilangsungkan di dalam sebuah ruangan semi-terbuka. Berbeda dengan gaya kampanyenya yang mencolok di baliho, acara ini berlangsung lebih membumi. Tampak seorang perwakilan tim sukses sedang berdiri memberikan sambutan menggunakan pelantang suara. Sementara itu, beberapa tokoh masyarakat duduk berjajar menyimak dengan saksama. Di dinding ruangan, terpasang sejumlah poster bergambar Irvan Fauzi lengkap dengan ciri khas ikat kepalanya.

 

Melalui dialog interaktif ini, Irvan Fauzi berupaya memperkuat basis dukungannya di Dusun 1 dengan menjabarkan visi desa yang sejahtera, religius, dan berdaya saing. Ia kembali menekankan pesannya untuk memberdayakan kaum muda sebagai aset bangsa, sembari meyakinkan para sesepuh desa bahwa dirinya siap mengemban amanah dengan pelayanan yang cepat dan tanggap.

 

Reporter: Muhamad Fauzi Muthaqien, KPI5D

Uploaded Image

Hari Terakhir Kampanye, Petahana Dodi Kurnaedi Rangkul Warga Dusun 3

Vokaloka, Sumedang - Di hari pamungkas masa kampanye Pilkades Sayang, Sabtu, 24 Oktober 2026, Calon Kepala Desa petahana nomor urut 2, Dodi Kurnaedi, menggelar konsolidasi massa di Dusun 3. Kampanye ini menjadi momentum penting bagi Dodi untuk merapatkan barisan pendukungnya sebelum memasuki masa tenang.

 

Kegiatan kampanye di Dusun 3 mengambil lokasi di sebuah lapangan terbuka. Tampak seorang juru kampanye sedang berorasi menggunakan mikrofon di hadapan puluhan warga yang duduk lesehan di lapangan. Suasana kampanye terlihat tertib, di mana sejumlah pendukung kompak mengenakan seragam kaus berwarna hijau. Spanduk besar bergambar Dodi Kurnaedi dengan slogan "Lanjutkan Amanah, Wujudkan Berkah" terpasang mencolok di latar belakang, mempertegas identitas sang petahana.

 

Dalam orasi yang disampaikan, kubu Dodi Kurnaedi terus mengingatkan warga akan delapan pencapaian penting selama masa jabatannya (2018-2026), termasuk keberhasilan membawa Sayang menjadi Desa Mandiri. Melalui kampanye di ruang terbuka ini, petahana berharap masyarakat Dusun 3 tetap solid memberikan mandat untuk periode kepemimpinan selanjutnya.

 

Reporter: Muhamad Fauzi Muthaqien, KPI5D

Uploaded Image

Jelang Pemilihan, Asep Hermawan Gencar Sapa Warga Dusun 2

Vokaloka, Sumedang - Mendekati hari pemungutan suara Pilkades Sayang, Calon Kepala Desa nomor urut 1, Asep Hermawan, memaksimalkan hari terakhir masa kampanye pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Asep menggelar kampanye secara langsung dengan menyambangi warga di wilayah Dusun 2.

 

Kampanye di Dusun 2 ini dilakukan dengan gaya blusukan, di mana Asep Hermawan dan tim suksesnya menyusuri jalanan permukiman padat penduduk. Berdasarkan pantauan, rombongan kampanye disambut oleh sejumlah warga, didominasi oleh ibu-ibu yang antusias menyimak pemaparan program. Beberapa warga tampak mengenakan atribut kampanye dan kacamata hitam di bawah terik matahari, sementara anggota tim sukses aktif berinteraksi dengan masyarakat.

 

Dalam kesempatan tatap muka tersebut, Asep kembali mensosialisasikan visi "SIAAP" (Sinergitas, Inovatif, Agamis, Aspiratif, dan Profesional) yang menjadi landasan programnya. Ia berupaya meyakinkan warga Dusun 2 dengan janji-janji unggulannya, terutama terkait pendidikan gratis Paket C, beasiswa kuliah, serta jaminan akses BPJS KIS secara cuma-cuma bagi warga yang kurang mampu.

 

Reporter: Muhamad Fauzi Muthaqien, KPI5D

Uploaded Image
Iklan Vokaloka
Iklan Vokaloka
Iklan Kiri Vokaloka
Iklan Kanan Vokaloka