Peserta Workshop Kewirausahaan Dorong Pelatihan UMKM Digelar Lebih Rutin

Bagikan :
X

image.jpeg

Workshop kewirausahaan yang diadakan pada Jumat–Sabtu (16–17/10/2026)  menjadi kesempatan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperoleh pengetahuan serta motivasi dalam mengembangkan bisnis. Namun, bagi sejumlah peserta, tantangan pemasaran masih menjadi persoalan yang membutuhkan perhatian lebih.

Kegiatan workshop kewirausahaan yang diselenggarakan pada [tanggal yang sama] di [lokasi kegiatan] diikuti oleh sejumlah pelaku usaha, termasuk Lipdik Mulyadi (45) dan Mohamad Rizky Ramadan (20), peserta asal Cebarengkok. Keduanya mengikuti kegiatan tersebut dengan harapan dapat memperoleh wawasan baru untuk mengembangkan usaha kuliner yang sedang dijalankan.

Lipdik, yang memiliki usaha minuman, mengungkapkan bahwa pemasaran dan promosi masih menjadi kendala utama dalam menjalankan bisnisnya. Selama ini, ia mengandalkan media sosial dan promosi secara langsung kepada teman-temannya untuk memperkenalkan produk.

Sementara itu, Rizky menjalankan usaha minuman bernama Two Side Coffee dengan sistem penjualan open pre-order dan berjualan secara keliling. Ia mengaku menghadapi kendala dalam pemasaran serta menjaga komitmen anggota tim agar usaha bersama dapat berjalan secara konsisten.

Selama mengikuti workshop, keduanya menilai materi motivasi dan pengembangan kreativitas menjadi bagian yang menarik. Materi tersebut dinilai dapat memperkuat semangat pelaku usaha ketika menghadapi penurunan penjualan sekaligus mendorong munculnya inovasi dalam mengembangkan produk.

Meski demikian, mereka berharap kegiatan tersebut juga memberikan pembahasan lebih mendalam mengenai strategi pemasaran dan cara meningkatkan penjualan. Sebab, menurut keduanya, pengetahuan mengenai pemasaran sangat dibutuhkan oleh pelaku UMKM untuk menghadapi persaingan usaha, terutama di era digital.

Lipdik dan Rizky juga menilai pemanfaatan media sosial memiliki peran penting dalam memperluas jangkauan pemasaran. Lipdik mengaku belum memanfaatkan media sosial untuk memasarkan produknya, sedangkan Rizky baru menggunakan Instagram dan belum menjangkau platform digital lainnya.

Keduanya berharap workshop kewirausahaan dapat dilaksanakan secara rutin. Lipdik mengusulkan agar pelatihan tidak hanya dilakukan di satu wilayah, tetapi juga menjangkau pelaku UMKM di kelurahan dan kecamatan lain. Adapun Rizky berharap kegiatan serupa dapat diselenggarakan secara berkala sehingga peserta memiliki kesempatan untuk terus memperoleh pendampingan dan pengetahuan baru.

Bagi keduanya, workshop kewirausahaan bukan sekadar kegiatan untuk mendapatkan materi, melainkan juga kesempatan untuk memperkuat kemampuan dan menemukan solusi atas kendala yang dihadapi dalam menjalankan usaha.

Reporter: Imtinan Abidah

  

Tidak ada komentar

Iklan Vokaloka
Iklan Vokaloka
Iklan Kiri Vokaloka
Iklan Kanan Vokaloka