28 Tahun Mengabdi: Transformasi Yuli Hapiah dari Era Mesin Tik hingga Membawa SPBE Jabar Juara Nasional

Bagikan :
X

 

Vokaloka, Bandung - Transformasi birokrasi telah dirasakan langsung oleh Yuli Hapiah, S.Sos., M.A.P. sejak tahun 1998. Mengawali karier sebagai CPNS dengan sistem ujian manual, ia melewati era mesin tik hingga teknologi digital. Adaptasi panjang lintas zaman ini membentuk dedikasi dan profesionalitasnya yang luar biasa.

 

Saat ini, Yuli menjabat sebagai Ketua Tim Kelola Bidang E-Government Diskominfo Jawa Barat. Di posisi strategis ini, ia berhasil menorehkan prestasi yang sangat gemilang di tingkat nasional. Yuli dan timnya sukses menjadikan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Jawa Barat sebagai yang terbaik pertama se-Indonesia.

 

Pencapaian SPBE tersebut bukanlah hal yang mudah karena indeks yang diraih menembus angka 4,8 dari skala 5. Angka ini sangat membanggakan karena berhasil melampaui target awal yang diberikan oleh pimpinan. Data yang dinilai pun sangat valid, terverifikasi di lapangan, dan tanpa manipulasi dokumen.

 

Berkat rekam jejak dan kerja keras tersebut, Yuli berhasil masuk sebagai kandidat ajang penghargaan Employee of The Month (EOTM). Ia terpilih melalui sistem vote dari rekan kerja dan tahapan penilaian sistem yang ketat. Saat ini, ia tengah berjuang di tahap wawancara tingkat rumpun Asda (Asisten Daerah).

 

Meski prestasinya menjulang, sosok bersahaja ini menolak jika keberhasilan tersebut diklaim sebagai jerih payahnya sendiri. "Kita bukan superman, tapi super team," tegas Yuli merespons pencapaian tersebut. Ia sangat memegang teguh prinsip orang Sunda yaitu "kudu pabarengan" atau segala sesuatunya harus dikerjakan bersama-sama.

 

Prinsip kebersamaan ini juga ia terapkan secara makro dalam membina 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat. Baginya, seluruh daerah di Jawa Barat berada di dalam satu perahu pergerakan yang sama. Provinsi tidak boleh maju sendirian sementara kabupaten atau kota lainnya tertinggal di belakang.

 

Dalam mengelola tim inti, Yuli dihadapkan pada tantangan keberagaman latar belakang budaya dan antargenerasi. Timnya terdiri dari berbagai suku serta gabungan antara pegawai senior, generasi Milenial, hingga Gen Z. Ia sadar betul bahwa setiap karakteristik orang membutuhkan pendekatan komunikasi yang berbeda-beda.

 

Sebagai pemimpin, Yuli selalu mengedepankan empati, kemanusiaan, serta tata titi atau sopan santun. Ia tidak pernah memaksakan pekerjaan saat rekan kerjanya sedang sibuk, gelisah, atau sakit. Kebiasaan kecil seperti meminta izin sebelum berdiskusi selalu ia terapkan demi menjaga rasa saling menghargai (respect).

 

Walau telah puluhan tahun mengabdi, semangat Yuli untuk terus belajar tidak pernah padam termakan usia. Ia tidak segan bertanya kepada rekan yang lebih muda untuk beradaptasi menggunakan Canva dan Google Drive. Baginya, perkembangan teknologi digital yang begitu cepat mengharuskannya untuk terus menyesuaikan diri.

 

Di luar perannya sebagai ASN dari pukul 08.00 hingga 16.00, Yuli tetap memikul tanggung jawab penuh sebagai seorang ibu. Semua peran dan rintangan ia hadapi dengan kedewasaan, sebab marah-marah tidak akan menyelesaikan masalah. Dengan kolaborasi dan komitmen tanpa ego pribadi, ia membuktikan pekerjaan seberat apa pun pasti bisa terselesaikan.

Reporter : Selvi Selviana/KPI 5B

Tidak ada komentar

Iklan Vokaloka
Iklan Vokaloka
Iklan Kiri Vokaloka
Iklan Kanan Vokaloka